Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kunjungan keluarga


__ADS_3

Setiba di Cafe mereka turun mobil, bella mempersilahkan untuk masuk dan duduk. lily yang ingin tau pun menanyakan kepada astrid dan dilla sampai ke kantor kantor.


" tante aa pengen ice cream ada gak." kata devan


" disini gak ada aa, kita beli di supermarket aja ya." kata bella


" bell dia anak siapa." kata dea


" ini anak mas vian." kata bella


" terus yang tadi jalan sama dilla siapa." kata dea


" itu mbak lily istri pertama mas vian, itu adiknya, orang tua mas vian, orang tua mbak lily." kata bella sambil menunjuk mereka


" jadi kemarin tuh astrid sama dilla kesana." kata dea


" iya, mbak lily ajak mba astrud sama kak dilla untuk memberikan kejutan ulang tahun mas vian." kata bella


" bell ini uang hasil kemarin sama laporannya." kata dea


" nanti aja kasih ke kak dilla." kata bella, bella pun memberikan menu ke mereka untuk memesan makanan atau minuman


" mas mau nitip beli rokok atau minuman lain, aku mau ajak si aa beli ice cream." kata bella


" boleh beliin 2 bungkus rokok ya dan beliin berapa ice cream." kata vian lalu menyerahkan uang ke bella, bella mengajak ika untuk pergi ke supermarket. haris juga ikut untuk jaga jaga.


" kak ika emang selalu dijaga begini ya." kata bella


" gak juga sih, tapi semenjak aa kena bacokan di tangannya bapak mertua aa nyuruh supaya ada yang kawal." kata ika


" oh mas vian kena bacok di rampok." kata bella


" gak, waktu ada keributan di pabrik LA, preman yang minta jatah aa ngadepin mereka eh kena bacok deh." kata ika


" terus premannya gimana." kata bella ingin tau


" mereka babak belur dan sekarang masih dipenjara, mereka dihajar sama polisi dan anggota temannya aa, dan langsung preman disana pada ditangkapin sesuai intruksi pak bupati dan pak kapolsek sana." kata ika


sampai di supermarket bella menyuruh devan memilih ice cream dan membeli buat yang lainnya juga, setelah selesai mereka kembali ke cafe. bella menyerahkan rokok dan uang kembalian ke vian. vian pun menyalakan rokoknya lalu cek ke toko buah buahan. devan sedang asyik makan ice cream.


" pak tadi ada yang anterin barang ini." kata pak win


" oh iya titipan buat saya ya, terimakasih ya pak win." kata vian. vian telepon astrid untuk membeli alat pemanggangan buat di rumah sama di cafe.


" mas ke rumah aja dulu, kasian bapak sama ibu biar istirahat." kata astrid


" iya ayo kita kerumah aja dulu." kata vian lalu mengajak keluarganya untuk pergi ke rumah


" mamah ada kolam renang gak di rumah, aa mau berenang soalnya." kata devan


" ada sayang." jawab astrid


merekapun naik mobil dan pergi ke rumah, sampai di gerbang perumahan vian bilang ke security bahwa dia penghuni rumah di jl.wijayakusuma no.7 dan ini ada kunjungan keluarga. setelah izin vian langsung ke rumah. astrid dan dilla mempersilahkan untuk masuk.


" pak, ibu maaf ya rumahnya kecil gak kaya yang di jakarta." kata astrid


" sama aja nak, yang penting bisa istirahat." kata bu ningsih


" bapak ibu di kamar atas aja kalau mau istirahat." kata astrid, lalu dia mengantar mertua dan orang tua lily ke kamarnya.

__ADS_1


" kalau ibu nanti sama bella dan ika di kamar ini ya." kata astrid lagi ke ibunya.


" ari sama bimo tidur diluar ya. barengan sama pak haris, putra, pak dede dan pak wahyudi. lilis dan evi tidur di kamar belakang." kata vian


" rumah waktu itu kaya gede, sekarang jadi kelihatan kecil." kata dilla


" kamar kita uang mana dil." kata lily


" yang ini mba." jawab dilla lalu membawa lily masuk ke kamar.


" enak kamarnya." kata lily


" belum banyak furniture mba, jadi masih kelihatan kosong." kata dilla


" mah aa mau berenang ya." kata devan datang ke kamar


" iya minta temani lilis ya." kata lily


" oke mah." jawab devan, lalu pergi ke tempat lilis, tak lama astrid datang dengan menggendong de qinar.


" kok de qinar sama kamu." kata lily


" tadi pas mau kesini dia nangis jadi aku gendong mba." kata astrid


vian, haris, putra, pak dede, dan pak wahyudi duduk di gazebo sambil ngopi dan merokok.


" pak de kiriman dari LA tadi udah sampai di cafe." kata vian


" iya pak tadi sopir juga sudah kasih kabar." kata pak dede


" ini rumah baru beli pak." kata haris


" baru 2 bulanan saya beli ini." jawab vian


" astrid, dilla, sama bella. sekali kali orangtuanya." kata vian


" hebat pak bisa langsung dapat dua gitu." kata haris


" saya kenal sama astrid duluan, trus dikenalin sama dilla karena mau buka cafe eh dia juga mau jadi istri." kata vian


" saya salut sama ibu lily, dia menerima kehadiran ibu astrid dan ibu dilla." kata haris


" iya, saya tadinya mau bilang kalau udah cafe itu jalan, eh ternyata dia menyelidiki, perasaan hati istri memang kuat. alhamdulillah dia terbuka dan menerima keputusan saya." kata vian


" si aa aja sampai langsung nempel gitu." kata putra


" bu astrid dan bu dilla baik jadi si aa juga merasakan." kata haris


tak lama pak wanto, pak bowo dan pak adi datang gabung.


" vian bapak minta alamat cafe dong, bapak mau ketemuan sama teman bapak, katanya dia mau jual lahan dan pabrik di daerah sini." kata pak bowo


" sudah saya kirim ke bapak alamatnya, memang kenapa mau dijual dan pabrik apa." kata vian


" katanya sih dia lagi butuh uang gak tau buat apanya, awalnya tempat makloon pembuatan kosmetik gitu, orderannya sepi jadi dia mau lepas." kata pak bowo


" kalau harga cocok, saya ambil pak." kata vian


" buat usaha apa lagi." kata pak bowo

__ADS_1


" itu buat LAD's pak, usaha lily, astrid sama dilla." kata vian


" iya ya bapak lupa, ya udah nanti kita bareng aja ketemunya." kata pak bowo


" siap pak." kata vian


" bagus juga itu nak, dari sisi pekerja juga UMR daerah sini kan gak setinggi jakarta." kata pak wanto


" iya kasian juga karyawannya kalau itu pabrik harus tutup katanya 50 orang lebih." kata pak bowo


" mudah mudahan rezeki dan jodohnya pak." kata vian


disaat itu lily, astrid, dan dilla datang sambil membawa de qinar


" papah, papah mau nikah lagi apa kurang istri cantik cantik ini." kata lily


" ngomong apa sih mah." kata vian


" itu tadi ngomong jodoh. bapak juga bukannya ngasih tau malah iya iya aja." kata lily sewot


" orang bukan ngomongin perempuan kok, bapak tadi ngobrol masalah pabrik yang teman bapak mau jual, kata vian mudah mudahan rezeki dan jodohnya bisa kebeli." kata pak bowo


" oh kirain." kata lily


" makanya jangan langsung menghakimi, ini juga buat usaha LAD's." kata vian


" iya pabrik yang teman bapak mau jual itu pabrik makloonan kosmetik. kalau cocok vian mau beli." kata pak bowo


" iya udah papah beli ya." kata lily


" tadi aja marah, gak ah gak jadi kalau begitu." kata vian


" papah gak sayang gitu sama istri istrinya, please beli ya papah sayank." kata lily sambil manja


" keluar lagi deh manjanya." kata pak bowo


" doakan aja ya," kata vian


" pasti papah sayank." jawab lily


" bapak ikutan deh jadi pemegang sahamnya. 10% aja, jadi berapa uang yang harus bapak siapkan." kata pak bowo


" kemarin dia minta berapa pak." kata vian


" lengkapnya bapak gak tau berapa luas lahan dan bangunannya, kemarin bilang di 23 milyar itu sudah peralatan dan perlengkapan serta bahan." kata pak bowo


" berarti kurang lebih modal harus di 35 milyar sepertinya itu bisa nutup operasional 1 semester." kata vian


" oke nanti bapak setor 3,5 milyar, tapi kamu harus terlibat dulu disana." kata pak bowo


" jadi untuk LAD's komposisi sahamnya vian 30%, lily, astrid, dilla masing masing 20%, bapak 10%." kata vian


" deal, bapak sama kamu komisaris, direktur utama lily, direktur keuangan dilla, direktur operasional astrid." kata pak bowo


" kantornya mau dimana pah kalau pabriknya disini." kata lily


" iya di ruko dekat butik, papah ini lagi tanya ke marketing rukonya." kata vian


" makasih papah sayank." kata lily

__ADS_1


" makasih ya mas." kata astrid sama dilla


setelah ngobrol mereka pun kembali ke kamar masing masing untuk bersih bersih dan sholat magrib.


__ADS_2