
Di sore hari mereka sudah pulang, karena perubahan jadwal mereka mempersiapkan apa saja yang akan di bawa ke acara family gathering LA. Vian pun menelepon pak dede supaya aiap siap membawa bus ke rumah karena jam 10an mau berangkat ke pangandaran. lily, astrid, dilla dan shinta pun menyiapkan perlengkapan mereka, shinta juga membatu lily menyiapkan untuk devan dan de qinar dibantu lilis dan evi.
" pah nanti kita dampai disana gimana, kan belum boleh check in." kata lily
" kita main di pantai saja dulu, jadi untuk istirahat dan ganti pakaian bisa di bus dulu." kata vian
" iya sudah kalau begitu, aa bakalan betah deh main pasir waktu family gathering LNI dia kan masih kecil," kata lily
" tapi harus tetap di awasi terus." kata vian
mereka pun mandi dan setelah itu sholat magrib berjamaah, selesai sholat mereka pun makan malam bersama. Pak dede dan kak heri pun sudah ada di rumah, vian menyuruh mereka makan terlebih dahulu.
Selesai makan vian menyuruh haris dan putra untuk memasukan handuk dan selimut yang sudah di cuci, serta bantal ke dalam bis. Makanan dan minuman yang akan di bawa dimasukan juga.
Jam 8 pak bambang, pak menteri dan pak gubernur datang, melihat bus yang terparkir sangat mewah, mereka pun izin untuk melihat lihat dalamnya.
" ini mewah banget busnya, perjalanan jauh pasti nyaman." kata pak menteri
" iya pak, ini enak banget." kata pak gubernur, setelah melihat lihat mereka pun turun dan menemui vian
" saya sebenarnya ingin ikut, tapi masih ada kerjaan mudah mudahan saya bisa menyusul, saya mau titip iateri dan anak anak aja pak, maaf merepotkan." kata pak menteri
" sama saya juga pak, ada kerjaan yang enggak bisa di tinggalkan dan diwakilkan, mudah mudahan saya juga bisa menyusul nanti, bisa barengan sama pak menteri." kata pak gubernur
" sama mau nitip juga iateri dan anak ya pak." lanjut pak gubernur
" enggak apa apa pak, lagian kerjaan itu jauh lebih penting, nanti kabar kabar saja, untuk is terinya enggak usah khawatir lagian banyak yang lainnya." kata vian
" iya sih pak, anak anak juga sekarang jadi fokus du SPI sama adiknya pak vian," jata pak menteri
" enggak tau punya ilmu apa keluarga pak vian ini, sehingga bisa membuat anak anak semangat." kata pak bambang
" betul itu pak, saya sudah membujuk abak abak suoaya pulang berkarir disini, susahnya minta ampun, eh setelah kenal keluarga pak vian dia semangat mau berkarir disini, dia sampai menanyakan terus, pak jadi kan beli saham SPI." kata pak menteri
__ADS_1
jam 9.47 menit metrka pun siap siap berangkat, pak menteri dan pak gubernur pun pamitan, bus pun pergi dari rumah, yang membawa bus tersebut kak heri pak dede masih jadi kondektur.
De qinar tidur di kasur di dalam bus, sedang devan dan azka masih main di kasur yang lainnya. Para gadis mereka menyalakan karaoke, mereka bergantian bernyanyi, sedangkan vian membuat jopi lalu membawa ke depan supaya bisa merokok bersama pak dede dan kak heri, tujuan pertama dia ke rumah pak bupati, menjemput ibu siska dan nadia isteri endris yang tadi sore sudah di kasih tau kepada endris supaya menunggu di rumah pak bupati.
Jam 1.07 menit meteka sampai di rumah pak bupati, disana endris pun menunggu.
" kamu ngerjain saya nih." kata endris
" kapan lagi saya bisa ngerjain kamu." kata vian ketawa
ibu siska dan akbar serta nadia, Devina dan febry masuk ke dalam bus. Setelah pamitan mereka pun berangkat menuju rumah pak gubernur D.
" maaf pak, ibu saya malam malam nih datang kesininya." kata vian
" enggak apa apa, tadinya saya khawatir saya ditinggal." kata ibunya pak gubernur
" iya pak, ibu enggak mau diam tanya terus, ada kabar enggak, sudah sampai mana pak vian dan keluarganya." kata pak gubernur
ibu athia dan ibunya pak gubernur pun masuk ke bus
" baik pak, kita kabar kabar saja, sekali maaf saya menjemputnya dini hari begini, soalnya ada perubahan jadwal dari pabrik LA." kata vian
" enggak masalah pak, titip ibu dan isteri serta anak saya saja." kata pak gubernur D. Setelah pamitan vian pun pergi lagi menuju ke pangandaran. Yang lain sudah pada tidur, vian pun duduk bersama pak dede dan kak heri sambil merokok dan ngopi. Setelah itu vian tidur dan meminta pak dede kalau shubuh bangunkan dan mencari mesjid untuk sholat shubuh dan istirahat dulu.
Jam 4.40 menit mereka pun berhenti di sebuah mesjid agung untuk menjalankan sholat shubuh sambil istirahat menghirup udara pagi. Vian pun menanyakan posisi opik dan rombongan.
" masih lama pah." kata lily
" kurang lebih 1 jam setengahan lagi, jam 7an lah kita sampai." jawab vian
" tuh bus yang membawa rombongan LA pak, mereka baru sampai sini." kata pak dede
rombongan LA pun turun dari bus, mereka langsung pergi sholat shubuh.
__ADS_1
" kok bapak bisa duluan begini ya." kata opik sambil memperkenalkan isteri dan anaknya kepada vian dan lily, astrid, dilla dan shinta.
" memangnya kalian kemana dulu." kata vian
" tadi agak telat berangkatnya pak, soalnya menunggu beberapa karyawan." kata opik, para karyawan dan keluarganya pun menyapa vian dan yang lainnya.
" mau dibuatkan kopi pak. Kita santai saja ya" kata pak dede
" boleh, iya santai saja lah." kata vian, vian pun menyalakan rokoknya
jam 5.47 menit mereka pun naik ke bus untuk melajutkan perjalanan, marni disuruh membuatkan susu panas untuk diberikan kepada penumpang dan memberikan cemilan kepada mereka, vian duduk di depan sambil ngopi dan merokok sedangkan yang lainnya tidur kembali setelah minum susu.
Jam 7.17 menit mereka pun sampai di lokasi wisata pangandaran, setelah mendapatkan tempat parkir mereka pun turun untuk pergi melihat lihat pantai. Vian menyuruh opik untuk memberikan sarapan dulu kepada para karyawan dan keluarganya, sedangkan untuk keluarganya vian sudah membawa roti dan makanan lainnya di bus.
" papah ini dimana, kok aa melihat pantai ya." kata devan
" kita sudah sampai di pantai pangandaran a, kemarin malam kita kan pergi dari rumah." kata vian
" aa boleh main di pantai enggak pah." kata devan
" boleh dong sayang, tapi aa harus sarapan dulu ya." kata vian
" asyiiiiik, aa bisa main di pantai, azka, akbar, kak Devina dan febry kita main di pantai yu." ajak devan
" iya a, kita main pasir." kata azka
" mamah alat alat untuk main pasirnya di bawa enggak." kata devan
" dibawa dong sayang, nanti mainnya jangan berebut ya." kata lily
" oke mah," jawab devan
" iya tante." jawab yang lain
__ADS_1
Vian pun duduk sambil menyalakan rokok dan minum kopi menikmati angin laut, lily pun meminta di photo bersama vian di pantai, astrid, dilla dan shinta pun enggak mau ketinggalan, para gadia pun mengabadikan moment kebersamaan tersebut, ika pun membawa sample produk SPI untuk di photo, mereka enggak mau moment tersebut hanya di pakai untuk liburan saja dan yang lainnya pun setuju untuk melakukan hal tersebut.