
keesokan paginya vian pamit ke keluarganya. "yank papah mau berangkat dulu yaa" kata vian, iya pah, papah hati hati yaa lily mencium tangan vian dan vian pun mencium kening lily sambil meluk ya udah papah berangkat ya.
jam 9 vian sudah sampai di LA. vian lalu masuk ke ruangannya. lalu manggil opik, pak opik ayo berangkat kesana bawa orang legal juga, baik pak, mampir sebentar di batujajar yaa, lewat kesana kan. di jalan vian telp endris temannya yang bertugas di batujajar, endris sebentar lagi saya sampai di batujajar, kamu dimananya, di pos bilang aja mau ketemu saya. oke siap jawab vian
di pos jaga vian bilang ke penjaga mau ketemu bapak endris, oh silahkan pak ikutin kami. siap terimakasih. di luar kantor vian sudah di tunggu endris. penjaga yang tadi mengantarkan vian ke hadapan endris. siang komandan tamu ini mau bertemu bapak, iya dia temen saya.
jadi gimana tanah yang di ciwideuy tuh.. opik pun menjelaskan, iya pak kemaren kita kesana kita di hadang ormas, dan warga yang selama ini menggarap tuh lahan gak terima, ini sertifikat tanahnya pak opik nyerahin ke endris, saya percaya ke vian gak mungkin dia ambil yang bukan hak dia. ya udah kita sikat aja. saya sama anak buah pake mobil lain. kalo gak kondusif saya turun tangan yaa, siap komandan.
opik memimpin rombongan menuju lahan yang baru saja dibeli LA. benar aja 500 meter sebelum masuk ke tanah yang sudah dibeli itu mereka di hadang warga dan ormas, opik turun dan vian pun turun dari mobil..
"ada apa ini menghalangi jalan kami." kata vian
"anda tidak bisa seenaknya gitu merebut lahan kami" kata warga
"lahan mana yang bapak miliki. tunjukan kepada saya surat surat kepemilikannya" memang itu bukan lahan kami tapi kami yang menggarapnya.
__ADS_1
"terus kalo saya mau pake lahan itu kenapa.. itu hak saya, sah secara hukum" tegas vian
disini gak hukum pak. ormas sudah mulai ikut campur menambah susana menjadi panas
vian melihat sudah ada aparat desa dan polsek..
"Tadinya sy mau mempekerjakan bapak bapak untuk menggarap lahan ini sy akan menggaji bapak bapak, sy mau membicarakan ini dengan pihak desa, tapi gimana sekarang belum ala apa bapak bapak sudah melakukan aksi sendiri apalagi bawa bawa ormas yang merepotkan pemerintah aja, sekarang maunya apa". tanya vian
warga diam terdiam setelah dikasih omongan seperti itu.
"warga sekalian, dari pihak perusahaan LA sebelumnya sudah menyampaikan kepada saya. bahwa nanti yang selama ini menggarap jika mau bekerja menjadi penggarap di lahan LA dia akan meberikan upah sebagai pegawai di PT. LA dan ini akan disampaikan ke bapak bapak, tapi belum apa apa kalian malahan demo, mau kalian tuh apa, saya heran kok begini kelakuan warga desa ini.
gak mungkin itu terjadi yang ada juga mengambil lahan kami dan memeras tenaga kami teriak ormas
saya jujur cape kalo menghadapi orang orang yang cuma mengandalkan suaranya dan beraninya rame rame bukan otaknya untuk berfikir bagaimana cara mengembangkan desanya. "kalian maunya apa sekarang". vian sudah mulai emosi.
__ADS_1
tak lama endris sama anak buahnya turun dari mobil, langsung mengepung anggota ormas, udah tangkap anggota ormas itu bawa ke polsek. ngomong gak ada hukum, berarti dia sebagai penghianat negara. pak bhabinmas tolong angkut ke polsek. introgasi mereka tadi mereka terang terangan mengaku bahwa di negara ini gak ada hukum.siap komandan
iya pak bawa saja selama ini mereka suka bikin ulah kata kades itu. gimana desa ini mau maju kalo setiap ada investor yang mau mengembangkan ini desa mereka lawan. untung aja yang dilawan kali ini LA. makasih pak kades kata vian. perusahaan saya disini hanya ingin bertani kemudian kalo cocok bangun tempat wisata. warga dan daerah ini juga akan diuntungkan. endris dan anggotanya pergi ke polsek untuk introgasi anggota ormas
saya tau bapak bapak di hasut sama mereka.. kalo pun gak sy bisa saja membawa bapak bapak seperti mereka. sy tanya sekarang bapak bapak mau gimana mumpung ada kepala desa. masih mau demo atau bekerja dengan kami sebagai penggarap lahan yang tentunya sesuai intruksi dari LA. bapak nantinya menerima upah. sy ikut jadi pekerja perusahaan bapak jawab warga. oke kalo begitu pik dan tim data mereka.. tanya keabsahannya sama bapak kades. iya pak kami akan membantu kata kepala desa. jika masih ada warga yang macam macam sy akan minta untuk di tembak di tempat ancam vian.
vian melirik ke pa kades supaya menguatkan ancaman itu. tuh bapak bapak kalian dengar kan. jadi kalo ada apa apa bisa kita musyawarahkan terlebih dahulu. kalo kalian masih membangkang sy gak akan ikut campur.
o iya pak kades maaf di desa ini apa yang masih kurang yaa. sy akan usahakan untuk membantu. kalo ada hal hal di desa ini yang bisa kami bantu bapak sampaikan saja ke petugas yang ada di kantor sini. baik pak terimakasih sebelumnya.
setelah selesai urusan disana vian telepon endris untuk mengajak makan siang. ya kita ketemu di rumah makan ikan bakar aja kata endris. siapa kalo begitu, vian pun menunju rumah makan yang disebut tadi, sesampainya disana vian memesan kopi terlebih dahulu, sambil menunggu endris dia menyalakan rokok. tak lama endris dan anak buahnya datang, vian mempersilahkan untuk pesan makanan.
"dris gimana itu ormas kamu apakan" tanya vian, "biasa aja biar mereka dapat masa pembinaan 1 minggu" jawab endris, mereka pengen cari nama ke perusahaan kamu supaya kalo nanti mereka atau orang lain mau kerja sama kamu melalui mereka, lanjutnya. kalo mereka macam macam lagi ya sudah kita tumpas.
"ayo sambil dimakan nanti keburu dingin" ajak vian. kamu mau pulang lagi ke jakarta hari ini? tanya endris, lihat situasi dari sini sy mau cek ruko buat kantor cabang. paling malam pulang ke rumah. jawab vian. terimaksih banyak kawan atas bantuannya lanjut vian, sama sama toh itu juga kewajiban penegak hukum membantu masyarakat jadi kalo kamu ada masalah kabari saja yang penting tidak melanggar hukum. siap komandan
__ADS_1
setelah selesai makan vian dan endris pun berpisah. vian menuju ruko yang di tunjukan opik, vian menuju bagian pemasaran untuk menanyakan ruko itu dan vian rasa ruko itu cocok untuk menjadi kantor cabang BLS karena dekat dengan kegiatan KUKM.
setelah negosiasi akhirnya vian deal dengan ruko yang berada di Hook, dan luas bangunannya pun jauh lebih besar. tanah lebih hook itu vian mau jadikan kantin atau tempat nongkrong karyawan BLS.