
Mereka meninggalkan area pabrik menuju pulang ke rumah
" kita makan siang di jalan aja ya arah pulang." kata vian
" iya pah enggak apa apa." jawab shinta
" pak de, yang dari surabaya sampai jakarta jam berapa." kata vian
" jam 3.50 sore pak, nanti yang jemput jam 2an sudah jalan kesana. oh iya pak kita di rest area aja ya makan siangnya." kata pak dede
" iya udah pak dede atur aja, lagian ini bisa ngemil dulu kalau memang sudah lapar." kata vian
" pah tadi malam aku mimpi, di mimpi itu aku dikasih tau jangan cape cape, jangan mengangkat yang berat berat, ini hadiah supaya aku enggak sedih katanya." kata shinta
" iya udah kamu banyak istirahat ya, jangan banyak naik turun tangga." kata vian, vian sudah menebak apa yang akan terjadi.
tak lama mereka pun berhenti di rest area, mereka mencari tempat makan terlebih dahulu, setelah menemukan yang cocok dengan selera mereka, mereka pun memesan makanan dan minuma. Mereka pun makan siang bersama disana. Selesai makan vian pergi sama pak dede dan putra ke tempat merokok terlebih dahulu, srtelah merokok mereka pun melanjutkan perjalanan pulang.
Jam 4.07 menit vian dan shinta sampai di rumah, vian dan shinta pun pergi ke kamar untuk bersih bersih dan ganti pakaian.
" pah saudara saudara sudah di jemput sekarang mereka sedang diperjalanan menuju kesini." kata astrid
" saudara aku juga sama pah." kata dilla
" iya alhamdulillah kalau begitu." jawab vian
" kalau begitu papah mau cek dulu untuk mereka menginap ya, gimana de avin sama de alea rewel enggak." kata vian
" alhamdulillah de avin anteng pah, tapi minum ASI luar biasa kuat." kata astrid
" kamu harus banyak makan kalau begitu." kata vian
" de alea anteng juga pah, tapi dia minum ASInya enggak sekuat de avin." kata dilla
" kamu juga harus jaga makannya ya." kata vian
__ADS_1
" iya pah, makasih ya." kata astrid dan dilla
vian pun pergi ke mess untuk memeriksa persiapan menyambut saudara saudara astrid dan dilla. Vian menyuruh dina dan siti untuk memberikan kunci mess kepada tamu nantinya.
vian pun duduk di kursi teras depan sambil merokok dan minim kopi. Tak lama astrid dan dilla pun datang kesana mau menyambut saudara saudara mereka. Jam 5.37 menot mereka pun tiba di rumah vian. vian dan yang lainnya pun menyalami mereka.
" selamat datang di rumah kami, bagaimana di perjalannya." kata vian
" alhamdulillah lancar nak, terimakasih kalian sudah menyiapkan tiket dan menyambut kami sepeti ini." kata pak dani pamannya astrid
" iya sudah kalau begitu istirahat dulu saja, nanti habis magrib kita makan malam bersama." kata vian, dina dan siti pun memberikan kunci mess dan mengantar mereka ke kamar.
" terimakasih ya nak, udah mengundang saudara saudara kesini." kata ibu asti
" sama sama bu, mereka juga kan saudara saya sekarang." kata vian.
setelah itu mereka masuk ke rumah untuk siap siap aholat magrib, di taman makanan sudah tertata dengan rapi, lily sudah memesan makanan. Tak pama lily dan ibu sisil datang.
" maaf ya pah aku baru pulang, tadi banyak tamu yang datang ke LCI." kata lily
" terimakasih kepada semuanya, selamat datang di rumah kami ini, oh iya sebelumnya saya akan perkenalkan dulu ini lily dan shinta isteri saya juga, ini orang tua saya dan bapak dan ibu mertua saya. Kami mohon maaf jika ada yangbtidak berkenan dalam menyambut bapak ibu saudara sekalian, sekali lagi tetimakasih sudah mau hadir disini terutama untuk silaturahminya, dan insyaAllah besok kita akan mengadakan acara Aqiqah de avin dan de alea. Silahankan bapak ibu saudara sekalian menikmati hidangnya." kata vian
" terimakasih banyak atas sambutan yang luar biasa ini kepada kami." kata pak dani
lily dan shinta serta ibu asti dan ibu sri pun mempersilahkan para tamu untuk menikmati makan malam. Vian pun menghidupkan music sehingga suasana pun menjadi lebih hidup. Jam 7.37 menit pak bambang, pak menteri UMKM, pak menteri pendidikan, dan pak gubernur B datang kesana, vian pun mempersilahkan mereka untuk makan malam juga, tak lama anak anak SPI datang dan langsung mengambil makan, susana menjadi tambah rame. Saudara saudara astrid dan dilla pun kaget sekaligus kagum selevel ketua dewan, menteri dan gubernur datang ke rumah saudaranya ini.
" setiap kita kesini selalu pas ya, pas lapar pas tinggal makan." kata pak menteri UMKM
" betul pak menteri, apalagi makanan yang dihidangkan selalu menggugah selera, belum lagi nanti malam kita pesta makan jagung bakar." kata pak gubernur B
" enggak salah apa yang bapak bapak ceritakan, pak vian dan keluarga ini memperlakukan tamu itu seperti raja, memuliakan tamu, pantas Allah membayarnya waktu pak vian dan yang lainnya Umroh." kata pak menteri Pendidikan
" selagi kami bisa pak, kami berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk tamu tamu kami, karena saya yakin dari tangan tangan bapak bapak dan ibu ibu ini lah rizeki saya mengalir terus." kata vian
" oh iya pak beras sama minyaknya bagus banget, itu pasti bisa bersaing dengan yang sudah exist di pasaran, tinggal bagaimana melakukan promosinya saja." kata pak menteri UMKM
__ADS_1
" betul pak, saya sudah coba, kualitas beras dan minyak gorengnya bagus, mie instantnya pun mantaaaap pokoknya." kata ibu citra
" terimakasih banyak atas masukannya," kata vian
" jadi saya beruntung bisa gabung sama PBN ini." kata pak menteri UMKM
" makanya waktu pak vian mengeluarkan ide itu, saya langsung tertarik untuk gabung, karena pasti prospek kedepannya pasti bagus." kata pak bambang
" betul itu pak, saya bersyukur bisa menjadi bagian perusahaan PBN ini." kata pak menteri UMKM
" wah pak menteri gabung juga diperusahaan itu." kata pak menteri pendidikan
" iya pak, tapi saya masih mencicilnya." kata pak menteri UMKM
" gimana pak vian kalau saya gabung juga, apa masih boleh." kata pak menteri Pendidikan
" boleh pak silahkan saja, tapi untuk perubahan di aktanya nanti setelah kita mengadakan RUPS luar biasa, sekarang palingan di bawah tangan dulu." kata vian
" enggak masalah itu pak, saya percaya sama pak vian." kata pak menteri pendidikan
" ibu juga ikutan ya pah di LCI." kata ibu nurlaela
" iya sudah kalau memang ibu mau dan kerasan untuk bekerja lagi." kata pak menteri UMKM
" iya ibu pasti senang pak, punya aktivitas lagi katena enggak akan bosen diam di rumah aja, anak anak juga ada disini soalnya." kata ibu nurlaela
" kalau begitu aku juga mau gabung sama LCi ya pah." kata citra
" iya sudah kalau memang ibu mau, dan bahagia." kata pak menteri Pendidikan
" wah kalau begitu saya akan merepotkan keluarha pak vian lagi noh." kata pak menteri UMKM
" enggak masalah pak, toh mereka juga akan bekerja di kantor LCI enggak di rumah ini." kata vian.
jam 8.17 menit pak gubernur D dan pak bupati KBB datang bersama keluarganya.
__ADS_1