Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Penghasilan Suami


__ADS_3

Vian pun sampai di villa, devan masih main sama mocha dan mochi, kata lilis dia baru bangun tidur siang.


" papah sama mamah udah datang, mamah ayo naik mochi sama aa." kata devan


" sebentar ya sayang, mamah buatkan papah kopi dulu." jata shinta, dia pun pergi masuk dan membuatkan kopi untuk vian, sedangkan vian duduk di saung, lalu menyalakan rokoknya, tak lama shinta datang membawa kopi lalu pergi main sama devan. Tak lama opik datang menemui vian


" Sore pak, mau rapat hari ini atau bagaimana." kata opik


" besok pagi aja pik, siapkan buat makan malam aja ya soalnya sudah sore, tim pasti enggak akan fokus kalau udah mau jadwalnya pulang." kata vian lalu menghisap rokoknya


" iya betul pak mereka pasti enggak akan fokus, kalau begitu saya bilang ke anak anak dulu supaya hari ini mereka menyiapkan bahan untuk rapat besok." kata opik, dia pun pergi ke kantor LA lagi.


setelah selesai merokok vian pun membawa kopi masuk ke villa, dia pun pergi mandi lalu ganti baju. Setelah itu pergi ke teras villa dan menyalakan rokoknya sambil menikmati suasana disana, di area villa pun sudah di tambah beberapa villa lagi. Vian memprediksi bahwa akan banyak tamu yang akan kesana. Vian juga mengabarkan ke endris bahwa dia ada di pabrik LA. Tak lama shinta dan devan datang, shinta menyuruh lilis untuk istirahat saja karena devan dia yang akan mengurusnya, shinta membawa devan pergi mandi lalu mengganti pakaiannya.


" papah ayo kita mancing, aa mau mencoba pah." kata devan


" ayo sayang." kata vian


" papah aku mandi dulu ya." kata shinta


" iya sayank, aa sama papah." kata vian, vian dan devan pun pergi ke saung, dia pun membawa kembali kopinya kesana. Disana ternyata sudah ada pak dede yang sedang menancing.


" pak de, aa mau mancing juga." kata devan


" ini yang punya pak dede aja pakai a." kata pak dede, devan pun memegang joran, tak lama ada ikan nyangkut


" aaa hebat, pak dede aja dari tadi belum nyangkut, di pegang aa langsung dapat ikan, ayo a tarik ikannya." kata pak dede


" wah ikannya udah kelihatan tuh, besar...ayo tarik ke atas." kata devan gembira


" aa pegang dulu ya, papah photo dulu nanti papah kirim ke mamah." kata vian, devan pun berpose, clik... Clik..clik... Vian lun mengambil photo lalu mengirimnya ke lily, tak lama lily pun melakukan video call.


" mamah aa dapat ikan besar loh." kata devan


" aa hebat, aa mandi sama siapa tadi." kata lily

__ADS_1


" aa mandi sama mamah shinta, lilis tadi disuruh istirahat sama mamah shinta." kata devan


" terus mamah shintanya mana." kqta lily


" mamah shinta lagi mandi, aa sama papah mancing." kata devan


" aa jangan rewel dan ogo ya sayang. Aa udah makan belum" kata lily


" iya mah, udah tadi sama papah dan mamah shinta, iya udah aa mau mancing lagi nih." kata devan lalu menutup teleponnya.


Pak dede pun melempar lagi pancingannya, lalu jorannya diserahkan ke devan, vian pun menyalakan kembali rokoknya. shinta pun datang kesana, vian mengajak shinta berkeliling area disana setelah menitipkan devan ke pak dede.


" semua area ini milik perusahaan LA pah." kata shinta


" iya, samapai kesana." kata vian sambil menunjuk area lahan milik LA


" terus siapa aja pemilik LA pah." kata shinta


" papah, lily, bapak, opik." kata vian


" banyak dong ya keuntungan papah." kata shinta


" awas aja ya, pokoknya aku yang terakhir." kata shinta sambil mencubit vian


" nanti kamu masuk di LCI aja ya sama yang lainnya, papah akan mengurangi saham disana sama di SPI." kata vian


" kenapa mau mengurangi saham disana." kata shinta


" papah mau fokus di LNI, LA dan PBN aja, yang lain biar kalian yang urus." kata vian


" hitungannya seperti apa sih pah kalau kita memiliki saham." kata shinta


" kalau kita memiliki saham kepemilikan sebesar 10% di perusahaan, jika menurut laporan keuangannyang sudah diaudit memiliki nett profit sebesar 10 milyar dan sesuai dengan kesepakan pemilik keuntungan tersebut akan dibagikan sebesar 7 milyar maka kamu akan menerima deviden sebesar 700 juta." kata vian


" jadi papah setiap tahun bisa lebih segitu dong, terus papah dapat gaji bulanan enggak." kata shinta

__ADS_1


" papah dapat dong karena papah sebagai komisaris tapi gajinya tidak sebesar gaji direksi, akan tetapi setiap tahun papah juga akan mendapatkan Tantiem atau bonus selain dapat deviden." kata vian


" terus uang itu papah simpan dimana, apa di mbak." kata shinta yang ingin tau keuangan suaminya itu.


" enggak lah papah tabung, setiap bulan papah kasih ke lily untuk operasional rumah tangga, jadi papah bisa beliin kamu ruko dan yang lainnya itu hasil kerja papah, terus biat renovasi rumah bangun mess, beli mobil itu dari tabungan papah sendiri, seperti kemarin umroh dari tabungan papah semuanya." kata vian


" terus mbak lily, mbak astrid dan mbak dilla dapat gaji juga dari LCI, kemarin umroh habis berapa pah." kata shinta


" mereka kan direksi ya dapat gaji lah. Uangnya mereka tabung sendiri, kalau perlu sesuatu mereka bilang, kemarin kurang lebih di 4 milyar." kata vian


" terus kamu udah bilang sama ibu, dia mau dimana." lanjut vian


" kata ibu gimana baiknya aja, tapi ibu masih merasa enggak enak sama keluarga lainnya."


" kalau ibu diam di rumah kamu, papah yang enggak enak karena takutnya ada perasaan ibu dibedakan sama yang lainnya, mudah mudahan kedepannya ibu merasa nyaman dengan yang lain." kata vian


" terimakasih ya pah, papah mau menerima aku dan keluarga aku, oh iya aku masih dapat gaji kan sebagai sekretaris papah." kata shinta


" iya dapat dong. Selain itu kalau kamu ingin sesuatu bilang aja ya." kata vian


" iya pah terimakasih, gaji aku bisa ditabung buat anak anak nanti." kata shinta


" iya kamu atur aja ya, buat anak anak papah juga sudah buatkan pos nya, jadi papah tenang." kata vian


" kalau L-Trans, L-Pro, BLS, Livi resort, Livi rumah sakit, YPL papah juga ada saham disana." kata shinta


" di L-Trans Papah sama pak dede, di L-Pro papah, Pak daryat, Pak Opik dan Pak Hendri, Di BLS, Papah, lily, Pak Bowo, dan ada beberapa pemegang saham lainnya tapi hanya 10%, Di Livi Resort juga sama, rumah sakit dan YPL juga papah ada saham disana. Tapi deviden yang papah terima paling besar dari LA dan LNI." kata vian


" kamu perlu mobil enggak." lanjut vian


" enggak usah pah, toh kalau aku keluar juga pasti sama papah." kata shinta


" kamu kalau dapat gaji mulai bulan ini, kamu keluarkan 2,5% ya, terus lihat saudara saudara kamu yang memang memerlukan bantuan jangan pernah melihat dulu mereka ke kamu gimana." kata vian


" iya pah, aku akan keluarin zakat ke panti Asuhan, papah ingetin aku juga ya." kata shinta

__ADS_1


" iya, kamu juga tanya ibu, barangkali dia menginginkan sesuatu, pokoknya kamu sekarang sudah menjadi tanggung jawab papah jadi kalau ada apa apa kamu bilang, kalau enggak bilang mana papah akan tau kamu membutuhkan apa. Kamu tau sendiri papah, papah bukan hanya harus mengurus keluarga tapi papah juga harus memperhatikan karyawan papah, papah bosa begini karena ada mereka." kata vian.


Setelah berkeliling, vian dan shinta kembali ke tempat devan dan pak dede memancing


__ADS_2