Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Dillas Cafe 1


__ADS_3

Jam 11an vian mengajak mereka ke perumahan B untuk melihat rumah.


" dik kamu mau ikut atau mau kemana." kata astrid


" ikut mba aja." kata bella


" iya udah kita berangkat sekarang." ajak vian, mereka pun pergi ke perumahan tersebut, 10 menit mereka telah sampai di kantor marketing perumahan itu disana sudah Amel marketing yang jaga stand kemarin di mall.


" selamat datang pak, mba di perumahan kami." kata amel


" makasih mba amel," kata vian


" mau lihat rumahnya sekarang pak biar saya antar." kata amel


" boleh, terimakasih." kata vian


" kalau begitu saya ambil kunci rumahnya dulu." kata amel, lalu dia mengambil kunci rumah. mereka keluar dari kantor pemasaran menaiki mobil yang dibawa vian


mereka pun sampai di rumah yang kemarin di booking



amel pun membuka pintu rumah tersebut.


" silahkan pak, mbak lihat rumahnya." kata amel


" makasih ya mbak." kata vian, mereka pun masuk melihat lihat lihat dalam rumahnya.


" ini ruang tamu, kamar tamu, ruang keluarga, ruang makan ini meja makannya kita kasih gratis, kamar utamanya disini, dapur, kamar pembantu, tempat cuci pakaian dan jemur, garasi 2 mobil, disana gazebo dan kolam renang, di lantai 2 ada 3 kamar tidur, ruang belajar dan ruang santai keluarga, setiap kamar tidur sudah kita sediakan juga lemari pakaiannya." kata amel


" untuk serah terima kunci kapan ya." kata vian


" setelah bapak selesai melakukan pelunasan kita langsung kasih kunci rumahnya pak, karena bapak membayar secara cash." kata amel


" jadi saya bisa langsung menempatinya ya." kata vian


" benar pak, nah untuk sertifikat kepemilikannya paling 2 bulanan, nanti kita informasikan kalau sudah selesai." kata amel


" oke baik, kalau begitu kita selesaikan transaksinya." kata vian. mereka pun kembali ke kantor pemasaran


" boleh saya minta kwitansi pembayaran booking kemarin. dan minta lagi kartu identitasnya." kata amel, astrid mengambil kwitansi dan ktp dari tasnya lalu menyerahkan kepada amel, dilla juga menyerahkan ktpnya.


" untuk pelunasannya bapak mau debet apa transfer." kata amel


" debet aja," kata vian menyerahkan kartunya.


" pelunasan pembayarannya sudah kami terima, sebentar saya akan panggilkan bagian legal kita." kata amel menyerahkan kartu vian dan kwitansi pelunasan.


tak lama bagian legal mereka datang, sesudah itu mereka meminta astrid dan dilla menandatangani akta jual beli dan kelengkapan pembuatan sertifikat kepemilikan.


" ini mbak kunci rumahnya, dan ini kartu identitas penghuni saya berikan 2 kartu, kalau mau nambah kartu bisa hubungi saya, kartu ini dipakai untuk keluar masuk komplek ini. semoga betah tinggalnya dan membawa kebahagiaan." kata amel menyerahlan kunci kepada astrid


" terimakasih banyak mbak amel atas bantuannya," kata vian


" sama sama pak, dan kartu penghuni itu sudah saya aktifkan," kata amel


" kalau begitu kami permisi dulu." kata vian pamit


" kita kemana sekarang mas." kata dilla


" cari makan aja dulu, terus ke tempat beli peralatan cafe, toko komputer, dan meubeul." kata vian


mereka pun pergi dari kantor pemasaran menuju restoran.

__ADS_1


" mas, beneran mas membelikan kita rumah." kata astrid


" kunci rumahnya kan di kamu, yang tandatangan juga kalian." kata vian


" aku masih kaya mimpi mas, kita punya rumah disana." kata dilla sambil menyetir


" yang penting kalian pada akur, rawat itu rumah, jadi kalau mas ke sini gak usah tidur lagi di hotel." kata vian


" mas aku boleh gak tinggal disana." kata bella


" iya boleh dong kenapa gak, jadi disana rame, dan kamu juga lebih dekat ke kampus kan." kata vian


" iya itu dia mas, makasih ya mas, mas baik deh." jawab bella


setelah menemukan restoran mereka pun berhenti untuk makan siang. mereka pun memesan makanan dan minuman, sambil menunggu pesanan datang vian pun merokok, rokok baru habis setengah pesanan sudah datang, vian pun mematikan rokoknya lalu makan. vian pun mengirim pesan ke lily


" mah lagi dimana?, udah makan belum.?" kata vian


" di butik pah, udah mamah tadi suruh edi pesan makanannya, papah udh.?" kata lily


" ini lagi makan sayank." kata vian


" aa tanya papah terus tuh, katanya gak ada teman main." kata lily


" besok papah pulang." kata vian


" iya pah, papah jangan cape cape kerjanya." kata lily


" mamah juga ya jangan cape cape kan nanti diakumulasi." kata vian


" udah kangen ya.. pengen di peluk." kata lily


" iya pokoknya mamah jangan cape cape." kata vian


" iya papah sayank, ya udah mamah kerja lagi ah. bisa gak konsen nih." kata lily


" chatan sama mba ya mas." kata astrid


" iya sayang." jawab vian


" mas mau hari ini juga beli peralatan rumah." kata astrid


" iya mumpung mas disini, kalian list apa yang di perlukan." kata vian


" oh iya mas, yang chef bisa datang sore ini dan dia juga mau beli bahan bahan untuk tester itu." kata astrid


" syukur kalau begitu, jadi kita bisa secepatnya buka." kata vian


selesai makan mereka pun pergi ke toko yang jual peralatan untuk cafe. dilla memberikan list yang diberikan sama chef cafe.


" bisa dikirim kan ya pesanannya." kata vian


" bisa pak, dikirim ke mana." kata penjaga toko


" ke Dilas cafe alamatnya. Jl. nnnnnnnn, telp. xxxxx." kata vian.


" baik pak " kata penjaga toko


" sekalian aja beli peralatan dapur sama makan disini buat di rumah." kata vian, astrid dan dilla pun memilih untuk kebutuhan di rumah.


" list pesanan ini ada semua pak,." kata penjaga toko


" ya sudah hitung aja dulu yang pesanan ini." kata vian

__ADS_1


" totalnya Rp. xx juta pak." kata penjaga toko


" iya udah saya bayar dulu." kata vian lalu menyerahkan kartu banknya.


" ini sudah pak." kata penjaga toko menyerahkan kartu dan struk pembelian. vian menyerahlan struk tersebut ke dilla untuk di catat


" mas ini udah perlatan dapur dan peralatan makan buat di rumah." kata astrid


" iya udah di bayar." kata vian. lalu menyuruh penjaga toko menghitung belanjaannya.


" totalnya Rp. x juta pak." kata penjaga toko, vian pun memberikan kartunya. setelah itu penjaga toko memberikan kartu dan struknya ke vian


" nanti barang barang ini kirim ke dilas cafe aja ya." kata vian


" baik pak, nanti jam 3an kami kirimkan barangnya." kata penjaga toko


" baik, terimakasih ya." kata vian


setelah belanja peralatan cafe mereka pergi mencari toko meubeul, setelah ketemu toko meubeul yang lengkap mereka berhenti.


" mau beli apa aja mas." kata astrid


" kasur super king size buat di kamar utama, kasur no 1 buat di kamar tamu, 3 kasur buat di kamar pembantu, 2 buat di kamar atas, bantal dan gulingnya sekalian. sofa buat di ruang tamu, meja tv, kalau lemari pakaian kan sudah ada ya." kata vian


" iya mas, nanti kalau kurang kurang beli lagi aja." kata astrid


" kamu atur aja sayang." kata vian sambil merangkul astrid


" tolong hitung mas, tolong nanti kirim ke perumahan B jl. wijayakusuma no. 7 telp. xxxx ya." kata astrid ke penjaga toko


" baik mbak, ini totalnya. Rp. xx juta." kata penjaga toko, vian menyerahkan kartunya. setelah berhasil penjaga toko memebrikan kartu dan struk ke vian, vian menyerahkan struk ke astrid


" kita kemana lagi mas." kata astrid


" kita beli komputer, TV, dan mesin kasir. untuk keperluan internet kalian pasang aja ya di cafe, sama di rumah juga." kata vian


" iya mas, nanti aku urus " kata dilla


mereka pergi ke pusat penjualan barang elektronik, vian pergi ke toko komputer, vian meminta spesifikasi komputer buat design 1unit, yang buat admin 1 unit, printer 1 unit, disana juga ada mesin kasir jadi vian membeli sekalian 2 unit.


" spesifikasi ini cukup kan untuk design." kata vian


" ini sudah cukup mas," kata bella


" mas ini bisa diantarkan." kata vian


" bisa mas diantar kemana, nanti kita akan instalkan dulu programnya baru kita kirim." kata penjaga toko


" baik mas, kirim ke Dilas cafe alamatnya. Jl. nnnnnnnn, telp. xxxxx. berapa toralnya." kata vian,


" Rp. xx juta pak." kata penjaga toko, lalu vian menyerahkan kartunya, setelah selesai pembayaran penjaga toko menyerahkan kartu dan struk pembelian.


setelah itu mereka pergi ke toko yang menjual televisi dan kulkas, vian memilih kulkas, mikrowave, dan televisi 55 inchi. vian meminta mengantarkannya ke perumahan B jl. wijayakusuma no. 7 telp. xxxx.


" kalian mau beli apalagi." kata vian


" sudah aja mas, nanti kekurangannya biar kita aja yang cari." kata astrid


" iya mas, ini buat di rumah juga sudah cukup." kata dilla


" ini mau kemana lagi mas." kata dilla


" terserah, mau ke mall dulu." kata vian

__ADS_1


" boleh mas, sambil nunggu sorean." kata astrid


mereka pun pergi ke mall untuk jalan jalan.


__ADS_2