Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Persiapan 4 bulanan Astrid dan Dilla 1


__ADS_3

Vian masih mengobrol sama opik dan pak dede, vian pun menyalakan rokoknya sambil minum kopi dan makan jagung bakar. Setelah selesai mereka pun bubar, vian masuk ke villa dan tidur di tengah tengah isterinya.


Di pagi hari vian membangunkan isteri isterinya, setelah itu pergi ke depan villa dan duduk disana, lily membuatkan susu panas dan memberikannya ke vian.


" terimakasih ya sayank." kata vian


" iya papah, aku enggak nemenin ya, mau istirahat lagi." kata lily


" iya udah." jawab vian


vian pun menualakan rokoknya, tak lama pak bambang dan pak gubernur B datang, mereka pamitan mau ke jakarta, vian pun mengantar mereka ke parkiran, pak edi sudah siap disana, vian memberi uang untuk isi bensin dan makan pak edi. Pak gubernur B dan pak bambang pun pergi.


Tak lama pak wanto datang menemui vian.


" bagimana kabarnya pak, maaf saya baru bisa menyapa bapak." kata vian


" enggak apa apa, bapak mengerti posisi kamu, bapak malahan bangga punya menantu yang dikelilingi para pejabat." kata pak wanto


" bapak mau di buatkan minum apa." kata vian


" susu panas kayanya enak nak." kata pak wanto, vian pun masuk ke villa lalu membuatkan susu panas untuk bapak mertuanya.


" terimakasih nak, dilla kemana." kata pak wanto


" mereka habis shubuh istirahat lagi pak." kata vian


" luas juga ya pabrik LA ini," kata pak wanto


" iya pak, disini hanya untuk pengolahan produk frozen food dan minuman aja, sama baru dipindah juga untuk proses packing hasil pertanian dari kantor 1 lagi dari sini kurang lebih 40 menitan." kata vian


" kalau pabrik minyak itu disini juga." kata pak wanto


" enggak pak, 7 menitan dari sini kesebelah sana." kata vian sambil menunjuk


" di pisah karena khawatir pengolahan limbahnya dan ada wacana untuk di pisah dari LA." lanjut vian


" ini pabrik beroperasi 24 jam nak." kata pak wanto


" iya pak 3 shift, karena sayang kalau berhenti produksi dan kalau dimatikan harus lama lagi prosesnya." kata vian


" berapa karyawan disini nak." kata pak wanto


" kurang lebih 300 orang sama yang mengurus peternakan, belum yang mengurus lahan pertanian." kata vian


" yang bertanggung jawab disini siapa." kata pak wanto


" pak opik, dia yang mengurus perusahaan LA." kata vian

__ADS_1


pak adi dan pak bowo datang, mereka pun pindah ke saung diatas balong ikan untuk mengobrol, vian sambil menghisap rokoknya, pak adi, pak bowo dan pak wanto pun ikutan. Pak bowo mengambil alat pancing lalu dia pun memancing.


" kalau seperti ini kayanya mess perlu di perluas ya sama kamar tamu." kata pak bowo


" iya pak, nanti habis pulang umroh seklaian membangun gedung livi group." kata vian


" bapak enggak nyangka kamu bisa kenal sama pejabat pejabat." kata pak adi


" itu berkat silaturahmi pak," jawab vian


" boleh kamu berteman, tapi kamu juga harus bisa hati hati." kata pak adi


" iya pak, terimakasih." kata vian


" terus apalagi rencana kamu, apa mau membuka usaha baru lagi." kata pak bowo


" belum kefikiran pak, sambil berjalan aja sama membesarkan usaha yang sudah ada dulu." kata vian


" iya, jangan terlalu ambisi membuka usaha baru khawatir yang sudah berjalan terbengkalai walaupun sudah ada orang profesional yang mengurus tetap aja kamu harus melakikan kontrol." kata pal adi


" makanya itu pak, aa mau bangun gedung livi group supaya lebih memudahkan pengawasan, nantinya akan dibuatkan system pelaporan dan pengawasan perusahaan." kata vian


" terus itu rumah sakit gimana apa sudah ada perkembangan." kata pak bowo


" ada pak, tapi saya enggak banyak menuntut kalau ke rumah sakit yang terpenting operasional rumah sakit itu tertutupi aja dulu." kata vian


" insyaAllah pak untuk ajaran tahun pertama sudah di alokasikan, untuk itu saya berharap bapak sudah bisa membentuk tim kantornya." kata vian


" nah itu dia yang harus kita bicarakan, apakah nanti per lembaga mengurus masing masing atau di urus dari yayasan." kata pak bowo


" kalau menurut saya sih nanti biar tiap lembaga saja yang mengurus untuk masalah operasionalnya, tapi keuangan yayasan yang mengatur, tiap lembaga nantinya mengajukan anggaran." kata vian


" bapak setuju tuh, supaya pengawasan bisa berjalan juga." kata pak bowo


" kaya penerimaan guru, dosen dan staf lainnya yayasan harus mengetahui, jadi setiap lembaga membutuhkan tenaga pengajar dan staf, mereka mengajukan ke yayasan terlebih dahulu supaya kontrol terhadap tenaga pengajar bisa dilakukan." kata vian


" sebenarnya untuk tim yayasan bisa langsung bicara sama tim yang sudah ada teman temannya lily pak, tinggal sama bapak di arahkan saja." lanjut vian


" iya ya bapak lupa, nanti lah habis pulang umroh kita ngumpul karena kan TK sama SD 2 bulan lagi sudah bisa beroperasi." kata pak bowo


" kalau enggak minggu ini aja pak, suruh mereka le rumah atau ke janjian langsung di lokasi sekolah." kata vian


" iya sudah kalau begitu, minggu ini ya." kata pak bowo


" soalnya saya khawatir dengan waktu 2 bulanan ini apa bisa mencari staf pengajar dan muridnya." kata vian


" tahun ajaran baru sebentar lagi ya. Kita harus kerja nih pak adi." kata pak bowo

__ADS_1


" enggak kerasa ya waktu, kalau enhgak coba saja di group pak di monitor." kata pak adi


" benar benar, saya monitor di group dulu kalau begitu." kata pak bowo, ia pun pergi ke kamarnya mengambil handphone lalu kembali ke saung.


" mudah mudahan saja mereka bekerja, karena saya juga sudah alokasikan dana setiap bulan untuk mereka." kata vian


" bapak yang salah, enggak mengawasi mereka." kata pak bowo


" kita dimanjakan kamu a, jadi kita tenang aja." kata pak adi


" bener pak, kita terlena jadinya." kata pak bowo


" saya juga minta maaf, karena harus banyak keluar ngurus yang lainnya, hari rabu besok saya ke karawang cek pabrik LNI dan janjian sama pak gubernur D sekalian cari pemasok gabah dari sana." kata vian


" jum'atnya kemungkinan kita mengadakan acara 4 bulanan astrid dan dilla, minggu depan kita harus fokus ke persiapan umroh. Oh iya pak apa ada tradisi di keluarga bapak." lanjut vian


" enggak ada nak, sama saja, palingan pengajian saja." kata pak wanto


" iya kalau begitu kita undang saja anak panti asuhan ya." kata vian


" bagus itu nak, insyaAllah doa mereka lebih mustajab." kata pak wanto


" jadi harus dipersiapkan untuk acara 4 bulanan astrid dan dilla itu dari sekarang." kata vian


" nanti bapak bicara sama ibu dan ibu asti barangkali mereka ada kebiasaan yang harus dilakukan." kata pak wanto


" lebih baik begitu pak, nanti kalau ada yang perlu di persiapkan bicara saja sama saya." kata vian


" iya nak." kata pak wanto


" ini cucu pertama dong ya pak." kata pak bowo


" betul pak." jawab pak wanto


" pak adi cucu ke tiga dan ke empat." kata pak bowo


" iya pak, untung saja si aa kelihatannya sayang sama calon adik adiknya itu." kata pak adi


" betul, anak itu luar biasa pintar." kata pak bowo


" kelakuannya kaya anak udah gede aja." kata pak adi


" tahun ini sekolahin di TK A Livi aja ya vian." kata pak bowo


" iya pak, kelihatannya dia udah mau sekolah." kata vian


" iya biar kita bisa sekalian ke yayasan dan nenek neneknya ke restoran." kata pak adi

__ADS_1


mereka pun terus mengobrol, jam 6 devan datang menghampiri vian.


__ADS_2