
Bella pun pamitan dan pergi ke kantor SPI memakai mobil baru miliknya. Vian menghubungi pak ustadz dari panti asuhan mengundang untuk bisa menghadiri syukuran ulang tahun de qinar.
" papah nanti akan datang orang dari dekorasi ya, oh ya pah kita belum beli buat bingkisan loh, tadi kan buru buru." kata lily
" iya udah kalau gitu kita belanja, mamah enggak ada yang harus dikerjakan di kantor." kata vian
" enggak ada, iya sudah kalau begitu kita belanja, goody bag udah murthi kirim, jadi nanti kita tinggal masuk masukin makanannya.," kata lily
vian, lily dan shinta pun pergi berbelanja sedangkan astrid dan dilla istirahat di rumah. Sampai di mall mereka langsung berbelanja, lily dibantu shinta memilih makan apa saja untuk isi goody bag. Tak lupa lily juga membeli pakaian untuk de qinar, Setelah selesai mereka kembali ke rumah sebelumnya vian mengambil uang di ATM center.
Sampai di rumah lily, astrid, dilla dan shinta memasukan makanan ke goody bag dibantu sama orang tua dan mertua vian. Vian pergi ke taman memeriksa persiapan ulang tahun de qinar, vian membuat kopi lalu menyalakan rokoknya sambil melihat lihat yang sedang mengerjakan dekorasi. Vian menyuruh indra untuk merapihkan taman, tak lama pak dede datang membantu merapihkan dan menata kursi kursi.
" pak besok bus akan datang, mau langsung dibawa ke garasi L-Trans atau dibawa kesini dulu." kata pak dede
" dibawa kesini saja dulu pak de, saya pengen lihat dulu." kata vian
" iya sudah kalau begitu, besok dibawa kesini dulu." kata pak dede
" besok acaranya jam berapa pak." lanjut pak dede
" jam 10an, supaya sekalian makan siang." kata vian, tak lama lily datang menghampiri vian
" pah, ibu nurul nanti malam jam 7an sampai di bandara bisa ada yang jemput enggak ya." kata lily
" biar nanti anak anak dari L-Trans aja bu yang menjemput kalau enggak saya juga enggak masalah." kata pak dede
" iya sudah kalau begitu, terimakasih ya pak de." kata lily
" sama sama bu." kata pak dede
" ibu nurul sama pak gubernur enggak." kata vian
" enggak pah sendiri, katanya pak gubernur ada kerjaan." kata lily
" pakai mobil saya saja pak de, biar nyaman." kata vian
" baik pak." kata pak dede
__ADS_1
vian dan pak dede pun mengobrol di gazebo, mereka sambil menikmati kopi sambil merokok. Karena sudah magrib mereka pun sholat bersama di musholla lalu makan malam bersama, selesai makan vian, pak dede, pak adi, pak bowo dan wanto pergi kw gazebo. Tak lama pak gubernur B datang bersama isteri dan anaknya, lalu pak bambang, tak lama pak menteri UMKM datang bersama isteri dan anaknya yang baru datang dari luar negeri, lalu Pak menteri Pendidikan bersama keluarganya juga datang. Vian menyuruh indra untuk menyiapkan pembakaran jagung dan BBQ, mereka pun berkumpul di taman.
" kenalin nih pak vian anak saya anisa dan amira." kata pak menteri UMKM
" salam kenal Anisa dan amira, selamatbdatang di rumah kami ini." kata vian
" salam kenal juga om sama semuanya." kata anisa dan amira
" sebentar lagi anak anak sepantaran kalian datang, sekarang mereka baru selesai kerjanya." kata vian
" iya tuh mereka sekarang serius banget kerjanya. Si silvia aja dia fokus di rumah sakit." kata pak bambang
" iya pak, biarkan lah lagi semangat semangatnya bekerja." kata vian
benar saja tak lama ika, bella, silvy dan yang lainnya datang, vian pun mengenalkan anisa dan amira kepada mereka. Mereka pun mengobrol bersama dan mengajak makan malam bersama. Karena seumuran jadi mereka bisa langsung klop.
" pak vian harus siap siap menyediakan kamar untuk anak saya nih, kelihatannya mereka sudah klop tuh." kata pak menteri UMKM
" tenang pak, masih ada kamar kosong kok." kata vian
" iya pak menteri, tuh pak vian sedang membangun lagi malahan." kata pak bambang
" tenang itu pak, siapkan saja modalnya." kata pak bambang
" ngomong ngomong masalah modal, saya paling bisa setor besok pak untuk gabung di PBN saya ambil 10% dulu deh. Tapi saya cicil ya pak." kata pak menteri UMKM
" siap pak, enggak apa apa, saya minta kartu identitas bapak saja supaya di buatkan perjanjiannya." kata vian. Pak menteri pun memberikan kartu identitasnya, setelah vian photo lalu menyerahkan kembali ke pak menteri
" produk pertama sudah siap untuk di pasarkan pak, mudah mudahan minggu depan sudah tersedia di pasaran." kata vian
" mudah mudahan saja produk PBN di terima dipasaran." kata pak bambang
" aamiin." kata semuanya
Tak lama ibu nurul datang di jemput pak dede di bandara, selang beberapa menit pak gubernur D datang bersama iateri dan ibunya. Lily pun menyuruh mereka makan malam terlebih dahulu. Mereka pun menyalakan music.
" pak besok aku sama adik mau ikut ke kantor SPI ya pak." kata anisa
__ADS_1
" oke boleh, kamu mau ikut enggak ke pangandaran bersama keluarga pak vian." kata pak menteri UMKM
" ikut dong pak, sekalian aku ingin berlibur." kata anisa
" kak ika sama kak bella dan yang lainnya hebat loh pak, bisa mendapatkan omzet 4 milyatan per bulannya, jadi aku mau belajar sama mereka." kata amira
" iya, bapak juga sudah tau, makanya bapak dan ibu ajak kamu kesini, disini tuh keluarga pengusaha." kata pak menteri UMKM
" bapak bapak enggak ajak ajak ah kemarin ke KBB." kata pak menteri Pendidikan
" bukan enggak mau ajak, tapi lita tau pak menteri lagi sibuk." kata pak bambang
" beneran mau liburan ke pangandaran." kata pak menteri pendidikan
" betul dong pak, family gathering perusahan LA, tapi kita belum tau ikut atau enggak palingan isteri dan anak anak aja." kata pak menteri UMKM
Indra dan pak dede sudah membakar jagung, mereka pun menikmatinya sama susu panas.
" jam berapa pak acara syukuran de qinar." kata pak menteri UMKM
" jam 10an pak supaya sekalian makan siang.," kata vian
" kalau berangkat ke panhandaran hari apa." kata pak menteri UMKM
" hari kamis pagi pak." kata vian
" pak jagungnya enak banget, aku bakalan ketagihan ini." kata anisa
" iya nih kaya di puncak, tapi ini luar biasa enaknya." kata amira
" kalau mau jagung bakar ya kesini aja, gratis, disini selalu tersedia." kata pak bambang
" iya nih susu panasnya juga mantaaaap." kata anisa
" coba kalau kita makan di cafe, berapa dana yang harus dikeluarkan, disini gratiiiis, sana kalian bergabung sama adik dan adik iparnya pak vian." kata pak menteri UMKM
" iya pak." kata anisa dan amira
__ADS_1
Mereka pun bubar karena sudah malam, Vian memberikan kunci ke anisa dan amira, vian juga memberikan kunci kamar ke pak gubernur b, pak gubernur D, pak bambang, pak bupati. Vian pun masuk ke kamar bersama isterinya, mereka pun melakukan aktivitas suami isteri. Di pagi hari vian, lily dan shinta naik sepeda keliling komplek.