Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Meninjau Lahan Pabrik LFI


__ADS_3

Selesai sholat mereka pergi makan malam bersama, jam 6.37 menit dr. Chandra dan yang lain datang, vian mempersilahkan mereka untuk ikut makan malam juga. Tak lama raka juga datang, vian juga menyuruh raka untuk ikut makan juga. Selesai makan vian merokok terlebih dahulu sambil menunggu yang lain selesai makan.


" besok saya mau pergi ke pabrik LA mau meninjau lahan untuk pabrik LFI, bapak mau ikut." kata vian


" mau sih, tapi kita masih ada kerjaan di YPL, maklum baru mulai operasional sekolah." kata pak bowo


" iya sudah pak enggak apa apa, lagian kan bapak sudah tau lahan untuk sekolah disana. Oh iya sebelum menandatangani akta pendirian perusahaan LFI ini, saya ingin menyampaikan bahwa susunan komisaris dan direksi untuk awal inisaya komisaris utama, komisaris, silvia, dr. Chandra direktur utama, dr. Azizah direktur keuangan, dr. Hilmi direktur marketing, dr. Husni direktur operasional, dr. Fakhri direktur HRD, saya mohon maaf karena tidak membicarakannya terlebih dahulu, kedepannya ini bisa berubah." kata vian


" iya pak enggak masalah." kata dr. Chandra


" besok aku ikut ya om, aku juga pengen tau." kata silvia


" iya sudah kalau memang kamu mau ikut, nanti kamu bareng sama saya." kata vian


" kami ikut juga kalau begitu pak, berangkat jam berapa dari sini." kata dr. Chandra


" maximal dari sini jam 7 pagi, tapi lebih pagi lebih bagus supaya sampai sana masih pagi," kata vian


" iya sudah kita usahakan jam 6 sudah ada disini pak." kata dr. Chandra


" iya sudah nanti kita bawa 2 mobil saja kalau begitu, takutnya pas pulang kita beda, saya sekalian mengecek yang lainnya juga soalnya." kata vian

__ADS_1


" baik pak kalau begitu." kata dr. Chandra. Vian membawa mereka ke paviliun untuk penandatanganan akta pendirian perusahaan LFI. selesai penandatanganan raka dan dr. Chandra serta yang lain pamitan pulang kecuali silvia.


" om nanti kira kira menginap enggak disana." kata silvia


" kalau om sih kemungkinan menginap, kamu terserah mau ikut menginap atau pulang sama dr. Chandra dan yang lain." kata vian


" aku lihat nanti deh om, tapi kalau aku menginap enggak apa apa om." kata silvia


" iya enggak apa apa, disana kan banyak kamar juga." kata vian


" oke kalau begitu om, nanti aku persiapan aja deh kalau begitu." kata silvia, vian dan silvia kembali berkumpul dengan yang lainnya. Vian membuat kopi lalu menyalakan rokoknya dan mengobrol dengan pak adi, pak bowo dan pak wanto.


" iya pak, karena disana sekaligus dilakukan pembangunan, kenapa pak." kata vian


" kalau memang bisa tetangga dan saudara bapak ada yang mau bekerja jadi kuli bangunan." kata pak wanto


" iya sudah bapak hubungi saja pak daryat untuk komfirmasi selanjutnya." kata vian


" baik kalau begitu nanti bapak hubungi pak daryat." kata pak wanto


" sama di YPL yang sekarang juga kan mau dibangun lapangan bulutangkis, lapangan futsal dan kolam renang, pasti bakalan banyak tenaga kerja yang dibutuhkan juga. Oh iya vian nanti yang mengurus lapangan itu biar koperasi karyawan YPL aja ya yang mengelolanya supaya mereka dapat tambahan juga." kata pak bowo

__ADS_1


" untuk sebagian tenaga kerja di YPL ini dari penghuni rusun. Untuk pengelolaan silahkan aja bapak atur." kata vian. mereka pun kembali ke rumah untuk istirahat. Shinta sudah mulai gelisah karena perutnya sudah membesar dan sebentar lagi mau lahiran. Vian pun mengusap usap punggung shinta. Shinta pun merasa nyaman sehingga dia tertidur. Vian memeluk shinta.


Di pagi hari setelah sholat shubuh, vian joging terlebih dahulu, selesai joging vian istirahat di teras depan. Setelah keringat turun vian pergi ke kamar untuk mandi dan siap siap untuk pergi. Pakaian yang akan dibawa sudah disiapkan oleh isterinya, shinta terus memeluk vian. Jam 6.27 menit semuanya sudah berkumpul, vian tidak membawa haris atau putra karena mereka harus jagain isterinya dan devan.


" kita sarapan di rest area aja ya." kata vian, lalu pamitan ke isterinya dan memberikan kecupan di kening isterinya, lalu pamitan ke orangtua dan mertuanya. Setelah itu mereka pun pergi, di mobil vian hanya bertiga vian, silvia dan pak dede aja. Jam 7.47 menit mereka tiba di rest area untuk sarapan, vian mengajak mereka ke tempat biasa dia kunjungi. Selesai sarapan mereka jalan lagi. Jam 9.37 menit mereka tiba di pabrik LA. Vian meminta dibuatkan kopi ke office boy LA, vian menyuruh yang lainnya memesan minjman juga. lalu duduk di saung bersama pak dede, vian menyalakan rokoknya.


" semua segmen bapak mau garap nih." kata pak dede


" mumpung ada yang ngelola dan mengerti tentang itu serta ada peluang." kata vian, vian memberitahu pak daryat bahwa dia sudah berada di pabrik LA dan sebentar lagi mau meninjau lahan untuk pembangunan pabrik LFI bersama tim LFI. Setelah istirahatnya vian mengajak semuanya ke lahan yang mau di bangun pabrik LFI, disana sudah di sambut pak daryat, vian meminta design pabrik dan lokasi yang akan di bangun pabrik, mereka pergi langsung ke lokasi, pak daryat menjelaskan alur keluar masuk kendaraan nantinya, proses limbah. Vian meminta dibangun kolam ikan setelah kolam pengelohan limbah, supaya bisa mengetahui air yang sudah di proses benar benar sudah tidak berbahaya. Vian belajar dari kejadian di pabrik PBN, pohon pohon yang masih bisa di pindahkan dari lokasi pabrik harus di pindahkan, jarak antara sekolah dengan pabrik pun harus jauh, supaya tidak mengganggu proses belajar mengajar dan supaya siswa sekolah terhindar dari udara pembuangan dari pabrik. Untuk itu vian meminta di sekitar pabrik dan sekolah di tanam pohon pohon.


" saya setuju dengan pendapat pak vian, lokasi pembangunan pabriknya disini, luasnya juga sudah sangat cukup dan memadai untuk pabrik farmasi." kata dr. Chandra


" kedepannya kita harus berkantor disini atau bagaimana?, karena kita juga masih harus menangani pasien." kata dr. Hilmi


" untuk awal sekitar 2 mingguan bapak dan ibu harus disini untuk mengawal proses opersional pabrik, dan mengatur manajemen yang akan bertanggung jawab disini, kedepannya maximal 1 bulan sekali mengontrol kesini." kata vian


" baik pak kalau begitu." jawab mereka


" saya juga akan membuka lowongan untuk posisi manajemen dan untuk karyawan operasional," kata dr. Chandra


" silahkan dr. Chandra mengatur itu semuanya, saya harapkan dengan adanya tim ini bisa lebih solid, saling bantu untuk kesuksesan perusahaan kita ini, kalau mendapatkan keuntungan bapak dan ibu juga akan merasakan sesuai dengan porsinya masing masing, jadi perusahaan ini milik bapak dan ibu karena dari sisi legal pun sudah jelas hak dan kewajibannya. untuk tempat tinggal sementara bapak dan ibu bisa di villa yang ada di pabrik LA." kata vian. Setelah meninjau langsung lahan pabrik LFi, ian mengajak mereka untuk pergi makan siang terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2