Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Acara 4 Bulanan


__ADS_3

Setelah mengobrol mereka pergi ke kamar masing masing, vian memberikan kunci kamar ke pak menteri pendidikan dan nazwa. Setelah itu vian dan lily masuk ke kamarnya. Vian pun berganti pakaian lalu duduk di sofa


" pah udah kasih kabar ke pak ustadz belum untuk acara 4 bulanannya." kata shinta


" besok ingatkan ya, kalau dari persiapan yang lainnya udah belum." kata vian


" untuk makan siang udah di pesan sama mbak, untuk.bingkisan pun sudah dibungkusin sama ibu dan yang lainnya." kata shinta


" iya untuk makan siangnya udah di pesan ke catering, mamah pesan kurang lebih di 150 porsi, ditambah snacknya juga." kata lily sambil menidurkan de qinar di tempat tidurnya.


" iya sudah insyaAllah cukup segitu." kata vian


" pah untuk akomodasi liburan mamah dealkan ya." kata lily


" iya udah, kalau menurut mamah bagus dealkan aja." kata vian


" oke kalau begitu mamah dealkan sekarang, besok di transfer uangnya." kata lily


" itu tour guidenya mamah kenal dimana." kata vian


" ini rekomendasi dari teman teman dulu, mamah baru hubungi lagi mereka tadi siang." kata lily


" iya sudah kalau mamah udah yakin sama tour guide itu." kata vian


" tinggal kita beli tiket kesana aja untuk hari rabu depan, ini mau pesan sendiri atau mau sama L-Trans pah." kata lily


" iya sudah sama L-Trans travel aja, papah minta list siapa aja sama sekalian KTPnya, nanti papah bicara sama pak dede, dan masukan juga list untuk keluarga pak dede, pak edi, dan jangan lupa putra sama haris." kata vian


" oke kalau begitu mamah nanti masukan mereka dan mamah akan mintakan KTP mereka semua." kata lily


vian dan shinta duduk di sofa, shinta menyandarkan kepalanya di bahu vian.


" makasih ya pah udah membuat acara 4 bulanan untuk aku, aku bahagia banget." kata shinta, lalu dia mencium pipi vian


" inget ya diaini ada kita jangan bermesraan berdua aja." kata lily


" kan bermesraannya juga disini mbak." jawab shinta


" iya nih kita udah lama enggak bertempur." kata lily

__ADS_1


" kaya perang aja sih mbak." kata shinta


" iya dong berperang penuh gairah." kata lily, lalu meninggalkan de qinar yang sudah tertidur dan pergi ke sofa dan duduk di pangkuan vian, lily mencium pipi dan bibir vian. Pemanasan pertempuran pun di mulai, lily sangat bergairah, dia pun melucuti pakaian vian hanya tinggal pakaian dalamnya saja. Vian hanya bisa pasrah akan kelaukuan isteri pertamanya itu. Setelah puas bermain di sofa lily pun mengajak vian ke kasur, shinta pun mengikuti mereka, di kasur permainan pun di mulai hingga membuat lily terengah engah, setelah lily puas vian memulai permainan dengan shinta.


" ih ajak ajak dong, aku juga mau." kata astrid yang langaung ikut dalam permainan dengan membuka seluruh pakaiannya


" aku juga mau, awas aja aku enggak ke bagian." kata dilla, dia pun menidurkan de alea lalu mengikuti permainan dengan menanggalkan pakaiannya, setelah bermain dengan shinta, giliran astrid lalu setelah itu dilla, vian pun mengakhirinya beraama lily. mereka pun menikmati pertempuran itu, karena lelah sehabis pertempuran mereka pun tertidur.


Di pagi hari vian mandi diauaul para isterinya lalu menjalankan aholat berjamaah, selesai aholat vian pamitan untuk berolahraga, sebelum olahraga naik sepeda vian membuat susu panas lalu duduk dulu di kursi di teras depan, setelah habis 1 batang rokoknya vian pun mulai bersepeda keliling komplek. Setelah beberapa putaran vian kembali ke rumah dan istirahat di kursi teras depan. Vian minum air putih lalu susu sisa tadi dan menyalakan rokoknya lagi.


Jam 6.37 menitan vian masuk ke rumah lalu pergi ke dapur membuat udang goreng untuk devan dan sarapan serta udang asam manis. Tak lupa vian juga membuat nasi goreng. Setelah memasak vian pergi ke kamar untuk bersih bersih dan berganti pakaian. Jam 7.17 menit vian mengajak semua isterinya untuk sarapan dulu.


" wah asyiik ada udang goreng, udang asam manis dan nasi goreng nih." kata lily


" aa mau udang gorengnya mah, ini buatan papah kan." kata devan


" iya sayang, ini buatan papah, siapa lagi yang masak seperti ini." kata vian


" awas ya udangnya dihabiskan, aa suka udang gorwng buatan papah soalnya." kata devan


" wah ini beneran masakan pak vian." kata pak menteri pendidikan


" ini enak banget pak, pak vian ini luar biasa ya pinter segalanya." kata pak menteri pendidikan


" iya nih seger banget udang asam manisnya, enak lagi, saya bisa ketagihan makan ini." kata ibu citra


" siapa dulu yqng masaknya tante, papah is the best pokoknya." kata devan


" iya nih om enak banget, kalah deh masakan restoran juga." kata nazwa


" biasa saja, kebetulan masih ada udangnya waktunitu dikirim pak bupati P, nanti kalau ada waktu masak lagi ya kalau.memang enak." kata vian


" ini enak banget pak." kata pak menteri pendidikan


" oh iya kata isteri mau mengadakan acara 4 bulanan ibu shinta pak, kapan." tanya pak bambang


" besok pak insyaAllah,." kata vian


" oh iya sekalian ya, saya minta KTPnya untuk pesan tiket pesawat supaya bisa di bookingkan jauh jauh hari." kata lily

__ADS_1


" oke siap, nanti di kirimkan." jawab mereka


" oh iya pak nanti aku pulang dulu, bawa pakaian salin dan kembali kesini ya, besok kan acara 4 bulanan ibu shinta, ibu mau disini." kata ibu citra


" iya pak, aku juga pulang dulu mau ambil pakaian ganti, terus nanti kesini lagi." kata nazwa


" iya udah terserah kalian aja." kata pak menteri pendidikan pasrah atas keinginan isteri dan anaknya


" papah hari ini mau kemana." tanya lily


" enggak kemana mana, palingan di kantor livi group." kata vian


" pah jangan lupa telepon pak ustadz ya." kata shinta


" oh iya, habis sarapan ini papah telepon." kata vian


" oh iya bu kapan saudara saudara ibu akan datang kesini." lanjut vian


" besok pagi nak, tapi om narto dan keluarganya katanya malam ini datangnya enggak apa apa kan." kata ibu anita


" enggak apa apa bu, silahkan aja toh maaih ada kamar di mess." kata vian


" kakek braja enggak di jemput pah." kata lily


" oh iya ya papah lupa." kata vian


" biar nanti aja bapak yang jemput sekalian pulang dari YPL." kata pak bowo


" baik kalau begitu pak, terimakasih." kata vian


" mau pasang tenda atau mau acaranya dimana." kata pak adi


" acaranya di gedung livi aja pak, supaya enggak ribet dan khawatir hujan juga." kata vian


" iya sudah kalau begitu, jadi enggak usah sewa tenda lagi ya soalnya tenda yang ada di taman itu kan kecil." kata pak adi


" iya pak enggak perlu, menghemat budget juga." kata vian


mereka pun selesai sarapan, pak menteri pendidikan dan isteti serta anaknya pamit pulang duluan, pak bambang juga sama izin betangkat kerja.

__ADS_1


__ADS_2