Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Vian marah


__ADS_3

Di malam hari mereka sekeluarga makan bersama, dan lily bilang masih ada acara bakar jagung dan BBQ jadi sisakan perutnya...


jam 8 pak bambang dan keluarganya datang ke resort yang di tempati vian, vian memperkenalkan keluarganya. lily menawarkan makan dan BBQ, lily mengobrol dengan istri pak bambang, sedangkan vian mencari tempat lain untuk mengobrol, vian menjelaskan latar belakang dia dan usahanya.


Pak bambang menikmati suasana kekeluargaan vian, sehingga mereka lebih akrab lagi, vian juga menjelaskan bahwa resort ini milik mertuanya dan meminta pak bambang untuk memberikan testimoni dan meminta izin untuk di tampilkan di media sosial resort.


jam 10an pak bambang pamit dan dia bilang kalo ke bali lagi akan mencoba menginap disana. dan pak bambang meminta kalo nanti di jakarta vian berkenan untuk bisa bertemu kembali.


setelah pak bambang pergi vian dan yang lainnya meneruskan acara bakar jagung dan BBQ, jam 11 acara selesai, mereka masuk ke dalam kamar masing masing untuk istirahat.


di pagi hari mereka melakukan sarapan dan mereka merencanakan pergi jalan jalan kecuali pak bowo dan vian karena ada meeting lagi dengan manajemen. lily memakluminya karena mereka ke sana bukan mau liburan tapi ada kerjaan. pak bowo mendapat kabar dari pak made bahwa ruangan meeting ada uang mau sewa jam 1an habis makan siang, pak bowo koordinasi dengan vian menanyakan hal itu. vian mengusulkan meetingnya dimajukan saja jam 10 ini.


jam 10 an mereka pergi jalan jalan, vian dan pak bowo pergi meeting. vian menanyakan progress yang kemarin disuruh. astrid mengabarkan bahwa yang follow, like dan komen ada peningkatan 25% dari sebelumnya. dan ternyata yang pesan ruangan meeting itu dari hasil iklan di sosial media. astrid pun menuturkan bahwa testimoni pak bambang mendapatkan ratusan like, puluhan komen.


"kerja bagus buat kalian semua. saya harap dengan performa terus meningkat dan perbaikan fasilitas disini peluang kita akan lebih bagus lagi." kata vian


disaat meeting pak bowo menerima telepon dari ibu retno.


"hallo pak... bapak bisa cepat kesini gak pak." kata bu retno dengan nada tidak teratur


" iya bu... kenapa... ibu dimana" tanya pak bowo


" ini pak ada kajadian.... cepat bapa kesini sama vian, ibu kirim lokasinya ya... cepat pak." kata bu retno."


" ada apa pak." tanya vian


" ibu kamu bilang ada kejadian..kita disuruh cepat kesana." jawab pak bowo


setelah telepon di tutup pak bowo menerima lokasi. pak bowo meminta vian untuk segera pergi, dan meminta pak made menyiapkan mobil karena ada kejadian menimpa keluarganya. pak made juga menyuruh anak buahnya untuk pergi bersama. pak dede yang tadi gak ikut karena meeting sama vian, pergi bersama vian. setelah itu mereka pergi dengan kecepatan menuju lokasi kejadian


di lokasi kejadian sudah rame orang. dan hanya menonton saja. si putra dan si haris pun sama. devan yang sangat ketakutan menangis ketakutan dan ditenangkan sama lily, bu ningsih dan bu retno. lilis yang tadi kena tamparan saat melindungi devan sedang dipeluk evi.


pa adi yang berusaha melindungi keluarganya yang disudutkan para brandal itu sudah tidak tahan menahan emosinya. pak adi melawan orang orang yang mau melukai kelaurganya itu


" PLAAAK..." " PLAAAAK... " PLAAAAK." pak adi menjatuhkan beberapa orang, karena banyaknya orang yang menyerang pak adi kewalahan dan dia kena tinjuan juga... " plaaaaak" pak adi terhuyung


"pak... jerit bu ningsih dan yang lainnya."

__ADS_1


15 menit vian dan yang lainnya sampai. vian buru buru turun dan mendatangi keluarganya. vian gak menghiraukan orang orang yang berada disana. disaat orang brandal lain mau menyerang pak adi.. vian menendang orang tersebut. "Buuuumm, plaaaak.. Kreeeek..." vian sudah tidak bisa lagi mengontrol emosinya melihat bapaknya terhuyung


"Bajingan maju semuanya." kata vian


" wah datang lagi orang kampungan... udah hajar..." kata brandal sepertinya dia ketuanya


vian mendapatkan hawa hangat di tubuhnya. menangkis serangan serangan para brandal itu. orang orang bawahan pak made ikut membantu vian. akhirnya para brandal itu terkapar tinggal 2 orang brandal lagi..


" maju bajingan kalo kalian ingin mati." kata vian... vian pun mengirimkan tendangannya ke pada ketua brandal itu " Plaaaak, Kreeek" suara dari ketua brandal dan satu orang lainnya.


" Bangsat lw, gw akan bilang sama bokap gw supaya lw di penjara, bokap gw kepala polisi." kata ketua brandal


" Gw gak takut walau lw anak siapa juga, yang jelas lw udah bikin keluarga sakit. lw akan mati." kata vian


Disaat vian mau melakukan pukulan ke orang itu..


" Aa jangan..." teriak pak adi, pak adi meminta air dan menyerahkan kepada vian sambil sempoyongan. vian meminum air itu dia sedikit mereda emosinya. anak buah pak made meringkus para brandal yang sudah terkapar.


dilokasi kejadian masih rame. pak bambang dan istrinya lewat dan melihat kejadian tersebut.


" dimana bu." jawab pak bambang


" itu pah di tengah tengah keruman. jangan jangan dia lagi kena masalah." jawab bu bambang.


" ya udah pak berhenti dulu, saya mau turun." kata pak bambang ke sopirnya.


pak bambang pun menghampiri ke arah keruman dan ditemani para polisi patwal, dan benar pak bambang melihat vian sedang minum air.


ketua berandal itu melihat polisi nyalinya timbul lagi.


" lihat lw mampus lw masuk penjara." kata ketua brandal sambil menunjuk ke vian


" gw gak takut. berdiri lw." kata vian sambil memegang kerah kaos brandal itu


" pak dia, udah menghajar saya, tangkap pak, saya anak kepala polisi daerah x." kata ketua brandal.


pak bambang mendatangi vian

__ADS_1


" ada apa nih pak vian." kata pak bambang


" saya gak tau kejafian awalnya, pas saya datang bapak saya sudah di pukul jadi saya menghajar mereka." jawab vian


pak bambang dan polisi pun mendengarkan keterangan dari bu retno


" tadi kami sedang jalan, devan cucu saya sedang makan es cream, tanpa sengaja dia menabrak orang itu. cucu saya sudah meminta maaf tapi mereka malah langsung menamparnya tapi kena lilis pengasuhnya. mereka terus menyerang kami, putra dan haris yang selalu jaga kami pun kena pukul mereka, akhirnya pak adi orang tua vian menghajar brandal itu tapi karena mereka banyak pak adi pun kena pukul dan terjatuh, di saat pak adi jatuh mereka mau menyerang lagi vian datang dan anak buah pak made penanggung jawab resort datang." kata bu retno menjelaskan


pak bambang dan polisi pun melihat orang orang yang diceritakan bu retno. polisi itu pun memanggil bantuan dari polsek setempat. pak bambang menghampiri ketua barandal itu.


" siapa nama kamu." kata pak bambang


" saya viktor pak, saya anak kepala polisi daerah x." jawab viktor


" kenapa kamu memukul anak kecil itu dan yang lainnya." tanya pak bambang


" saya tadi lagi jalan. eh ketubruk anak kecil itu, es creamnya tumpah ke baju saya." jawab victor


" cuma gara segitu kamu marah sampai buat orang lain terluka." kata pak bambang


" saya marah karena saya mau senang senang pak, baju saya jadi kotor gak enak jadinya." jawab vicktor


" kamu melakukan seperti ini karena kami merasa bapak kamu kepala polisi, dan sudah sering melakukan hal kaya begini." tanya pak bambang


" iya pak." jawab victor


polisi yang ada disitu akhirnya membenarkan apa kata ibu retno. vian dan yang lainnya adalah korban yang membela diri. pak bambang langsung telepon ke atasan bapaknya victor. pak bambang meminta supaya bapaknya victor jabatannya di copot dan dimutasikan ke daerah perbatasan alasanya karena jabatan bapaknya dimanfaatkan oleh anaknya supaya bisa menindas orang lain, itu akan menurunkan citra kepolisian sebagi pengayom masyarakat.


" udah pak tangkap saja orang itu." kata vicktor


setelah bicara dia menerima telepon dari bapaknya


" anak sialan bikin ulah apa lagi kamu. karena kamu bapak mu di copot dan dipindahkan ke perbatasan." kata bapaknya victor langsung menutup telepon


victor yang mendapat telepon langsung duduk lemas. dia tidak akan ada lagi orang yang menolongnya. tak lama polisi bantuan pun datang setelah dijelaskan oleh polisi yang ada disana, mereka membawa victor dan anak buahnya ke polsek


pak bambang menyuruh vian membawa keluarganya ke rumah sakit untuk di obati. vian dan keluarganya mengucapkan terimakasih

__ADS_1


__ADS_2