Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Silaturahmi bukan membanding kekayaan


__ADS_3

Vian mengobrol dengan teman dan rekan kerja tentang rencana kerja kedepannya. vian menjelaskan pembangunan perumahan dan rencana peternakan. dari hasil obrolan ada beberapa yang mengajukan kerjasama. setelah mengobrol para tamu pamit pulang tinggal pihak keluarga yang tersisa. vian mengobrol dengan saudara saudara dari bapak dan ibunya, vian menyampaikan terima kasih atas kehadiran mereka. mereka merasa malu karena perbedaan ekonomi. vian memahami itu, dia memberikan penjelasan bahwa kita silaturahmi ini bukan untuk membanding bandingkan kekayaan melainkan untuk mempererat persaudaraan. jika memang ada saudara yang mengalami kesulitan maka keluarga yang lebih mampu untuk membantunya.


Vian juga mengajak paman, bibi, dan saudara lainnya jika ada pekerjaan yang bisa dikolaborasikan membuka peluang kerjasama. dibandung ada perusahaan yang bergerak di bidang pertanian dan peternakan, serta perbankan. " kalo sumber sayur mayur darimana lagi selain dari kampung vian?" tanya acep paman vian


" sebagian besar dari lahan kita yang di daerah C, dan peternakan juga dari sana nantinya, mohon doanya dari semua vian mau beli lahan lagi yang kemaren baru 7 hektar itu buat perkebunan aja. nah untuk peternakan dan perikanan ada 2 hektar mau dijual di samping lahan yang audah ada. makanya lusa mau kesana ngecek" jawab vian


" kenapa mau beli lahan lagi, apa masih kurang supply sayuran." kata acep


" iya, ini ada beberapa supermarket yang belum ke kirim. di tambah lagi toko di ruko depan sama nanti di lokasi perumahan. terus untuk lahan peternakan dan perikanan aja perlu 1 hektar belum buat ladang rumput." jawab vian.


" emang kamu buat perumahan gitu?, dimana?, berapa lahan yang kamu beli disana." tanya acep


" iya sebagian besar di peruntukan karyawan livi group, sisanya buat umum. disana ada ruko dan buat restoran, sama rencana buat toko, 10 hektar, 5 hektar buat perumahan dan setengah hektar buat fasilitas umum setengah hektar buat komersil, 2 hektar buat sekolah, 2 hektar buat villa, kandang kuda, dan danau buatan." jawab vian.


" terus rencana kamu bikin apalagi." tanya acep


" yang udah direncanain gak ada, tapi biasanya ngikuti arus aja." jawab vian.


" perusahaan apa yang bisa buka cabang di kampung saya, vian." kata pak narto paman lily


" di tempat pak dhe itu kegiatan masyarakatnya apa." kata vian


" sebagian besar penduduk bertani sayur mayur," kata pak narto


" kalo begitu pak dhe saja yang menjadi penyuply ke PT. LA kalo berkenan, pak dhe menampung hasil petani nanti pihak LA yang ambil kesana melalui perusahaan expedisi L-Trans." kata vian


" wah pak dhe setuju kalo begitu, nanti pulang dari sini pak dhe akan temuin para petani melalui kelompok tani." jawab pak narto

__ADS_1


"terimakasih banyak pak dhe, nah ini berkat kita silaturahmi." jawab vian


" bowo, kamu benar benar beruntung punya menantu." kata pak narto


" iya mas narto, saya juga kalah sama dia dan gak nyangka juga saya. vian nanti kalo ada waktu maen ke kampung bapak ya!" kata pak bowo


" insyaAllah pak, kita akan kesana." jawab vian.


selama obrolan pak cepi gak bicara apa apa. dia malu kepada vian yang sudah dia rendahkan. disisi vian, ia merasa tidak mendiamkan pamannya lily karena memang gak ada yang dibahas dengan beliau.


vian menegaskan kepada saudara yang lain supaya "ajang silaturahmi ini dijadikan untuk saling mempererat tali persaudaraan bukan untuk saling membandingkan satu dengan yang lainnya." pak bowo pun memberikan penjelasan supaya "acara seperti ini sering kita lakukan, saling dukung dalam kebaikan, kalo didalamnya ada transaksi bisnis antar keluarga jaga amanah itu."


sore hari saudara vian dan lily berpamitan, mereka kembali ke rumahnya atau ada urusan lain di kota itu. di malam hari vian dan lily serta devan membuka kado ulang tahunnya, devan walupun belum mengerti sepenuhnya tapi dia sangat ceria menerima hadiah itu.


**************** *****************


"masih asri ya, ibu seneng, lagian gak terlalu jauh dari rumah, jadi kalo suntuk bisa bawa devan kesini, ya kan bu ningsih." kata bu retno


" iya bu, bisa pergi pagi pulang sore." jawab bu ningsih.


" gimana menurut kamu sayank." tanya vian


" iya bagus pah, papah belajar dari mana sih." jawab lily


" feeling aja sayank, kalo memang gedung serbaguna mau di bangun, nanti butik kamu juga bisa buka cabang disini. menyediakan perlengkapan pernikahan, baju pengantin. dll." kata vian


" pah udah siang nih kita cari tempat buat makan." kata lily

__ADS_1


" iya ayo, kasian devan juga kepanasan." jawab vian


30 menit perjalanan menuju restoran, sesampainya disana mereka langsung pesen makanan san minuman.


" yank besok papah ke KBB ya mau cek lahan dan negosiasi buat lahan peternakan dan perikanan. " kata vian membuka obrolan


" papah sama siapa pergi kesana." kata lily


" sama bapak," kata vian


" iya nak bapak sama ibu mau kesana." jawab pak adi


" kok sama ibu juga pak." kata vian


" iya, tadi ibu kamu dapat kabar bahwa nenek sakit, jadi kita habis survey langsung ke kampung." jawab pak adi


" oh gitu, jadi kita pakai mobil masing masing, biar bapak sama ibu juga tenang, kalo ada apa apa kabari aja ya." kata vian


setelah selesai makan mereka pun pulang ke rumah, setelah masuk komplek vian dan lily turun di ruko, devan dan lilis dan orangtuanya lanjut pulang. lily cek toko buah buahan, cafe, dan butik. vian duduk dulu di cafe pesan kopi dan ngerokok. vian manggil pak dede untuk datang ke cafe. dengan menggunakan motor pak dede sampai di cafe. vian menanyakan operasional L-Trans. " alhamdulillah pak setiap hari ada satu dua mobil yang service, kalo yang nyuci rata rata per hari mobil 5, motor 10, dan untuk expedisi lancar baik pengambilan barang maupun pengiriman. untuk mini bus proses pembuatannya 1 bulanan lagi. kalo bus di 5 bulanan lagi." kata pak dede menjelaskan. " sama ini pak, ada beberapa perusahaan mau kerjasama sama kita untuk pengangkutan barang, tapi saya masih terkendala armadanya pak." lanjut pak dede


" solusinya gimana, kalo beli armada baru pasti lama, kalo yang bekas gimana.?" kata vian


" saya sudah cari pak armada bekas, dan ada armada bekas mau dijual 3 unit bekas perusahaan expedisi yang mau gulung tikar karena persaingan. kondisi armada katanya baru 5 bulanan. ini harus di cek dulu." jawab pak dede


" ya sudah pak dede cek, kalo layak dan cocok harganya beli saja." jawab vian


tak lama lily datang dan mengajak pulang, setelah pamitan ke pak dede vian dan lily pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2