
2 minggu kemudian di pagi hari Vian dan keluarganya pergi ke Bandung untuk menghadiri acara pembukaan kantor cabang BLS, Ika dan teman temannya ikut juga karena selain acara pembukaan sekalian mau liburan di villa di kampung. karena belum sarapan di rumah mereka berhenti dulu di rest area untuk sarapan.
setelah sarapan mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke kantor BLS, jam 9 mereka tiba di kantor BLS, lily membawa devan ke ruangan uang sudah disiapkan untuk keluarga.
dalam acara tersebut Tim BLS mengundang walikota untuk membuka kantor tersebut. jam 10 walikota dan vian membuka kantor cabang BLS dengan menggunting pita dan walikota menandatangani plakat yang sudah di siapkan.
Dalam acara tersebut walikota menyampaikan terimakasih atas pembukaan kantor cabang itu di wilayah dia karena bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan membantu UMKM yang ada di wilayah tersebut.
30 menit kemudian walikota meminta izin untuk meninggalkan acara tersebut karena ada acara lain.
acara tersebut juga dihadiri 20 orang karyawan baru dan tim dari kantor pusat. setelah pembukaan mereka makan bersama.
"yank, sebelum ke kampung kita beli perlengkapan dan makanan dulu." kata vian,
"iya pah kita mampir dulu di supermarket, oh iya pah telepon ke orang di kampung tanya jagung buat bakar bakar nanti malam, kita beli daging dan sosis aja " jawab lily.
setelah selesai acara di kantor cabang BLS vian dan yang lainnya pergi ke kampung, sesuai dengan rencana mereka mampir dahulu di supermarket membeli persediaan makanan.
"halo topan, apa disana ada yang tanam jagung buat di bakar" kata vian.
"oh ada vian perlu berapa kg, biar nanti saya siapkan" jawab topan.
__ADS_1
" 10 kg kayanya cukup, sy ini lagi diperjalanan menuju kesana" lanjut vian.
"oke kalo begitu saya akan siapkan sekalian sama arangnya" kata topan.
"terimakasih ya pan." vian menutup telepon dan memberitahukan kepada lily, "yank jagung yang kamu mau ada disana, barusan topan ngabarin ke aku" kata vian. " asyiik aku pengen bakar jagung nanti malam". jawab lily.
setelah belanja keperluan buat selama menginap di villa. mereka bergegas pergi menuju villa di kampung.
jam 3 sore rombongan vian tiba di villa, disana sudah ada paman vian yang mengurusi villa tersebut. lily masuk dan menidurkan devan di kamar. lalu menyuruh lilis untuk membawa tas tas ke dalam kamar. vian meminta di buat kan kopi kepada evi, "yang lainnya ada yang mau dibuatkan kopi biar sekalian" tanya evi kepada pak bowo, pak adi, dede, edi, dan guntur sopir baru pak bowo. iya kami juga mau vi.. tolong sekalian buatkan ya. baik pak.
vian menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya. tak lama topan datqng membawa jagung dan arang. " vian ini jagung dan arang yang tadi kamu minta" kata topan, " oh iya terimakasih pan, jadi berapa semuanya" jawab vian, "gak usah vian ini bentuk terima kasih kami kepada kamu" lanjut topan, ya udah nih terima, vian menyerahkan 3 lembar uang kepada topan, "kalo kamu gak terima saya gak akan nyuruh nyuruh kamu lagi." ancam vian. ya udah kalo begitu terima kasih, kalo ada apa apa kabarin saya aja. lanjut topan. oke siap
"bener bener suasana disini membuat nyaman, vian nanti malam mau bakar jagung sama BBQ an " kata pak bowo. "iya pak, kita menikmati malam bersama " jawab vian.
setelah isya mereka kumpul di ruang keluarga, "mau makan malam atau mau BBQ dan bakar jagung aja nih" tanya lily, BBQ dan bakar jagung aja langsung jawab yanga da disana. memang sebelumnya lily belum menyuruh lilis atau evi untuk masak makan malam karena khawatir nanti tidak di makan. "oke kalo begitu kita langsung ke tempat bakar bakar" kata lily.
di tempat bakar bakar vian dan yang lainnya berkumpul. dinginnya udara malam sambil menikmati jagung bakar mereka bersenda gurau. kehangatan seperti ini yang selalu diharapkan lily dan keluarga pak bowo yang selama ini mereka fikirkan bahwa kebahagiaan itu hanya harta. tetapi dengan hal sesederhana itu mereka merasakan kebahagiaan.
lily sangat menyukai jagung bakar dia sudah hampir mau habis 2 buah. vian juga menikmati jagung bakar sama kopi lalu menghisap rokok.
jam 10 malam lily mibta izin duluan masuk karena devan nangis mau ASI. di ikuti bu ningsih dan pak adi, bu retno dan pak bowo pamit masuk duluan karena sudah kedinginan mau istirahat.
__ADS_1
disana masih ada ika, lusi, dan mita. mereka masih menikmati BBQ dan jagung bakar. "aa boleh gak nanti kalo habis wisuda ika sama teman teman kesini" "ya boleh aja." jawab vian.
vian masuk ke dalam kamar, vian memeluk lily sambil tiduran. "papah dingin ihh " kata lily, "makanya aku peluk kamu biar gak kedinginan." jawab vian.
di pagi hari mereka mandi bersama, setelah berpakaian mereka menuju ruang tengah untuk sarapan. "kita mau pulang ke rumah kapan" kata vian.
" sore aja pah" jawab lily,
"iya sore aja kita pulangnya." kata bu retno.
kita ke rumah bapak sama ema yu sambil ajak devan jalan jalan.
20 menit berjalan sampailah mereka di rumah kakek vian. "ema bapak apakabarnya?" kata vian. "alhamdulillah baik, kalian kapan datang." kata kakeknya vian. "kemaren sore pak, oh iya nih pak keain devan buyut bapak sama ema." kata vian. udah berapa bulan buyut nya bapak nih vian, mau enam bulan pak, waduh cakepnya bunyutnya ema. putih kaya ibunya. "ema bisa aja" jawab lily.
mereka pun ngobrol dan setelah 1 jam lebih disana vian dan lily pamit karena mau siap siap pulang lagi ke jakarta.
"kita makan siangnya di ikan bakar itu aja ya" kata vuan.
" iya boleh tuh" kata bu ningsih dan bu retno
ya udah kita siap siap pulang kalo begitu, jam 1an mereka berang pulang ke jakatarta, setelah 1 jam perjalan mereka pun sampe di restoran ikan bakar yang biasa singgahi.. mereka pun memesan makanan. vain duduk di meja pinggir sambil menyalakan rokok sama pak dede, pak edi, dan pak guntur. tidak ada batasan di antara mereka, mereka diperlakukan seperti saudara sama vian dan keluarganya. tak lama makanan pun datang, mereka lalu menyantapnya karena sudah kelaparan juga.
__ADS_1
setelah menikmati makan siang vian dan rombongan melanjutkan perjalanan, di jalan mereka berhenti membeli oleh oleh. setelah itu rombongan langsung tancap gas pulang.
jam 6 malam mereka sampai di rumah, vian dan lily membawa devan langsung ke kamarnya. begitu pula yang lainnya masuk ke kamar masing masing.