
Setelah melakukan hubungan suami istri yang sah, vian, astrid dan dilla tidur berpelukan di bawah selimut, mereka telah melewati malam pertama sebagai suami istri, astrid dan dilla telah menyerahkan mahkotanya kepada vian. di pagi hari vian bangun lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu membangunkan ke dua istrinya tersebut dan disuruh mandi bersih bersih karena vian ingin sholat berjamaah. astrid dan dilla menuruti perintah vian, mereka bergegas mandi dan melaksanakan sholat dengan di imami vian. selesai sholat astrid dan dilla mencium tangan vian dan vian pun memberikan kecupan ke kening mereka. setelah itu vian membuka jendela dan duduk di kursi. astrid memanaskan air. dilla membereskan tempat tidur.
" mas mau buat teh apa kopi.." tanya astrid
" kopi aja deh sayang." kata vian sambil menyalakan rokok
" mas merokok terus ih. kenapa lagi pusing ya." kata astrid
" mas lagi banyak fikiran aja." kata vian
" mikirin apa sih mas, karena kita ya." kata dilla
" gak kok, mas hanya mikirin kehidupan kita kedepannya. mas gak mau kehidupan kalian nanti susah." kata vian
" kita kan udah bentuk perusahaan mas, aku dan dilla pasti bisa ngembangin usaha itu, mas tenang aja ya." kata astrid
" mas belum yakin ke kita ya." kata dilla
" mas bukan belum yakin ke kalian, tapi itu perlu proses supaya kalian bisa, waktu proses itu mas juga gak bisa selamanya bersama kalian." kata vian
" mas, kita gak akan merepotkan mas dengan kehidupan mas sekarang. aku percaya kami bisa kok. kita juga gak akan menyalahkan mas." kata astrid
" iya mas, kita tau kondisinya mas seperti apa, kita menyakinkan mas sebagai suami, kita harus juga tau konsekuensinya." kata dilla
" makasih ya, mas sayang kalian." kata vian lalu memeluk mereka
" mas dari kemarin belum kirim pesan ke mba lho." kata astrid
" iya, mas lupa." kata vian, lalu vian mengirim pesan ke lily
" sayank lagi apa, maaf ya papah baru ngirim pesan, semalam papah ketiduran." kata vian
" ini lagi mandiin de qinar, papah gak apa apa kan." kata lily
" gak apa apa sayank, papah cuma kecapean aja, cuma perlu istirahat, mamah hari ini kemana." kata vian
" iya udah papah istirahat, jangan telat makan lagi ya. mamah palingan ke butik pah." kata lily
" iya kalau begitu, mamah jangan cape cape ya, jangan lupa sarapan." kata vian
__ADS_1
" iya papah sayank, papah pulang hari ini atau bagaimana." kata lily
" kayanya baru besok sayank, papah ini mau istirahat dulu, baru nanti ketemuan sama teman lagi " kata vian
" iya udah kalau begitu, yang penting papah jangan cape cape ya. kita selalu nunggu papah pulang." kata lily
" iya sayank makasih ya." kata vian
vian merenung " apa ini salah, sebagai seorang laki laki akan dipercaya atas omongan dan tanggungjawabnya, mah maafkan papah, papah cuma takut terus terusan dalam dosa sehingga akan menyebabkan kehancuran kita.".
" mas kenapa mba marah ya." kata astrid
" gak sayank, mba gak marah." kata vian
" mas nyesel ya nikahin kita." kata dilla
" gak kok sayank." kata vian
" mas, udah batalin aja rumah itu, nanti lagi aja belinya, kita masih bisa numpang sama orangtua kita kok." kata astrid
" iya mas, gak apa apa kok." kata dilla
" iya mas," jawab astrid dan dilla
" happy dong masnya, biar kita semangat." kata astrid sambil memeluk vian, dilla pun sama memeluk vian, vian pun memeluk mereka lalu mencium kening mereka berdua.
" apapun yang terjadi aku akan selalu mendukung mas, dan akan selalu sayang sama mas." kata astrid
" iya mas, aku juga, akan ada selalu buat mas." kata dilla
" makasih ya kalian udah sayang sama mas." kata vian, lalu melepaskan pelukannya di tubuh astrid, meminum kopi dan menyalakan rokok lagi. astrid memainkan perannya dia tidur di pangkuan vian, lalu tangannya mengelus pusaka vian dari balik celana, vian pun terpancing hasratnya lalu mematikan rokoknya, lalu tangannya mulai meremas bukitnya astrid, dilla pun mencium bibir vian, dan memainkan lidahnya. tangan vian yang sebelah pun memainkan di bukit dilla.
" mas dikasur aja yu." kata astrid manja. mereka pun pergi ke kasur untuk bertarung,
" mas tiduran aja, biar kita yang service mas." kata dilla. lalu dia pun berciuman bibir lagi, lalu dia membuka baju tidurnya yang sudah tanpa penghalang lagi dan memberikan bukitnya kepada vian. sedangkan astrid membuka celana vian lalu mengelus pusakanya dan memasukan ke dalam mulutnya, dilla pun ingin merasakan hal yang dilakukan astrid dia pun meminta gantian. bukit astrid sekarang sudah di mulut vian, sedangkan tangan vian mengelus di mahkota astrid.
dilla yang baru merasakan pusaka vian di mulutnya sudah tidak tahan, dia pun berjongkok diatas pusaka vian dan membimbing pusaka vian untuk memasuki mahkotanya, karena gelora ditubuhnya dia pun mencapai puncaknya dan lemas di samping vian, astrid mengambil posisi dilla memasukan pusaka ke mahkotanya. astrid pun menggoyangkan punggulnya lalu dia mencium bibir vian,
" mas bareng ya.. aku bentar lagi..." kata astrid lalu trus menaikan irama dan vian juga sudah gak kuat, akhirnya mereka mencapai puncaknya. astrid ambruk di atas tubuh vian. mereka istirahat sebentar lalu mandi bareng saling menyabuni lalu bersih bersih. wajah astrid dan dilla berseri seri walaupun jalannya agak sedikit berbeda.
__ADS_1
setelah rapi mereka pergi ke restoran untuk sarapan seperti seperti kemarin vian menambah 1 orang untuk sarapan. vian pun memutuskan untuk pulang ke jakarta besok siang jadi dia menambah lagi 1 malam di hotel tersebut, selesai mengurus kamar mereka pergi ke toko cafe, diperjalanan vian berhenti di supermarket untuk membeli makanan ringan dan minuman. setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke cafe
setiba di cafe vian duduk di depan sambil menyalakan rokok. vian juga memperhatikan kondisi sekeliling, sudah mulai ada yang datang ke toko buah, kebanyakan pembeli orang yang mau membesuk ke rumah sakit, dan ada juga pembeli yang sekedar lewat.
" waduh pengantin baru. selamat yaa." kata dea
" makasih ya, gimana rame gak." kata dilla
" alhamdulillah dil, hari ini udah banyak yang datang." kata dea
vian melihat kondisi buat cafe yang kelihatannya sudah selesai.
" dil, coba tanya ke mas bayu, tinggal apa lagi pengerjaan cafenya." kata vian
" iya mas, aku tanya ke mas bayu." kata dilla, lalu dia mengirim pesan ke mas bayu
" as, coba tanya ke bella apa dia sudah mengerjakan design buat promo itu." kata vian
" aku tanya ke dia mas." kata astrid, dia pun mengirim pesan ke bella
" kata bayu kalau yang di bawah tinggal finishing sedikit lagi, sama nanti siang akan dikirim meja dan kursi, terus lantai dua kan mau buat kantor, hari ini diselesaikan. jadi besok sudah bisa mulai operasional mas, dia bilang sore ini akan kesini mas," kata dilla
" iya udah siang kita belanja peralatan dapur dan yang lainnya, sama komputer dan mesin kasir." kata vian
" bella lagi di tempat print mas, sebentar lagi dia kesini." kata astrid
" as, coba tanya ke chef apa sore ini dia bisa datang, dan minta tolong ke dia beli bahan makanan untuk tester 10 porsi. nanti uangnya di transfer atau nanti diganti disini." kata vian
" baik mas, aku hubungi mereka." kata astrid
tak lama bella datang naik ojek online dengan membawa spanduk dan brosur, bella menyerahkan spanduk dan brosur tersebut. lalu vian menyuruh pak win untuk memasangnya.
" hallo mas, mba, kak dilla gimana malam pertamanya." kata bella cengengesan lalu menyalami mereka
" baik, kamu gak kuliah." kata vian
" gak mas, gak ada mata kuliah hari ini. jadi aku bisa bikin spanduk ini. ganti lho onhkos cetak sama ojek aku." kata bella lalu menyerahkan bonnya.
vian minum air putih lalu minum kopi kemasan setelah itu dia menyalakan lagi rokoknya.
__ADS_1