Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Dana CSR


__ADS_3

Tak lama datang pak Bambang kesana bersama 2 orang temannya sesama anggota dewan.


" selamat malam semuanya, maaf nih mengganggu acaranya." kata pak bambang


" gak apa apa, lagian kita ngobrol santai aja." kata vian


" wah ada pak gubernur D, Pak gubernur B, pak gubernur L juga, ada apa nih enggak ajak ajak saya." kata pak bambang


" malam pak, saya ingin silaturahmi saja, dan ingin nambah wawasan supaya kita bisa bersinergi." kata pak gubernur L


" kirain mau nambah isteri, oh iya perkenalkan ini pak eko dan pak Roni mereka anggota dewan juga." kata pak bambang


" salam kenal pak. silahkan makan dulu," kata vian


" saya jadi enak, tiap pulang kerja kesini dikasih makan," kata pak bambang, lalu mengajak temannya itu mengambil makanan lalu duduk berasama vian dan yang lainnya.


" o iya pak vian bagaimana lahan itu jadi dibeli." kata pak bambang


" alhamdulillah sudah pak, sekarang sedang proses pemagaran dan perizinan untuk pembangunan pabriknya." kata vian


" bagus kalau begitu, benar benar gerak cepat nih, jadi berapa modal yang harus disiapkan." kata pak bambang


" kalau dari laporan tim sih untuk pembangunan pabrik, membeli mesin dan operasional awal di 4 trilyun pak." kata vian


" BEP (Break Event Point)nya berapa tahun." kata pak bambang


" hitungan sih paling lama di 7 tahun pak," kata vian


" untuk pemasarannya bagaimana." kata pak bambang


" nanti akan di buat 2 produk untuk pasar tradisional dan pasar modern," kata vian


" bagus. Oke saya gabung, saya ambil 5% aja dulu." kata pak bambang


" siap pak, walau pun pabrik ini di bawah naungan Perusahaan LA, tapi pembukuannya terpisah, kalau gak bapak masuk di di perusahaan LA secara keseluruhan aja totalnya di 7,7 trilyun." kata vian


" boleh tapi dananya saya cicil ya. " kata pak bambang


" siap, bisa diatur itu nanti urusannya sama BLS." kata vian


" oke kalau begitu, jadi maximal 2 minggu sebelum mau operasional kita harus sudah pesan sawitnya, supaya pas pengopersionalan sudah ada bahan bakunya." kata pak bambang


" siap pak. Itu juga sudah dijadwalkan, mudah mudahan tahun depan sudah beropersi." kata vian


" iya lah dari pada kita export tapi kebutuhan di dalam negeri saja tidak terpenuhi." kata pak bambang


" bangun pabriknya jadi di KBB pak." kata pak gubernur D


" InsyaAllah pak jadi disana, sekarang tim sedang berkonsultasi dengan dinas lingkungan hidup masalah limbahnya." kata vian

__ADS_1


" lahannya berapa luas pak." kata pak gubernur D


" kurang lebih di 2,7 hektar." jawab vian


" keseluruhannya mau di buat pabrik pak." kata pak gubernur D


" gak pak, kalau dari site plan kita akan tanam pohon sekitar 4000 meter dan mungkin bertambah, 2000 meter untuk area pengolahan limbah." kata vian


" mudah mudahan saja dengan keberadaan pabrik disana kebutuhan masyarakat akan minyak goreng bisa terpenuhi." kata pak gubernur D


" daerah ini juga kebutuhan pokok masyarakat bisa di supply dari perusahaan pak vian apalagi di tunjang dengan petani petani di daerah " kata pak gubernur B


" makanya saya fikir para petani harua diberikan penyuluhan supaya mereka gak asal tanam saja." kata pak gubernur D


" saya setuju pak, saya juga akan mengaktifkan fungsi dinas." kata pak gubernur L


"ayo pak di coba susu panas dan jagung bakarnya." kata vian


" iya pak, ini enak banget." kata pak roni


" dimana saya bisa mendapatkan susu dan jagung ini pak." kata pak eko


" yang sudah pasti di ruko depan komplek ini pak." kata vian


" ini juga daging untuk BBQ dari perusahaan bapak juga." kata pak roni


" betul pak." jawab vian


" ibu aku sama via mau nginep disini ya." kata silvy


" emang kenapa, kok mau nginap disini." kata ibu sisil


" aku masih mau ngobrol aja sama kak ika, bella, sella, selly, lusi, dan mitha, rame kan." kata silvy


" suruh aja mereka menginap di rumah kita kan dekat." kata ibu sisil


" enggak ah, disini aja, aku masih mau bicarain masalah SPI." kata silvy


" percuma dong bapak beli rumah dekat sini." kata pak bambang


" iya gak dong pak, itu kan investasi." kata silvy


" biarkan saja bu, disini masih ada kamar kosong kok." kata lily


" tante lily aja boleh." kata silvy lalu pergi sama silvia kembali ke tempat berkumpulnya tadi di paviliun, ternyata mereka sedang membahas progres SPI.


" biarkan saja pak, mumpung mereka lagi semangat. Saya lihat bagus progresnya mereka, gak tau LCI." kata vian


" oke dong pah, mudah mudahan kehadiran sella dan selly bisa mendobrak penjualan. Karena sekarang kita kurang orang untuk design." kata lily

__ADS_1


" maaf pak vian, kira kira bapak perlu data untuk setiap daerah di provinsi L tentang haskl pertaniannya." kata pak gubernur L


" sangat perlu pak, ditambah potensi apa dari daerah tersebut, saya kemarin sudah bicara sama pak walikota untuk masalah pengembangan UMKM disana, nanti saya bantu dari permodalan, pengembangan usahanya, bahkan untuk pemasarannya kita akan bantu." kata vian


" daerah saya juga dong pak, supaya pengusaha UMKMnya bisa naik kelas." kata pak gubernur D


" di KBB itu sudah berjalan pak." kata vian


" daerah lainnya juga dong pak." kata pak gubernur D


" insyaAllah pak step by step." kata vian


" bantu daerah ini juga dong pak." kata pak gubernur B


" disini malahan sudah hampir 1 tahun berjalan pak, malahan kredit yang dikeluarkan BLS hampir menycapai 7 milyar sampai saat ini. Uang yang sudah dikembalikan sudah 5 milyar, bagi hasil yang diperoleh BLS saja 2,7 Milyar, dari sana bisa dilihat bahwa usaha Debitur mengalami peningkatan omzet dan keuntungannya. Kalau para debitur BLS ini tidak untung maka BLS pun tidak akan menerima bagi hasil tersebut." kata vian


" jadi keuntungan BLS itu dari bagi hasil pak." kata pak gubernur B


" betul pak, jadi setiap bulan debitur hanya mengembalikan dana pinjamannya saja plus jika ada keuntungan dari hasil usahanya sesuai dengan akad waktu pinjaman," kata vian


" jadi kalau peminjam itu tidak mendapatkan keuntungan BLS tidak dapat apa apa, hanya cicilan pinjaman saja." kata pak gubernur L


" benar pak, makanya BLS wajib membantu untuk pengembangan usaha para debiturnya kalau mau untung." kata vian


" BLS itu apa pak." kata pak roni


" Bank Livi Syariah pak." jawab vian


" terus untuk operasional BLS ini dari mana pak, karena kalau mengandalkan dari hasil keuntungan debitur kan tidak menentu sedangkan kalau hanya mengandalkan dari modal lama lama habis." kata pak roni


" saya suruh perusahaan lainnya di bawah livi group untuk meminjam ke BLS, jadi otomatis BLS akan dapat kebagian untung juga. Kemungkinan dari hasil tadi keuntungan yang diterima BLS 60% - 70% dari perusahaan saya juga." kata vian


" luar biasa cara berfikir usaha bapak ini. Jadi semua lini usahanya bersinergi." kata pak eko


" jadi uang pak vian itu mutar mutar di lingkarannya sendiri." kata pak bambang


" sudah ada cabang dimana saja BLS ini pak." kata pak eko


" baru ada Di KBB aja, mudah mudahan di surabaya cepat menyusul." kata vian


" pokoknya kalah program pemerintah juga." kata pak bambang


" saya juga malu sebenarnya ke pak vian ini, dulu kita hanya mempermasalahkan bangunan liar, tanpa ada solusi nyata, dengan kehadiran livi group kita dengan mudah menghancurkan bangunan liar tersebut tanpa merugikan orang lain dengan dibangunnya Rusun." kata pak gubernur B


" betul pak, di daerah KBB bendungan yang diperuntukan untuk mengaliri irigasi ke pesawahan warga, perusahaan pak vian yang memperbaikinya." kata pak Gubernur D


" saya dapat laporan kemarin bahwa warga banyak yang mengajukan surat keterangan yidak mampu untuk berobat ke rumah sakit Livi, mereka bilang lebih enak kesana berobatnya daripada ke puskesmas karena langsung ditangani tanpa melihat dia mampu atau enggak." kata pak gubernur B


" nah kalau seperti itu dananya dari mana pak." kata pak roni

__ADS_1


" tenang pak roni yang pasti bukan hasil korupsi." kata pak bambang, diikuti ketawa oleh mereka


" ke rumah sakit tetap saya bayar, sesuai biaya pasien tersebut. Saya pakai dana CSR livi Group." kata vian


__ADS_2