Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Asuransi Kesehatan


__ADS_3

Obrolan mereka pun terkandang serius, kadang santai bahkan diselingi gelak tawa.


" besok pagi saya transfernya ya pak." kata pak bambang


" siap pak, jadi bagimana ibu jadi ikut." tanya vian


" gimana bu mau ikut kesana, yapi bapak gak bisa ikut karena ada rapat." kata pak bambang


" kalau bapak izinin aku mau aja pak." kata ibu Sisil


" iya sudah ikut aja biar ibu bisa belajar sama bu lily ya." kata pak bambang


" maksudnya." kata bu sisil


" maksudnya belajar usaha sama bu lily, bi astrid sama bu dilla. jadi beaom berangkat jam berapa." kata pak bambang


" pesawat jam 2 sore, kalau mau saya pesankan sekalian tiketnya, besok ketemu di bandara bagaimana." kata vian


" bapak ada usaha travel juga." kata pak bambang


" ada pak L-Trans, jadi kalau bapak perlu bisa ke perusahaan saya." kata vian


" luar biasa ini, boleh boleh. inilah manfaat silaturahmi." kata pak bambang


" iya sudah saya pesankan tiketnya ya." kata vian, lalu meminta pak dede memesankan tiket buat ibu sisil


" kapan kapan kita kambing guling pak, saya suka suasana disini." kata pak bambang


" kalau bapak mau kita ke KBB aja, biar kambingnya motong sendiri, disana ada kolam buat mancing dan villa juga." kata vian


" boleh boleh, nanti kita sesuaikan jadwal ya." kata pak bambang.


" kemarin aja pak bupati sampai mancing, katanya enak buat istirahat." kata vian


" saya pasti jadwalkan kalau begitu." kata pak bambang


" siap saya tunggu." kata vian


" kalau begitu karena sudah malam, saya pamit dulu, sampai ketemu besok di bandara dan nitip istri saya ya." kata pak bambang


" baik pak terimakasih, semoga silaturahmi ini akan tetap terjalin." kata vian lalu vian dan keluarga lainnya mengantarkan pak bambang dan istrinya pulang.


setelah mengantar pak bambang mereka masuk ke kamar, vian dan istri istrinya ganti baju, vian pun duduk di sofa lalu mengirim pesan ke opik.


" pik gimana pembangunan kolam sudah jadi berapa meter panjangnya." kata vian


" belum pak baru pondasi dinding, panjang kurang lebih 30 meter, kenapa gitu pak." kata opik

__ADS_1


" kayanya disana perlu dua kamar villa lagi, soalnya banyak yang ingin menginap disana. jadi rencana saya bangun 2 kamar diatas balong, ukuran 8x8, 3 meter diatas balong nanti biar pak daryat yang designnya, jadi dari balong ke kandang harus ada jarak 10 meteran pik, lalu benteng." kata vian


" baik pak kalau begitu." jawab opik


vian lalu mengirim pesan ke pak daryat


" pak maaf ganggu waktunya, untuk di pabrik LA yang sedang di bangun kolam tolong buatkan 2 villa ukuran 8x8 meter, kamar ukuran 5x5, kamar mandi ukuran 3x2,5 meter, ruang tamu dan teras, kayanya ruang tamu dan teras itu di atas kolam aja." kata vian


" buat seperti ini pak dari kayu," lanjut vian


" baik pak saya akan buat designnya. kebetulan dasar kolam belum kita tembok, jadi bisa buat pondasi." kata pak daryat


" baik pak terimakasih, tolong di kerjakan cepat ya pak," kata vian


" baik pak." kata pak daryat


" papah lagi apa sih serius banget." kata lily


" papah habis kirim pesan ke opik sama pak daryat, kayanya perlu dibangun villa lagi di pabrik LA." kata vian


" iya sih pah, soalnya kelihatan pak bupati dan pak bambang ingin menginap disana." kata lily


" iya mah, makanya papah langsung hubungi opik dan pak daryat." kata vian


" di sini juga pah bangun 1 kamar tamu di taman, kalau kalau mereka mau menginap disini, apalagi sekarang pak bambang punya saham di LCI." kata lily


" pah besok ke BLS dulu ya pagi sebentar aja, udah lama kita gak kesana." kata lily


" iya terserah mamah aja." kata vian


" mas gimana penampilan kita, bagus gak." kata astrid


" iya ih mas kok gak komen sih, jelek apa." kata dilla


" cantik." jawab vian


" mas gak asyik ah, jawabannya cuma gitu." kata astrid dan dilla mereka pun duduk disebelah vian


" mas harus ngomong gimana, emang kalian cantik kan." kata vian


" besok kita pake baju hadiah ya, supaya kita samaan." kata lily


" iya mbak." jawab astrid dan dilla


" pah buat di surabaya beli mobil yang gedean ya, kita kan akan sering kesana juga, sama buat disini juga, mobil mamah jual aja." kata lily


" oke, besok kita beli, papah juga lagi cari ruko buat kantor L-Trans sama Dillas dan rumah buat pak wahyudi di surabaya." kata vian

__ADS_1


" pak wahyudi di pindah kesana." kata lily


" iya, biar ada yang ngatur pengiriman dan bisa jadi sopir kita juga kaya pak dede." kata vian


astrid langsung memberikan ciuman dibibir vian, sedangkan dilla mencium pipi vian. vian pun membalas perlakuan istri istrinya itu dengan meremas bukit astrid dan dilla. astrid turun membuka celana vian dan dilla membuka kaos lalu berciuman bibir. astrid sudah memainkan pusaka vian dan vian memainkan bukit dilla.


" mas kita di kasur aja." ajak astrid, vian menuruti kemauan istrinya itu. setelah berbaring astrid membenamkan mahkotanya ke pusaka vian. sedangkan dilla memberikan mahkotanya dan saling memainkan bukit dengan astrid.


" mas.... dill... aku bak tahan nih.." kata astrid lalu dia mengejang dan terkulai. lalu dia membenamkan mahkotanya menggantikan astrid. lily yang sudah menidurkan de qinar ikutan setelah berciuman dia memberikan mahkotanya, dia pun sama saling meremas bukit dengan dilla.


" mas.... mbak... aku udah mau sampe...." kata dilla lalu mengejang dan terkulai, lily pun mengambil alih pusaka vian, vian menidurkan lily lalu dia berperan aktif sambil menciumi bibir lily..


" pah.. aku gak tahan nih... cepetan." kata lily. vian mempercepat permainannya dan akhirnya puncak pun dicapai bersama. vian mengecup kening lily, astrid dan dilla." makasih ya.". mereka pun istirahat dan tidur bersama dibawah selimut.


di pagi hari vian bangun lalu mandi, setelah itu membangunkan istri istrinya untuk mandi dan sholat bersama.


" mas mau dibuatkan apa." kata dilla


" susu panas aja sayang." jawab vian


lily dan astrid menyiapkan barang untuk pergi ke surabaya. dilla pun membereskan barang bawaannya setelah membuatkan vian susu. sedangkan vian browsing rumah buat pak wahyudi dan ruko disekitaran dillas cafe.


jam 8 mereka pergi sarapan lalu pamit mau ke kantor BLS sebentar. jam 9 kurang mereka sampai di kantor BLS, lily mengajak astrid dan dilla masuk. mereka benar benar seperti kembar apalagi memakai pakaian yang sama. lily memperkenalkan astrid dan dilla ke resepsionis terutama ke elis karena itu tujuan awalnya.


vian berbincang dengan security sambil menyalakan rokoknya.


" apa kabarnya pak, kemana aja jarang kesini." kata security


" alhamdulillah pak, saya harus bolak balik surabaya dan ke KBB, jadi jarang kesini." jawab vian


" buka usaha juga di surabaya pak." kata security


" iya pak, ini siang saya mau kesana mau pembukaan pabrik


" alhamdulillah, saya dengar livi memiliki rumah sakit ya pak." kata security


" betul pak, jadi nanti kalau ada karyawan livi bisa berobat kesana." kata vian. lalu mematikan rokoknya dan pamit masuk.


" bagaimana menurut kalian mantan suami kita." kata lily


" cantik mbak, dia pasti nyesel tuh udah menyianyiakan mas vian." kata astrid


" dia sudah berkeluarga mbak." kata dilla


" udah punya anak." jawab lily


vian masuk ke ruangan lalu memanggil murti, setelah murti datang, vian memberitahukan bahwa jika ada karyawan yang sakit untuk bisa berobat di rumah sakit livi, vian juga menyuruh murti supaya tim pengembangan mengeluarkan produk asuransi kesehatan, untuk konsumen awal karyawan BLS dan LNI terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2