Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Pengembangan Usaha BLS


__ADS_3

selesai ngobrol dengan pak dede, vian mengerim pesan ke bu murti bahwa besok dia ingin mengadakan rapat dengan bagian keuangan, pemasaran, dan bagian Riset dan pengembangan usaha BLS.


vian survey ke Livi store menanyakan perkembangan toko dan produk yang laku dan dicari konsumen. selesai dari toko vian pergi ke butik lily.


" sayank udah sore, udah selesai kerjaannya." kata vian


" sudah pah, maaf ya nunggu lama, mamah beres beres dulu." jawab lily


" o iya mah besok papah pagi ke kantor BLS terus ke surabaya ya. papah jadi merasa gak enak kalo gak datang, mereka dulu yang membantu papah bisa mengembangkan usaha seperti ini." kata vian


" iya pah. mamah ngerti kok. seharusnya kita juga peduli sama orang yang sama sama berjuang menjalankan usaha kita. kalo de qinar bisa udah gedean mamah juga pengen ikut." kata lily


" iya papah juga ngerti. makasih ya. maaf tadi papah juga emosi di rapat. informasi penting gitu mereka malahan lupa ngasih tau." kata vian


" iya tadi juga mamah kaget, setelah mendengar penjelasan papah, mamah ngerti kenapa papah marah. tapi mungkin mereka juga benar kaget jadi lupa ngasih kabar. papah ke BLS mau ada apa.?" tanya lily


" mau bahas untuk pengembangan usaha logam mulia itu mah." kata vian


" oh kalo begitu biar papah gak cape biar mamah aja yang rapat di BLS, gimana? papah percaya sama mamah kan." kata lily


" iya tentu dong sayank percaya, lagian itu juga tadi ide dari mamah." kata vian. setelah itu mereka pun pulang ke rumah. di perjalanan vian menelepon distributor surabaya


" assalamualaikum, bagaimana kabarnya pak." kata vian


" waalaikumsalam, alhamdulillah pak, bapak gimana kabarnya." kata pak anam distributor surabaya


" o iya pak barusan saya rapat di kantor, dan saya dapat kabar bahwa ibu meninggal, saya turut berduka cita, semoga ibu diterima amal ibadahnya di berikan tempat terbaik." kata vian


" aamiin.. terimakasih atas doanya pak, iya saya juga kaget karena ibu tidak memberikan kabar apa apa kepada saya tentang kondisi kesehatannya." jawab pak anam


" bapak ini sekarang dimana.?" kata vian


" di surabaya pak, ini baru sampai habis dari kampung." jawab pak anam


" ibu dikebumikan disana." tanya vian


" iya pak, keluarganya ingin ibu dikuburkan di tempat kelahirannya." kata pak anam


" o iya kalo begini insyaAllah besok saya kesana." kata vian

__ADS_1


" waduh pak gak usah repot repot kesini, doanya sudah cukup." kata pak anam


" gak kok pak, saya yang gak enak kalo gak kesana." kata vian


" baik kalo begitu saya tunggu besok di bandara, pesawat jam berapa.?" tanya pak anam


" ini saya belum beli tiketnya sedang di urus pak, gak usah repot repot saya naik taxi saja, bapak juga cape habis perjalanan jauh." kata vian


" baik kalo begitu, kami tunggu di rumah." jawab pak anam. vian pun menutup teleponnya


tak lama mereka pun sampai di rumah. lalu mereka pergi ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian. setelah itu vian menelepon pak dede supaya bisa memesankan tiket pesawat ke surabaya besok.


vian dan lily pun main sama baby qinar dan devan


" papah berapa hari di surabayanya." kata lily


" 2 hari aja mah lusa sore pulang." jawab vian


" ya sudah kalo begitu jadi gak usah banyak bawa pakaian ya." kata lily


" bawa buat tidur, sama buat pulang aja mah." jawab vian


" iya aa, istri teman papah meninggal papah mau tajiah kesana." jawab vian


" meninggal itu apa pah." kata devan


" semua yang hidup akan merasakan meninggal termasuk kita, kembali kepada pencipta kita Allah." jawab vian


" oh. terus apa yang harus kita siapkan sebelum minggal itu pah." kata devan


" orang meninggal itu akan membawa 3, 1. ilmu yang bermanfaat, 2. amal ibadah 3. doa anak sholeh. jadi aa harus jadi anak sholeh dan doakan papah ya." kata vian


" iya pah, aa selalu doain papah sama mamah kok." jawab devan


" terimakasih ya aa sayang, yu kita sholat berjamaah." ajak vian, mereka bertiga sholat berjamaah di kamar, setelah sholat mereka turun ke bawah untuk makan malam bersama keluarganya. sambil makan vian dan yang lainnya mengobrol


" pak, bu, nek, kantor LNI mau ngasih reward Umroh, vian dan lily berencana untuk pergi mereka bersama, apa bapak, ibu, nenek mau ikut juga." kata vian


" tentu dong ikut masa gak ikut, terus si aa sama de qinar gimana." kata pak bowo

__ADS_1


" mereka ikut juga, rencana vian berangkatnya 3 bulanan lagi jadi de qinar udah 7 bulan jadi insyaAllah kuat." kata vian


" jadi bapak, ibu dan nenek harus siapkan persyaratan buat pasportnya," kata lily


" siapa aja yang rencana ikut selain keluarga." kata bu retno


" lilis, evi, pak dede, putra, haris, indra, buat jagain aa dan gendong nanti pas tawaf." kata vian


" iya mamah setuju, dan nanti mamah juga tanya ke murti dari BLS siapa kira kira bisa ikut. besok mamah sampaikan ke mereka." kata lily


" sama besok vian mau pergi ke surabaya mau tajiah, istri distributor LNI kemarin meninggal." kata vian


" innalillahi wainaillahi roji'un." jawab mereka serempak


" lily juga mau ke kantor BLS gantiin vian, gak apa apa ya titip de qinar lagi." kata lily


" iya gak apa apa kan ada neneknya." jawab bu ningsih


" berapa hari kamu disana." katq pak bowo


" lusa pulang pak. vian gak enak karena vian udah dekat sama mereka dan mereka udah bantuin usaha vian." kata vian


" bagus itu, selain kita berbisnis, kita juga jalin silaturahmi yang baik dengan mereka, apalagi kamu sudah dekat sama mereka." kata pak bowo


selesai makan malam vian dan lily masuk ke kamar, devan sudah di bawa lils untuk tidur. vian dan lily mengobrol di atas kasur.


" pah besok yang harus mamah kasih tau ke manajemen tentang pengembangan usaha BLS apa saja." kata lily


" harga pasaran berapa, cari produsen Logam Mulianya kita dapat harga berapa. selebihnya terserah mamah." kata vian


" iya sudah kalo begitu, kalo aa sama de qinar nanti buat pasportnya harus sama papah ya." kata lily


" iya sayank, mamah siapkan aja akta kelahiran, KK, KTP kita. surat nikah." kata vian


" iya besok mamah siapkan." jawab lily


" terimakasih ya sayank." kata vian sambil memeluk lily dan mencium keningnya, lalu ******* bibir lily, ******* mereka membuat suasana di kamar menjadi panas.


" ih papah, pengen dibekelin yaaa." kata lily

__ADS_1


" iya sayank, mau kan kasih bekel papah." jawab vian, lily mengangguk. sambil membalas ciuman vian. akhirnya pakaian mereka sudah terlepas, rangsangan demi rangsangan mereka rasakan dan pergulatan itu diakhiri dengan memberikan puncak kenikmatan suami istri tersebut. vian mengecup kening lily dan memeluknya di bawah selimut.


__ADS_2