
Tak lama ibu siska, Lily, Astrid, Dilla, Bu Ningsih, Bu retno, Bu Sri, dan Bu Asti datang ke Aula, Ika, Bella, Lusi dan Mitha pun ikut.
" Nah bapak bapak perkenalkan istri saya Ibu Siska." kata pak bupati, bu siska pun menganggukan kepalanya.
" pak vian yang 4 gadis ini siapa jangan ngaku istri bapak juga." lanjut pak bupati uang baru melihat Ika, Bella, Lusi dan Mitha
" itu adik saya ika, yang itu Bella adik ipar, kalau yang itu teman teman adik saya." kata vian
" kirain istrinya lagi, jadi setiap saya ketemu pak vian nambah istri terus." canda pak bupati
" bapak bapak perkenalkan ini ibu saya ibu ningsih, yang itu ibu retno, ibu asti dan ibu sri ibu mertua saya. nah ini istri saya Lily, Astrid dan Dilla." kata vian
" kamu benar benar ya vian punya istri cantik cantik, akur lagi." kata topan
" makanya saya juga mau gandeng pak vian untuk terjun di dunia politik bersama saya, menurut bapak bapak gimana." kata pak bupati
" setuju pak." jawab mereka
" gimana saya bisa mengayomi warga sedangkan saya masih harus kerja ngurus usaha." kata vian
" tambah gak ada waktu buat kita dong pak." kata lily
" memang waktunya pak vian bersama ibu kurang." kata pak bupati
" setiap saat ada pak, tapi maksud saya kalau dia seperti bapak waktu bersamanya akan berkurang. tadi ibu siska bicara ke saya." kata lily
" ibu jangan bilang bilang dong." kata pak bupati
" emang kenyataannya gitu kok." kata ibu siska, setelah itu mereka pamitan masuk ke villa lagi
" jadi udah tau ya sekarang jangan ada kecurigaan. saya juga menekankan kalau ada apa apa jangan main hakim sendiri, berdialog dulu sebeljm memutuskan nanti malahan bapak bapak yang rugi, saya ambil kasus pak vian di pabriknya waktu itu, beliau mendirikan pabrik sesuai dengan aturan yang ada, membantu pengangguran didaerah sana, eh ada sekelompok orang sok jagoan, meminta jatah, mau mengatur karyawan, mempropokasi warga sampai berbuat anarkis, coba dia mau berdialog mungkin sekarang mereka bisa mendapatkan pekerjaan bukan mendekam dipenjara, dan saya juga kasih tau bahwa pak vian pakai fatwal bukan karena dia ingin bergaya tapi kami selaku pihak pemerintahan yang merasa sudah dibantu dari segi pendapatan daerah, menurunkan penganguran, berkewajiban memberikan keamanan bagi warganya dan menyarankan kalau beliau masuk ke daerah KBB harus dikawal karena khawatir ada pihak pihak yang tidak bertanggungjawab ingin mencelakai pak vian." kata pak bupati
" ngomong ngomong bagaimana luka bacoknya pak." lanjut pak bupati
" sudah dijahit pak dan alhamdulillah sudah sembuh." jawab vian
" iya juga sih, kalau belum sembuh gimana ngangkat 3 istri." kata pak bupati, disambut ketawa yang hadir disana
__ADS_1
" o iya pak camat, apa potensi dari kecamatan ini." kata vian
" pertanian, perkebunan dan perikanan pak." jawab pak camat
" saya nanti minta data hasil pertanian apa saja, perkebunan apa saja. untuk perikanan saya juga lagi membutuhkannya. apakah bisa pola tanamnya kita bisa atur, seperti di kampung ini" kata vian
" nanti kita bahas pas penyuluhan pak." kata pak camat
" saya sarankan pihak kecamatan membentuk sebuah koperasi yang menaungi kelompok kelompok tani, jadi nanti perusahaan kami bekerjasamanya dengan koperasi tersebut. kedepannya koperasi bisa mengontrol harga pangan di daerah sini khususnya. dan nanti juga kalau ada yang dibutuhkan warga bisa kami pasok." kata vian
" baik pak besok kita akan diskusikan dengan jajaran." kata pak camat
" saya setuju tuh pak, sesegera mungkin bentuk, desa juga sama walaupun kecil untungnya tapi kalau quantitynya banyak kan lumayan. pemberdayaan masyarakat harus ditingkatkan." kata pak bupati
" kami juga ingin kelompok tani yang ada disini memiliki payung hukumnya supaya bisa lebih tertib." kata topan
" iya nanti saya akan suruh dinas untuk membuat payung hukumnya." kata pak bupati
" hal seperti ini harus terus dibangun, sering berkomunikasi dengan warga, menerima masukan dan jangan alergi terhadap kritikan." lanjut pak bupati
sambil mengobrol mereka menikmati kopi dan jagung bakar
" kedepannya saya berharap pak vian bisa membantu kami." kata pak camat
" selagi saya bisa insyaAllah pak, tapi sebelumnya saya sampaikan kalau saya tidak bisa hadir mohon dimaklum, karena saya pekerja juga dan ada beberapa usaha yang baru akan dimulai. jadi bapak kasih kabar saja dulu biar saya bisa sesuaikan jadwal" kata vian
" baik pak terimakasih sebelumnya." kata pak camat
" benar benar lebih sibuk dari saya." kata pak bupati
" ya gimana lagi pak, saya masih harus turun tangan, peresmian rumah sakit akhir bulan ini karena perusahaan sebelumnya hanya memberikan waktu sampai akhir bulan ini untuk memberikan gajinya. awal bulan saya ke surabaya peresmian pabrik memang sudah ada aktivitas tapi karyawannya sudah di PHK sebelumnya jadi seperti dari nol lagi walapun karyawan yang di PHK ditarik bekerja kembali disana. pembukaan perusahaan adik, sama pembangunan komplek sekolah." kata vian
" saya salut, selain memikirkan keuntungan pribadi bapak juga memikirkan orang lain." kata pak bupati
" saya merasakan bagaimana tidak memiliki penghasilan, sedangkan kebutuhan terus berjalan, dan kalau udah urusan perut bisa lari ketindak kejahatan." kata vian
" betul itu pak, saya setuju dengan pendapatnya, makanya saya selalu mendukung bagi orang yang mau berinvestasi di wilayah KBB ini." kata pak bupati.
__ADS_1
" bapak menginap disini." kata pak camat
" iya, anak saya gak mau pulang, lagi anteng main sama anaknya pak vian." kata pak bupati
" kalau begitu saya pamit pulang pak, terimakasih banyak nih ilmunya. sampai ketemu lusa pak" kata pak camat lalu pergi bersama pak kades, para warga pun berangsur angsur pulang. melihat warga sudah pada pulang lily dan yang lainnya datang.
" pah aku mau jagung bakar sama BBQan," kata lily
" iya sayank boleh. panggil yang lainnya juga biar sama sama disini, kapan lagi kita bisa ngobrol bareng pak bupati santai begini." kata vian. tak lama pak dede dan yang lainnya datang, mereka langsung membakar jagung dan daging BBQ menikmati malam bersama.
" saya suka suasana seperti ini dengan kekeluargaan dan kebersamaan sangat menyenangkan." kata pak bupati
" terkadang dengan mengobrol seperti ini keluar ide ide untuk pengembangan usaha." kata vian
" enak nih jagung bakarnya." kata ibu siska
" saya juga ketagihan bu, apalagi pakai saus. di rumah setiap kumpul kita selalu bakar jagung." kata lily
" di cafe surabaya ada menu jagung bakar bu." kata astrid
" oh gitu, hebat ada terobosan." kata ibu siska
" itu bu saus yang enak itu disana di buat sama chef." kata lily
" kapan kapan harus coba tuh." kata ibu siska
" nanti saya coba tanya bisa dibawa gak sausnya." kata lily
" terimakasih sebelumnya, anak juga suka tuh makanan produk LA, katanya enak." kata ibu siska
" jagung juga produk LA bu, susu panasnya enak juga." kata lily. lalu lily mengajak astrid dan dilla mengambil susu ke dalam villa, tak lama mereka kembali membawa susu dan menghidangkannya ke yang ada disana.
" terimakasih ya sayank." kata vian
" sama sama." kata lily, astrid dan dilla
mereka pun menikmati susu dan jagung bakar, vian pergi menjauh lalu menyalakan rokok. karena sudah malam mereka pun masuk untuk istirahat.
__ADS_1