
Sehabis mengobrol dan karena waktu sudah malam, bapak bapak dan yang lainnya pun pergi masuk ke kamar masing masing. Disana masih ada vian dan lily, sedangkan Astrid, dilla dan shinta sudah terlebih dahulu masuk ke kamar. Vian masih duduk di kursi menikmati rokoknya karena belum habis.
" pah besok kan hari terakhir kita liburan disini, kita belanja oleh oleh aja dulu pagi ya." kata lily
" memangnya kita pulangnya jam berapa." kata vian
" sore pah, jadi kita bisa makan siang dulu di luar, kembali lagi kesini untuk beres beres lalu pulang, tapi kita juga besok pagi pas sarapan mamah akan bilang supaya barang barang sudah dirapihkan, jadi pas pulang kesini lagi enggak banyak yang harus dirapihkan lagi." kata lily
" iya atur saja sama mamah." kata vian
" iya pah... Makasih ya." kata lily lalu mencium vian
" mamah belum ngantuk." kata vian
" belum.. Mamah masih ingin bermesraan sama papah." kata lily
" iya udah kita di balkon dalam aja ya... Enggak enak anginnya kalau disini, nanti mamah sakit." kata vian. Vian pun mengajak lily masuk ke dalam resort, lalu duduk di balkon.
" papah mau dibuatkan kopi." kata lily
" boleh sayank, makasih ya." kata vian, lily pun membuatkan kopi dan susu cokelat untuk dia. Tak lama dia datang ke balkon lagi sambil membawa kopi dan susu cokelat untuk dirinya. Vian pun menyalakan rokoknya.
" papah sama mbak ada disini toh." kata astrid, tak lama dilla dan shinta datang menghampiri mereka
" besok kan kita mau pergi belanja untuk oleh oleh dulu, takut ibu merasa enggak enak mau beli apa apa. nanti papah siapkan uangnya. Kalian berikan ke mereka supaya ibu bisa lebih leluasa mau beli belinya." kata vian
" iya pah, makasih." kata lily, astrid, dilla dan shinta
" terus buat kita gimana." kata lily
" mamah pegang kan kartu debit. Kalau kurang nanti papah transfer, kalau enggak pakai aja uang kalian dulu nanti papah ganti." kata vian
" oke kalau begitu." kata mereka
" anak anak enggak rewel kan." kata vian
__ADS_1
" alhamdulillah enggak pah." jawab mereka
" alhamdulillah takutnya mereka kecapean aja terutama de avin dan de alea." kata vian lalu minum kopi dan menghisap rokoknya
" iya nanti setelah pulang mamah akan bawa anak anak ke dokter pah." kata lily
" atau enggak kita panggil aja dr. Silvy ke rumah ya." kata astrid
" lebih baik begitu, jadi enggak susah bawa anak anak ke rumah sakit. Udah kalian istirahat sana." kata vian
" enggak mau, maunya sama papah tidurnya." kata shinta
" pulang dari sini papah mau kemana lagi." kata astrid
" papah mau ke pabrik LA, bahas produk baru dan ke kampung papah." kata vian
" oh iya pah ibu katanya mau pulang dan mau bawa de avin soalnya saudara sama tetangga mau ketemu udah lama soalnya enggak pulang juga, ." kata astrid
" ibu juga katanya mau ikut." kata dilla
" iya udah minggu depan aja kalau begitu, sekalian papah cek perumahan LCI dan cek progres dillas." kata vian
" oh iya ya ada tamu, enggak enak kalau kita langsung ke surabaya." kata astrid
" lebih baik semuanya pulang dulu aja pah, enggak enak mencar mencar pulangnya, nanti kita agendakan aja kalau memang mau ke surabaya, mamah juga mau ke pabrik LCI juga sebenarnya bahas masalah produk." kata lily
" iya udah kalau begitu kita pulang aja dulu. tapi untuk bapak sama ibu kalau memang mau pulang duluan enggak apa apa kalian tanya aja, takut udah kangen sama rumah, belum di sewakan kan rumahnya." kata vian
" belum pah, iya udah kita tanya besok." kata astrid dan dilla
" iya udah kita istirahat yu udah malam." ajak vian, mereka pun masuk ke kamar, vian pun pergi ke kamar mandi terlebih dahulu. Di kasur isterinya sudah menunggu untuk melakukan olahraga malam
" harus di rayain malam terakhir disini nih." kata lily, lalu dia menyerbu vian terlebih dahulu, vian pun menyambut keinginan para isterinya itu. Setelah semuanya melepaskan gairah dan hasrat mereka, mereka pun tertidur dengan pulas.
Di pagi hari setelah mandi dan sholat berjamaah vian duduk di balkon, shinta membawakan susu panas, lalu duduk di sebelah vian dan menyandarkan kepalanya di bahu vian
__ADS_1
" maaf ya pah, aku enggak begitu leluasa lagi dan enggak bisa menemani papah kemana mana lagi." kata shinta
" iya enggak apa apa, lagian kamu kan sedang hamil sayang." kata vian
" oh iya mibta tolong ambilkan tas papah, kalian berikan uang ke ibu supaya enak nanti." kata vian, shinta pun berdiri mengambil tas yang diminta vian, setelah itu vian menyerahkan uang kepada lily, astrid, dilla dan shinta untuk diberikan ke orangtua mereka, vian juga meminta lily untuk menyerahkan uang ke ibunya. Vian juga menyuruh mereka untuk memberikan uang kepada adik adiknya astrid, dilla, dan shinta. Setelah itu mereka pun pergi sarapan.
" oh iya pak vian nanti saya sama isteri langsung ke surabaya ya, maaf enggak bisa ikut ke jakarta dulu, terimakasih banyak atas liburannya." kata pak gubernur L
" sama sama pak, enggak apa apa, saya juga kemungkinan akhir minggu depan mau ke surabaya mau koordinasi di LCI dan dillas sama ibu dan bapak katanya mau pulang dulu kangen rumah." kata vian
" enggak sekalian sekarang aja pak, bu, nanti biar saya antar ke rumahnya." kata pak gubernur L
" sepertinya enggak pak terimakasih, nanti bareng saja." kata pak wanto
" kalau jadi, kabari loh pak vian, sama nanti saya ada yang mau di koordinasikan sama pak vian masalah kerjasama dengan para petani dan pengusaha di daerah saya menindaklajuti pembicaraan semalam." kata pak gubernur L
" InsyaAllah pak, nanti saya kabari." kata vian
" benar benar gerak cepat nih pak gubernur ini." kata pak bambang
" harus pak, saya kan tinggal 2 tahun lagi masa jabatan saya, dan saya juga harus mempersiapkan kalau memang enggak menjabat lagi." kata pak gubernur L
" udah gabung kita aja di PBN pak, saya dan pak menteri UMKM sudah gabung." kata pak bambang
" boleh pak, nanti saya bicarakan sama keluarga pak seandainya saya tidak lagi melanjutkan untuk menjabat di pemerintahan." kata pak gubernur L
" saya sih maunya sudah aja mengabdinya, jadi kan kalau usaha sendiri mau liburan bareng keluarga pak vian bisa kapan aja." kata ibu nurul
" wah bu nurul sudah mempersiapkan liburan aja nih, mudah mudahan aja ya silaturahmi ini terus terjalin." kata ibu sisil
" aamiin." jawab mereka
" memang lebih enak mengurus usaha sendiri, jadi waktu kita bebas, apa yang dibilang sama ibu sisil betul banget, silaturahmi kita ini jangan sampai terputus, apalagi ada wadah dan tempat kita berkumpul. Mudah mudahan aja pak vian dan keluarga enggak bosen dan mau menampung kita kita." kata pak menteri UMKM
" saya malahan senang sekali pak, banyak saudara jadinya." kata vian
__ADS_1
" walaupun saya baru ikuyan gabung, saya merasakan kehangatan persudaraan disini, saya merasa diterima dan diakui sebagai saudara walaupun saya berasal dari daerah." kata pak bupati P.
Setelah sarapan mereka kembali ke kamar dan siap siap untuk pergi ke tempat oleh oleh.