
Karena sudah sudah mau masuk waktu jum'atan vian dan yang lainnya pergi ke mesjid, vian juga membawa devan. Selesai sholat jum'at vian dan yang lainnya kembali ke rumah, masih ada para tamu yang datang, apalagi setelah tau yang datang kesana dan yang menjadi saksi pernikahan shinta adalah seorang menteri dan gubernur. Pak bambang pun pamit karena mau ada rapat dan kunjungan dari luar.
" den, kamu mau kuliah dimana." tanya vian ke adik iparnya
" kata kak shinya di universitas livi aja kak." kata deni
" iya sudah, kamu kuliah disana aja bareng sama ari dan bimo, terus kamu jurusan apa." kata vian
" teknik informatika aja kak, aku suka pemograman soalnya." kata deni
" bagus kalau begitu, nanti kamu bisa tinggal di mess sama sama ari dan bimo." kata vian
" iya kak, terimakasih." kata deni
" pah kita mau pulang jam berapa kita juga kan di rumah akan ada syukuran ." kata lily
" kamu ganggu pengangin baru aja, kita aja yang pulang dulu." kata bu retno
" apaan pengantin baru, pengantin baru untuk shinta, lagian kan udah waktu di medinah." kata lily
" sebentar lagi mah, enggak enak kan kalau kita langsung meninggalkan acara ini." kata vian. Tak lama vian vian mendapat telepon dari pak daryat.
" assalamualaikum pak, maaf sekali mengganggu waktu dan acaranya, saya mau menginformasikan bahwa di area pembangunan livi village ada gangguan dari preman sekitaran, biasa pak kalau ada kegiatan proyek biasanya mereka muncul meminta jatah." kata pak daryat
" bapak sekarang dimana." kata vian
" saya sedang di perjalanan menuju kesana pak." kata pak daryat
" iya sudah kabari saya ya kalau ada apa apa, koordinasi sama pihak keamanan sana, coba hubungi security pabrik LNI juga, mereka kan orang asli sana siapa tau bisa bantu." kata vian
" baik pak." kata pak daryat
setelah teleponan dengan pak daryat vian pun menelepon hendra memberitahukan bahwa ada masalah di lokasi pembangunan livi village, vian pun meminta telepon security. lalu vian menelepon aldi security LNI.
" hallo pak aldi saya pak vian." kata vian
" iya pak, bagaimana ada yang bisa saya bantu, barusan pak daryat juga telepon saya." kata aldi
" kamu pasti kenal sama anak anak daerah sana kan, saya enggak mau terjadi sesuatu si lokasi tersebut, saya minta bantuan pak aldi supaya bisa mengendalikan suasa itu dan jangan sampai kedepannya terjadi lagi." kata vian
__ADS_1
" iya pak, ini saya mau kesana sama teman yang lain, ini bahkan karyawan juga mau kesana." kata aldi
" iya sudah kalau begitu, saya sekarang kesana, tolong jangan ada baku hantam, kecuali terdesak." kata vian, vian pun menelepon pak gubernur D meminta nomor telepon polres atau polsek daerah sana. Vian pun menjelaskan kronologinya. Pak gubernur bilang bahwa dia saja yang menghubungi polisi. Sehabis itu vian memanggil pak dede.
" pak de, suruh orang membawa mobil kesini nanti tukaran sama pak dede, kita ke karawang ada keributan di lokasi livi village." kata vian
" itu kan ada mobil ibu pak, dan pak edi juga." kata pak dede
" iya sudah kalau begitu, pak edi bisa bawa minibus enggak, kalau enggak suruh orang L-Trans datang kesini." kata vian, pak dede menanuakan ke pak edi, ternyata dia bisa membawa minibus.
" ada apa sih pah kok kayanya serius." kata lily
" biasa kalau ada suatu proyek pasti ada keributan, mereka biasa minta jatah keamanan." kata vian
" papah mau kesana." kata lily
" iya, soalnya kata aldi karyawan pabrik mau ke lokasi, kalau terjadi kan urusan bisa kemana mana." kata vian
" kalian pulang aja ya pake minibus, papah ke karawang dulu." kata vian.
" iya tapi papah hatus hati hati ya." kata lily
" bapak ikut ya." kata pak adi
" jangan lah pak, bapak pulang aja ke rumah ya." kata vian, Lalu dia pamitan dan pergi pakai mobil lily bersama pak dede
" nak vian mau kemana nak lily." kata ibu anita yang tadi sedang kebelakang
" ke karawang bu, ada masalah disana." kata lily
" kan banyak karyawan yang menangani itu, kenapa nak vian harus turun tangan sendiri." kata ibu anita
" itu dia bu, karyawannya yang mau menghadapi masalah, dan takutnya orang disana enggak bisa menenangkan karyawan dan akhirnya bisa merugikan mereka sendiri." kata lily
" enggak apa apa bu, lagian vian pasti sudah koordinasi sama pihak keamanan sana." lanjut lily
" kalau disini sudah beres kita ke rumah sana aja bu, ibu dan deni menginap disana juga," kata ibu retno dan ibu ningsih
" iya dek kamu kesana aja, disini biar kami yang bereskan." kata pak sapto
__ADS_1
" iya kalau begitu, terimakasih kak, kami siap siap dulu." kata bu anita, dia pun pergi ke kamar dan menyuruh deni untuk membawa pakaiannya
Di perjalanan vian membuka kaca mobil, lalu menyalakan rokoknya. Sampai di lokasi pembangunan perumahan livi village sudah banyak orang baik karyawan LNI maupun pihak kemanan dan warga tentunya para preman yang jumlahnya 20 orang, terlihat disana Aldi sedang bicara sama ketua preman disana.
" kamu bikin onar di daerah ini, kalian berasal dari ormas mana." kata aldi
" kami orang sini juga, wajar dong kami meminta bagian, untuk biaya keamanan supaya proyek ini lancar," kata ketua preman
" enggak perlu jasa keamanan dari kalian, saya yang pegang daerah ini, lagian saya asli sini dan ini perumahan untuk karyawan perusahaan saya bekerja termasuk saya yang akan menempati perumahan ini." kata aldi
" jadi satpam aja udah belaku lho. Kami dari ormas P enggak ada yang menentang selama kami mau." kata ketua preman itu
" biarkan saja jadi satpam yang penting halal, kalian baru jadi preman saya udah lama dari pada kalian, ormas hanya kedok aja, sekarang saya merasa dihargain jadi manusia. Kalian jangan pernah lagi macam macam kalau enggak saya juga bisa kasar." kata aldi yang tersulut emosi melihat tingkah para preman tersebut
Vian menemui pak daryat menanyakan bagaimana situasinya.
" eh bapak, kok kesini pak, lagian bapak kan ada acara, aldi sedang bicara sama mereka, mereka keukeuh minta uang 10 juta pak katanya untuk keamanan." kata pak daryat
" selamat siang pak, perkenalkan saya taher dari polsek sini, saya tadi mendapat kabar dari pak kapolres katanya ada keributan disini, kalau boleh tau bapak pak vian bukan ya." kata pak taher
" betul pak saya vian, tadi saya minta telepon pak kapolres kepada pak gubernur, akan tetapi katanya bkar dia saja yang menghubungi." kata vian
" ini memang ormas suka bikin ulah, warga sekitar sini saja enggak masalah, malahan mereka senang bisa bekerja jadi kuli bangunan disini. kalau bukan ada undang undang HAM, udah dibuang ke laut tuh mereka." kata pak taher
" biasa mereka melakukan hal itu, mereka melihat ada kesempatan untuk mendapatkan uang, iya seperti itu lah, kami memang selalu mengutamakan pekerja dari lingkungan sekitar dulu pak kalau setiap membangun, dan ini juga perumahan buat karyawan yang bekerja di pabrik LNI, makanya mereka datang kesini." kata vian
Tak lama datang 2 mobil yang ada tempelan logo ormas tersebut, polisi yang ada disana hanya 4 orang karena tidak tau situasinya. Tak lama teriakan terdengar dari salah satu orang yang turun dari mobil.
" hai aldi, asep, kamu udah jadi orang baik ya sekarang, bukannya kamu juga bajingan." kata Agung orang dari ormas tersebut
" saya memang bajingan, tapi saya sadar enggak kaya kamu." jawab aldi
" kamu hanya pake kedok ormas aja tapi kelakuan masih bajingan." kata asep
" saya menyuruh anak anak kesini karena ada laporan bahwa warga disini enggak setuju dan pihak pengembang berlaku kasar kepada warga." kata agung
" kamu mengatasnamakan warga, warga mana yang enggak setuju, saya tau ini perumahan enggak akan dibangun kalau belum ada restu dari warga sekitar, dan perlu kamu tau warga disini yang bekerja di perumahan ini, dan nantinya juga ada sebagian warga disini yang bekerja di pabrik akan menempati tempat ini." kata asep
" saya warga sini enggak keberatan, malahan kami bisa bekerja disini, anak saya aja yang bekerja di pabrik itu dia mau ambil rumah ini." teriak salah satu pekerja dia datang kesana sambil membawa cangkul. Suasana pun menjadi panas karena pekerja yang ada jauh dari sana muncul membawa peralatan.
__ADS_1