Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Apa Harus Kehilangan Dulu Baru bisa Merasakan


__ADS_3

Devan yang belum mengerti pun menangis di pelukan ibu ningsih sambil mendengar lily cerita.


" kenapa mah, aa nakal ya, sampai mamah mau menyuruh nenek, kakek, bi ika, aa sama dede pergi dari rumah ini." kata devan sambil menangis


" enggak aa sayang, aa enggak nakal, aa baik, aa pintar." kata bu ningsih sambil membawa devan pergi keluar kamar


" tapi itu kata mamah." kata devan


" mamah salah ngomong, mamah menyuruh nenek, kakek dan bi ika jagain aa supaya aa enggak pergi jauh dari rumah, kalau mamah lagi kerja karena takut aa diculik penjahat." kata bu ningsih


" ooh, aa enggak akan pergi jauh nek mainnya." kata devan


" iya, nenek tau, aa pasti nurut dan pintar, iya kan." kata bu ningsih. Bu ningsih pun membawa devan ke kamarnya untuk bermain


" untung ibu mertua kamu paham dan bisa menjelaskan ke devan, kalian udah pada dewasa kenapa sih harus seperti itu melakukannya, kalian bisa bicarakan dengan baik tanpa harus ada penafsiran lain dari suami kalian, apa belum bisa memahami sifat suami kalian, kalau kalian setuju dan kalau enggak setuju sampaikan langsung jangan bertele tele, jangan seperti ini menjadi melebar kemana mana, ibu bukan membela vian tapi kalau ibu di posisi vian juga akan sama, bingung atas perubahan sikap kalian kepadanya, ibu berusaha memahami dia, coba dong bersikap dewasa, kalau mau memberi kejutan enggak harus seperti ini, coba kalau ibu dan bapak mertua kalian juga salah faham akan tambah runyam masalahnya. Harus berapa kali kejadian seperti ini supaya kalain bisa faham, apa setelah benar benar kehilangan baru kalian faham. Coba belajar dari kejadian kemarin sampai dia kecelakaan," kata ibu retno, sedangkan lily, astrid dan dilla menunduk sambil menangis mereka berpegangan tangan.


" ibu akan pergi bersama mertua kalian, devan dan de qinar, silahkan kalian renungkan, disini ibu bukan mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Ibu juga enggak mau ikut campur masalah rumah tangga kalian." lanjut bu retno kesal akan kelakuan anaknya.


" jangan pergi bu, terus aku harus gimana sekarang." kata lily


" makanya jangan banyak nonton tentang kejutan kejutan ke orang lain. Kalian sholat sana sudah magrib, doakan saja semoga tidak terjadi apa apa." kata ibu retno. Dia pun pergi ke kamarnya setelah selesai sholat dia kembali ke kamar lily bersama bu ningsih


sehabis sholat isya, datang pak adi dan pak bowo.


" ly, vian pergi kemana, kata pak dede tadi dia habis mengantar vian ke bandara, soalnya ada berita kecelakaan pesawat." kata pak bowo. Seketika membuat lily, astrid dan dilla kaget lalu lily menyalakan televisi dan mencari berita tentang kecelakaan pesawat yang pak bowo bilang. Dan benar saja ada berita kecelakaan pesawat dari jakarta tujuan surabaya, lily memperhitungkan jam penerbangan bersama vian tidak bisa dihubungi, jam penerbangannya sama dengan vian tidak bisa di hubungi dan saat pak dede habis mengantarnya. Astrid dan dilla langsung pingsan, bu retno menyuruh evi memanggil bella. Pak bowo menelepon pak made menanyakan apakah vian meminta di jemput di bandara atau tidak dan apa disana ada masalah, pak adi menelepon pak dede meminta nomor telepon pak wahyudi. Setelah pak made dan pak wahyudi di telepon mereka memberitahukan bahwa vian tidak meminta di jemput dan menyatakan bahwa di resort enggak ada masalah dan di surabaya juga enggak ada masalah yang pak yudi ketahui. Bella datang bersama ika ke kamar, melihat astrid dan dilla pingsan dia pun memberikan minyak kayu putih

__ADS_1


" kemana itu anak, ada masalah apa sehingga dia buru buru pergi." kata pak adi


" kita doakan saja semoga enggak terjadi apa apa sama vian, saya akan minta teman untuk mencari informasi mengenai data penumpang." kata pak bowo, dia pun menelepon vian tapi enggak aktif, pak bowo meminta nomor telepon pak daryat lalu meneleponnya.


" selamat malam pak, maaf mengganggu, bapak posisi sedang dimana." kata pak bowo


" maaf ini dengan siapa ya pak." kata pak daryat


" saya mertuanya vian," kata pak bowo


" oh iya maaf pak, saya sedang disurabaya pak tadi pagi saya kesini karena ada masalah di pembangunan perumahan. Ada yang bisa saya bantu." kata pak daryat


" vian tau disana sedang ada masalah." kata pak bowo


" enggak ada apa apa, soalnya vian tadi pergi enggak bilang mau kemana karena khawatir terjadi seauatu, soalnya kemarin ada masalah juga di ruko, kalau dia datang kesana tolong suruh kabari ya, karena kami khawatir." kata pak bowo


" siap pak, nanti saya sampaikan." kata pak daryat lalu menutup teleponnya


" kemungkinan besar vian memang ke surabaya karena kata pak daryat di proyek perumahan ada masalah." kata pak bowo


" maafin mamah pah, mamah salah, jangan tinggalin kita." kata lily histeris, ika dan bella melihat ke televisi bahwa ada kecelakaan pesawat, mereka pun menjadi paham kenapa astrid dan dilla pingsan.


" apa harus kehilangan dulu baru kalian bisa merasakan, apa ini yang kalian inginkan." kata bu retno kesal bercampur sedih.


" udah dong bu, jangan nambah masalah." kata pak bowo

__ADS_1


" udah beberapa kali dikasih tau, masih aja dilakukan." kata bu retno


" udah bu lebih baik kamu ajak main devan sama de qinar sana." kata pak bowo


" mudah mudahan enggak terjadi apa apa, jangan sampai berita ini menyebar dulu termasuk ibu kalian di surabaya, semoga aja vian enggak naik pesawat itu." kata pak bowo bijak dalam menghadapi masalah.


Bu narsih menyuruh mirna membawa makanan ke kamar.


" nak lily, nak astrid dan nak dilla kalian makan dulu ya.." kata bu ningsih


" enggak bu, aku enggak lapar." kata lily


" iya bu terimakasih." kata astrid dan dilla


" kalian harus makan, kasian bayi kalian." kata bu ningsih


" iya kak, kakak harus makan, ika suapin ya." kata ika lalu memgambil makanan dan menyuapi kakak iparnya itu. Karena merasa enggak enak diperlakukan seperti itu mereka pun akhirnya mau makan


" pah katanya enggak akan ninggalin aku, aku salah aku minta maaf pah." kata astrid, setelah makan beberapa suap dia dan dilla lemas dan pingsan lagi. Karena khawatir akan kandungan mereka berdua bu retno telepon dokter silvy untuk datang ke rumah, pak adi menelepon pak dede supaya jaga jaga di rumah kalau keadaan dalurat. 30 menit berikutnya dr. Silvy datang dengan 2 suster, setelah mengecek kondisi astrid dan dilla mereka pun memasang infus dan oksigen.


Tak lama pak bowo mendapat kabar dari temannya dan mengirim daftar penumpang pesawat yang mengalami kecelakaan. Pak bowo melihat 1 persatu daftar penumpang tersebut dia berharap tidak ada nama menantunya disana. Pesawat yang mengalami kecelakaan berjumlah 57 orang penumpang. Di urutan no 54 tercatat nama vian. Handphone Pak bowo pun terjatuh.


" ada apa pak." kata lily


" iya pak kenapa." kata bu retno, bu retno pun mengambil handphone pak bowo yang terjatuh tapi tidak kenapa kenapa membuka pesan lalu membaca daftar nama penumpang pesawat yang mengalami kecelakaan, setelah melihat nama vian tercatat disana dia pun lemas lalu duduk di sofa sambil menahan tangisan.

__ADS_1


__ADS_2