
Vian dan opik mengobrol sambil merokok dan minum kopi
" berarti pik untuk pengolahan makan ringan ini tim LA sudah ada riset pasarnya juga dong ya." kata vian
" sudah pak, tadinya ini akan di bahas pas akhir semester 1 ini, dan bapak mengusulkan untuk membuka pabrik pengolahan air minum jadi tim riset menunda itu dulu." kata opik
" seharusnya walaupun saya ngasih ide apapun kalau di tim sudah ada rencana lainnya sampaikan saja, jangan mentang mentang ide dari saya kalian terima begitu saja, iya sudah kalau begitu jalankan sekalian, urus semuanya perizinannya juga." kata vian
" baik pak, akan saya sampaikan ke tim." kata opik
" saya diam itu bukan berarti kalian juga harus diam. Dan jangan sampai karena ide dari saya kalian harus kerjakan, perkembangan LA akan bisa jauh dari LNI karena kita menguasai hulunya." kata vian
" iya pak, lain kali kita akan sampaikan ide ide kita selanjutnya." kata opik
" sampaikan ke tim riset dan pengembangan usaha, kalau ide mereka tidak diterima itu bulan berarti saya tidak setuju, akan tetapi belum saatnya saja, saya tidak akan membatasi ide kreatif kalian, kamu tau sendiri saya gimana sekarang, ada saya ataupun tidak perusahaan LA harus terus berkembang." kata vian
" sudah berapa sekarang omzet LA perbulannya, berapa nett profitnya." lanjut vian
" sekarang sudah di 7 milyar pak, nett profitnya 10%," kata opik
" saya ingin 2 tahun ke depan omzet mencapai minimal 1 triliun, kita harus mengejar mimpi kita, karena kalau kita hanya mengandalkan produk yang ada sekarang agak berat, tapi itu bukan hal mustahil, saya apresiasi kinerja LA, kenapa saya limpahkan produk itu ke LA karena saya ingin LA bisa benar benar berkembang, kenapa saya mengharuskan LA beli asset karena itu modal kita ada disana, kita tidak bisa mengandalkan supply bahan dari luar terus, kita setidaknya memiliki 20% supply untuk produk kita sendiri." kata vian
" kamu fikirkan supaya kinerja karyawan bisa meningkat lagi, dan saya mau mengadakan family gathering untuk karyawan LA supaya rasa kekeluargaan LA lebih solid lagi, kamu cari tempatnya untuk acara tersebut tanya karyawan mau kemana kalau jauh 3 hari 2 malam kalau dekat 2 hari 1 malam, yang boleh dibawa kalau karyawan sudah berkeluarga boleh bawa istri atau suami dan anaknya kalau yang belum boleh bawa orangtuanya saja." kata vian
" baik pak, sebenarnya itu sudah diusulkan HRD juga." kata opik
" terus kamu kenapa enggak kasih tau saya, jangan sampai ada pemikiran yang enggak baik juga terhadap saya dari karyawan. Kamu tau saya gimana pik, jadi kalau ada apa apa, sekecil apapun itu tolong sampaikan kesaya." kata vian
" iya pak, saya mohon maaf." kata opik
__ADS_1
" saya enggak mau terus keputusan ada disaya, saya ingin mulai melepas itu ke kalian." kata vian
Pak bambang, pak gubernur D dan pak bupati serta yang lainnya masih ragu untuk pergi ke gazebo karena melihat vian dan opik sedang bicara dan kelihatannya serius. Lily, astrid dan dilla pun belum melihat vian seserius itu, jadi menahan untuk menghampiri vian. Karena takut vian dan opik berantem lily akhirnya menghampiri vian.
" maaf pah, ada masalah di perusahaan." kata lily
" enggak ada, alhamdulillah lancar. memangnya kenapa." kata vian sambil melihat ke taman disana pak bambang, pak gubernur D dan pak bupati sedang mengobrol
" iya itu papah sama opik ngobrolnya serius banget biasanya becanda." kata lily
" memangnya harus terus becanda, papah hanya membahas perkembangan LA aja, dan lagi ngasih masukan ke opik supaya habis akhir semester 1 LA mengadakan Family Gathering." kata vian
" kirain kita papah lagi marah sama opik." kata astrid
" kita jadinya takut soalnya papah enggak biasanya gitu." kata dilla
" ini biasa bu, kalau pak vian marah meja bisa hancur, saya memang salah bu tidak memberikan informasi ke bapak." kata opik
" iya pak nanti saya suruh anggi untuk mengurus sebagian laporan laporan dan mengirimkannya ke bapak." kata opik
" kerjaan kamu tuh udah banyak banget, kamu jangan bebani diri kamu sendiri, percuma dong kamu bayar karyawan kalau semua ada di kamu, kasih kepercayaan ke mereka juga." kata vian
" persiapan umroh ini udah semua lengkap." lanjut vian
" sudah pak insyaAllah." kata opik
" kita nanti harus fokus untuk ibadah ya, kasih tau ke mereka kalau memang masih bisa di handle sama mereka jangan sampai mengabari ke kita, tapi laporan harian hatus tetap masuk." kata vian
" baik pak, otu sidah sampaikan." kata opik
__ADS_1
" saya mengandalkan LNI dan LA loh, memang BLS omzetnya perbulan bisa 9 milyar tetapi nett profitnya hanya 7%, bahkan LNI sudah ketinggalan sama LA sekarang." kata vian
" bukannya mau jadikan LA sebagai sapi perah untuk menutupi perusahaan lainnya, asset LA juga paling besar, L-Pro kedua tapi nett profit 9%an, sekarang lagi berkembang L-Trans karena itu pun dibantu kenaikan omzet LA." kata vian
" makanya kalau LCI kalah sama L-Trans kebangetan, apalagi enggak ada pengembangan produk. Jujur saja saya tidak banyak berharap dari rumah sakit dan YPL. Saya hanya menyuruh mereka supaya bisa menutupi biaya operasional aja, nanti kalau memang cost pabrik LNI dan SPI besar kita lepas saja ke mereka. Bahkan LNI juga akan saya lepas dari sana di pindahkan ke karawang saja, Jadi LA tidak ikut campur lagi." lanjut vian
" lebih bagus seperti itu pak, nanti hasil penjualan pabrik itu bisa buat beli lahan lagi untuk LA," kata opik
" iya, saya akan nyuruh Abe untuk membeli lahan lagi di karawang untuk produksinya." kata vian
" bagus pak supaya terfokus juga." kata opik
" saya heran kenapa BLS, LNI enggak ada ide sama sekali untuk pengembangan masih menunggu perintah aja." kata vian
karena sudah masuk waktu magrib lily, astrid dan dilla masuk ke kamar, sedangkan vian dan bapak bapak lainnya pergi ke musholla, sehabis sholat magrib mereka berkumpul di taman untuk makan malam bersama.
" besok acara dari travel jam berapa pak." kata pak bambang
" jam 10an pak, kita berangkat ke bandara jam 7 kita pesawatnya jam 11 malam, sampai di medinah pagi, tadinya mau langsung ke mekkah akan tetapi khawatir cape kalau langsung menjalankan umroh dan takutnya kita belum bisa menyesuaikan kondisi cuaca, itu yang saya terima kabarnya. Saya sih inginnya ke mekkah jadi kita bisa menjalankan yang wajibnya terlebih dahulu." kata vian
" saya setuju sih kalau kita ke mekkah dulu supaya bisa menjalankan ibadah wajibnya jadi di medinah kita bisa lebih santai karena disana kan hanya yang sunnah saja." kata pak gubernur D
" besok kita tanyakan tiketnya sudah beli ke medinah atau ke mekkah." kata vian
" kalau langsung ke mekkah berarti kita mengambil miqatnya di pesawat dong ya." kata pak bambang
" iya pak, makanya itu yang harus diperhatikan besok, kalau kita ke mekkah pakaian ihromnya harus dibawa ke kabin dan harus mentaati larangan larangan kalau sudah berihrom." kata vian
" itu yang harus diperhatikan jangan sampai terlewatkan." kata pak bambang
__ADS_1
Mereka pun menikmati makan malam bersama, tak lama pak gubernur B dan pak menteri UMKM datang, vian mempersilahkan mereka untuk langsung makan malam.