Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Sah Secara Agama dan Hukum 1


__ADS_3

Mereka pun mengobrol sambil menikmati kopi dan rokok masing masing.


" kapan lagi pak dibuatkan kopi sama big bos." kata raka


" ini rumah saya, saya tuan rumah jadi harus memberikan pelayanan dong." kata vian


" disini bapak melayani tapi waktu di mekah bapak dilayani, ini ternyata dibalik itu semua." kata raka, mereka jadi bernostalgia waktu di tanah suci


" beneran bapak sudah menikahi shinta." lanjut raka


" beneran lah masa bohongan, saya jadi saksinya, dan besok Sah secara Hukumnya." kata pak Bambang


" enaknya jadi bos, bisa punya isteri 4 akur dan cantik lagi." kata raka


" kalau kamu mau iya tinggal nikah aja, enggak harus jadi bos, tinggal keberanian aja, kamu kan macan di luar rumah tapi kalau sudah di rumah kamu jadi kucing." kata vian, sambil ketawa, mereka pun ikut ketawa


" pak raka kata pak vian lakukan saja dulu baru minta maaf." kata pak bambang


" jangan jangan pak bambang audah nih, kapan minta maaf dan kenalinnya." kata vian


" enggak berani saya pak, saya masih jadi kucing." kata pak bambang ketawa lagi


" beneran besok pak resminya, kok kita kita enggak di undang sih." kata raka


" percuma saya undang kamu, orang kamu mau ke KBB." kata vian


" acaranya dimana pak." kata raka


" di rumah shinta pagi, malam disini makan malam aja." kata vian

__ADS_1


" iya sudah saya bisa sampai disini kalau malam, teman teman LNI di undang juga enggak pak." kata raka


" iya managemennya aja." kata vian


" kalau begitu selamat menempuh kehidupan dengan 4 orang isteri, sudah dibalakin belum pak." kata raka


" udah dong waktu di Medinah." kata vian sambil ketawa


" jadi bapak enggak akan menganggur ya walaupun ibu astrid dan ibu dilla melahirkan, enggak akan menghitung 1 dus mie istant, karena ada ibu lily dan ibu shinta." kata raka


" iya lah, saya program untuk masalah datang bulan juga jangan sampai sama, jadi enggak ada waktu kosong." kata vian


" pak saya pamit kalau begitu, besok mau ke KBB dan ini mau ngurus dulu aktanya." kata raka, raka pun pamitan dan pergi


" kalau begitu saya juga pamit pak, mumpung belum terlalu malam, lagian saya enggak bawa baju ganti kalau menginap disini." kata pak andi. Vian pun mengantar pak andi, setelah mengambil barang di kamar mess dia menyerahkan kunci lalu pamit pulang. Setelah pak andi pulang vian pun kembali ke gazebo disana ada pak bowo, pak adi dan pak wanto menemani pak bambang.


" oh iya pak kata karyawan sawit hari minggu sudah sampai pabrik ya." kata pak bambang


" pak vian memang benar benar bisa merencanakan sebuah bisnis, terlihat dari tim pendahulu menjadi tim pelaksana juga." kata pak bambang


" saya memang melakukan itu supaya orang orang yang tepat yang menduduki posisi masing masing, kalau mereka memulai dari nol mereka akan tau apa yang harus mereka kerjakab tanpa harus belajar terlebih dahulu, karena mereka sudah pernah mengalaminya," kata vian


" mereka yang ditunjuk dalam tim pasti dari orang orang yang memiliki dasar atau latar belakang di posisi tersebut dan itu dilakukan untuk mengembangkan karir mereka." lanjut vian


" alasan apa yang membuat pak vian percaya ke pak andi untuk menjadi dirut PBN." kata pak bambang


" sesuai dengan apa uang saya katakan tadi, walaupun dia pernah keluar dari perusahaan sebelumnya bukan berarti dia tidak sanggup untuk menjalankan perusahaan, dia memiliki potensi yang baik yang penting dia memiliki ahlak yang baik bertanggung jawab, di perusahaan sebelumnya dia tidak mendapatkan dukungan malahan dia mendapat tekanan." kata vian


" selama ini semenjak dia di tunjuk sebagai ketua tim dia enggak pernah mengeluh bahkan mengeluarkan potensi sebagai pemimpin dia mau mengambil alih tanggungjawab karyawan lain kalau karyawan lain itu enggak masuk, kalau ada kesalahan pun tidak tidak serta merta memberikan hukuman, dia selalu berdasarkan data." lanjut vian sambil menghisap rokoknya.

__ADS_1


" saya percaya atas penilaian pak vian, buktinya anak anak SPI saja sekarang bisa berkembang." kata pak bambang


" jujur pak, awalnya saya sempat ragu kepada mereka, perusahaan baru sudah membeli 2 ruko, pengalaman kerja belum ada, sekarang mereka bisa mencapai omzet perbulan 3 milyar. Itu luar biasa." kata pak bowo


" menurut penilaian pak vian kepada silvy gimana, bagian apa yang cocok sebenarnya untuk dia." kata pak bambang


" karena dasar pendidikan dia bagus, menurut saya dia lebih cocok di posisi riset dan pengembangan produk, jadi SPI itu memiliki potensi suberdaya manusia yang komplit kalau memang mereka mau mengasahnya, Nirmala dia bagus dalam pengembangan pasar dengan analisanya, febby dan bella bagus dalam menciptakan design produk, lusi di keuangan dan mitha pemasaran, nah ika itu yang bisa menyatukan mereka semua, dia bagus dalam hal managemen." kata vian


" pantesan setiap jalan kemana silvy itu selalu memperhatikan orang dan barang, misalnya pakaian dia itu selalu teliti dari jahitan, terus modelnya. Pantes saja dia sekali bertemu dia langsung menyatu." kata pak bambang


" yang dibutuhkan mereka sekarang adalah dukungan dan jam terbang saja." kata vian


" pertemuan kita waktu peletakan batu pertama rusun benar benar menjadi berkah untuk saya, isteri saya pun kelihatan cape tapi capenya itu membuat bahagia, saya belum pernah melihat seantusias sekarang, dulu saya tawari kalau mau usaha silahkan tapi dia enggak mau, tapi setelah mengenal ibu lily eh dia yang minta malahan." kata pak bambang


" pak vian sebagai pengusaha apa enggak merasa rugi dengan membangun mess dan kamar tamu seperti itu, terus pak vian setiap bulan harus menggaji pegawai yang membersihkan." kata pak bambang


" kalau pake perhitungan manusia mungkin saya rugi pak, tapi perhitungan dari Allah saya dengan membangun itu saya telah mendapatkan jauh menurut perhitungan manusia, alhamdulillah setelah membangun itu, ide mengembangkan usaha terus muncul, omzet perusahaan naik, jaringan pertemanan saya bertambah, isteri pun saya jadi nambah." kata vian


" iya ya, pak vian sama ibu shinta nikah setelah membangun itu, apa saya juga harus bangun mess juga gitu supaya bisa nambah isteri, biar berubah dari kucing jadi macan." kata pak bambang ketawa


" oh iya a, besok acara jam berapa." kata pak adi


" jam 9 pak, akad lagi didepan penghulu supaya sah secara hukum, jadi shinta sah secara agama dan hukum." kata vian


" saya dengar waktu nikah sama ibu astrid dan ibu dilla sekaligus ya pak." kata pak bambang


" iya pak, cuma beberapa menit karena saya harus pindah bersalaman dengan wali yang berbeda." kata vian


" kok pak wanto mau sih menikahkan anaknya untuk dimadu gitu." kata pak bambang penasaran

__ADS_1


" awalnya waktu dilla bilang mau nikah dengan calon suami astrid apalagi yang saya dengar bahwa nak vian sudah punya isteri kamu shock juga, tapi setelah dilla ngasih pengertian dan dia mengancam sampai enggak mau nikah kalau enghak sama nak vian saya tambah shock, ini anak kemasukan apa sebegitu ngototnya sudah gitu dia mau berbagi suami sama temannya. Tapi setelah melihat perjalan sampai sekarang ini mudah mudah mudahan seterusnya dengan kasih sayang nak vian yang begitu sayang kepada keluarga dan begitu banyak orang yang sayang sama dia, tambah lagi linglaran pertemannya yang luar biasa, keraguan saya menjadi hilang sepenuhnya." kata pak wanto


__ADS_2