
Vian dan yang lainnya terus mengobrol disana membicarakan kelanjutan eksekusi produk tersebut.
" ini a, untuk kemasan produk kaoskakinya." kata ika sambil menunjukan design kemasan
" kalian pilih saja dan langsung naik cetak supaya pas barang datang bisa langsung dikerjakan." kata vian
" iya a, kita langsung suruh kerjakan ke percetakan. Sama nanti boleh ya kita mampir dulu ke pabrik LA yang disana." kata ika
" iya udah sekalian pulang." kata vian
Tak lama lily, astrid dan dilla datang kesana
" pah kita mau pulang jam berapa." kata lily
" habis makan siang aja ya, supaya santai di jalannya." kata vian
" iya kalau begitu. Biar kita santai dulu, lagian si aa masih asyik main tuh." kata lily
" terus mau makan dimana." kata vian
" di tempat kemarin aja pah." kata astrid
" iya pah disana enak, suasananya juga enak." kata dilla
" iya udah kalau begitu, jadi nanti kita habis makan siang langsung pulang ya." kata vian
" iya pah, mamah bilang ke yang lainnya juga." kata lily
" ada yang mau di bawa enggak dari sini, supaya opik menyiapkannya." kata vian
" yang seperti biasa aja pah, kalau untuk persiapan nanti banyak tamu yang mau pergi umroh bagaimana." tanya lily
" nanti aja biar opik yang bawa, supaya enggak terlalu lama juga." kata vian
Mereka semua pun merapihkan barang bawaan masing masing. Jam 11.37 menit mereka pun pergi ke rumah makan yang kemarin di kunjungi. Vian memberitahukan opik bahwa sehabis makan akan ke pabrik LA divisi makloon dan vian juga menyuruh opik untuk pergi ke jakarta 2 hari sebelum berangkat umroh dan disuruh membawa produk LA untuk menjamu tamu nantinya. Sampai disana mereka pun memesan makanan dan minuman.
Jam 12.47 menit mereka selesai makan lalu pergi ke pabrik LA, mereka pun mampir untuk membeli oleh oleh, baru setelah itu melanjutkan perjalanan lagi. sampai di pabrik LA vian dan yang lainnya turun. Ika dan teman temannya langsung melihat proses produksi, vian pun mengecek kondisi disana, sekarang memang lebih leluasa lagi sehabis divisi pengemasan pindah ke pabrik LA yang ada di daerah S. Opik pun menjelaskan bahwa untuk pengemasan sudah memakai mesin jadi orang yang melakukan packaging lebih sedikit lagi dan efisiensi waktu pengerjaan.
__ADS_1
" bagus pik, ini yang saya harapkan tanpa saya suruh kalian sudah punya ide tersendiri." kata vian
" terimakasih pak, kita ingin memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen." kata opik
" betul itu, walaupun LNI dan SPI perusahaan sama dengan LA dibawah naungan Livi Group akan tetapi pelayanan harus sama dengan yang lainnya." kata vian
" mesin kaoskaki baru akan datang 2 bulan lagi pak karena harus import." kata opik
" iya enggak jadi masalah yang penting kamu sudah melakukan pekerjaan kamu." kata vian
Setelah selesai mengobrol dan mengecek kondisi disana, vian dan yang lainnya pun pergi, mobil yang membawa nenek dan kakek vian serta neneknya lily langsung pulang, sedangkan minibus terlebih dahulu mengantarkan ibu siska dan akbar ke rumahnya, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan pulang ke jakarta. Selama perjalanan mereka bersenang senang dengan bernyanyi. Jam 5.47 menit mereka sampai di rumah, mereka pun mengambil barang bawaan masing masing lalu pergi masuk ke kamarnya, vian menyuruh ari dan bimo untuk tinggal di mess putra, sedangkan orang tua astrid dan dilla di rumah. Vian dan isterinya pergi ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian. Sehabis sholat magrib mereka pun berkumpil lagi untuk makan malam bersama, ibu zahra pun memberitahukan ke pak gubernur B bahwa dia sudah ada di rumah vian.
" mbak design untuk goodybag udah aku kirim ke mbak ya." kata bella
" iya dek terimakasih." kata astrid
" kirim ke aku trid designnya biar murti kerjakan." kata lily
" iya mbak nanti aku kirim ke mbak ya." kata astrid
" belum ada pak, ada apa gitu." jawab vian
" anak anak tim sekolahan mengajak bertemu di lokasi sekolahan." kata pak bowo
" iya sudah kalau begitu besok kita kesana." kata vian
" mamah enggak kesana enggak apa apa ya, besok mamah, astrid dan dilla serta ibu mau belanja keperluan acara 4 bulanan astrid dan dilla sama mau membeli perlengkapan untuk umroh." kata lily
" iya sudah enggak apa apa. Kita bagi bagi kerjaan aja." kata vian
selesai makan malam vian pergi ke gazebo diikuti pak bowo, pak adi dan pak wanto, vian menyalakan rokoknya begitu pula orangtua dan mertuanya.
" besok katanya sekalian mau datang calon guru guru yang sudah melamar ke yayasan livi." kata pak bowo
" bagus kalau begitu pak, jadi kita bisa menentukan rencana selanjutnya, supaya tahun ajaran ini bisa mulai beroperasi." kata vian
" iya, jadi kita juga harus menentukan siapa kepala sekolahnya dan gurunya, supaya proses perekrutan siswa sekolah bisa cepat dilakukan." kata pak bowo
__ADS_1
" coba sama bapak tanya ke tim, dan minta berapa rata rata gaji kepala sekolah dan guru supaya kita bisa ada perbandingan." kata vian
" iya nanti bapak minta." kata pak bowo
" sekalian kita lihat juga untuk sekolah SMP, SMU, SMK apa sudah layak untuk bisa menerima siswa baru, karena kan tidak akan semuanya di pergunakan dulu, kalau memang tidak menggangu proses belajar mengajar dan terutama asrama sudah bisa dipakai, kenapa enggak jalan sekalian." kata vian
" iya ya, kan enggak bakalan semua ruangan kepakai dulu, karena ini angkatan pertama." kata pak bowo
" berarti sekalian suruh tim untuk mencari saja untuk kandidat guru untuk sekolah lainnya juga." kata vian
" jadi sebelum berangkat kita bisa mengadakan dulu acara peresmian sekolah ya, undang saja pak gubernur D dan pak gubernur B, serta pak bambang, untuk menandatangani prasasti sekolah." kata pak adi
" betul pak, nanti undang juga walikota F dan dinas pendidikan untuk menyaksikan pembukaan sekolah tersebut." kata pak bowo
" ide bagus pak, biar besok kita bicarakan untuk persiapan peresmian sekolah sama perizinan pengoperasionalan sekolah tersebut." kata vian
" bangun prasastinya di dekat gedung yayasan aja vian." kata pak bowo
" iya udah saya telrpon pak daryat." kata vian, vian pun langsung menelepon pak daryat supaya besok bisa hadir di lokasi pembangunan sekolah, vian pun menanyakan pembaguan asrama dan ruangan kelas, pak daryat pun akan mengirimkan kondisi terakhir pembangunan sekolah. Vian pun menelepon shinta supaya besok pagi bisa hadir ke rumah untuk ikut ke lokasi sekolah.
Jam 7 pak gubernur B datang ke rumah vian, vian menyuruh pak gubernur untuk makan malam terlebih dahulu, setelah itu vian menjelaskan kepada pak gubernur bahwa sebelum berangkat umroh akan dilakukan peresmian sekolah, vian meminta beliau untuk berkenan hadir.
" insyaAllah pak saya bisa hadir kalau tidak jadwal lainnya." kata pak gubernur
" ini memang terkesan mendadak karena saya baru sadar bahwa tahun ajaran baru sekolah akan di mulai sebentar lagi." kata vian
" terus untuk guru gurunya bagaimana pak." kata pak gubernur
" besok akan datang ke lokasi sekolah, dan kalau bapak ada rekomendasi boleh juga pak." kata vian
" nanti saya akan tanyakan ke beberapa anak didik saya, barangkali saja mereka mau bergabung di yayasan sekolah bapak." kata pak gubernur
" saya juga meminta bantuan bapak untuk memberi masukan untuk masalah kurikulum." kata vian
" nanti saya kasih masukannya pak." kata pak gubernur
vian menerima photo pembangunan sekolah, dia pun memperlihatkan kepada mereka.
__ADS_1