Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
pembentukan yayasan


__ADS_3

Di malam hari raka datang membawa dokumen pendirian yayasan, vian menawarkan raka ikut makan malam karena vian dan keluarganya sedang makan malam. karena raka tidak mau makan maka vian menyuruhnya ke kantor di ruang pavilion dan menyuruh bi narsih membuatkan minum buat raka.


selesai makan vian beserta yang lainnya pergi ke kantor di pavilion, vian menjelaskan peruntukan dibuatnya yayasan tersebut kepada lily dan bapak ibunya.


" yayasan ini diperuntukan untuk pendidikan, rencananya akan dibangun sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan unversitas, lokasi pembangunannya untuk TK di komplek perumahan Livi Residence di belakang toko toko, sedangkan yang lainnya akan di bangun di tanah yang baru dibeli seluas 2,5 hektar lokasinya 1 km dari perumahan, untuk selain SD dan universitas akan dibangun asrama putra putri dan konsepnya Islamic Boarding school karena tujuannya siswa siswinya dari luar daerah sana makanya mutu dan kualitas sekolah harus bagus dan guru guru pengajar juga harus berkualitas, untuk guru guru yang jauh akan diberikan fasilitas perumahan type 45 di lokasi perumahan livi residence." kata vian menjelaskan


" bagus bapak mendukungnya, nanti akan bapak hubungi teman teman yang ada di dunia pendidikan." kata pak bowo


" ibu nanti bisa mengelola kantin, toko swalayan dan klinik, restoran dan toko toko yang ada disana." kata vian


" wah asyik ibu akan ada aktivitas." kata bu retno dan bu ningsih.


" ibu hanya mengawasi saja, biar orang profesional uang menjalankan, tapi maaf vian bukan menyuruh ibu untuk bekerja ya. kalau ibu keberatan juga gak apa apa." kata vian


" ibu malahan seneng, ibu jadi gak akan jenuh lagi." kata bu retno


" iya aa, ibu ngerti kok dan nanti bisa sekalian jaga devan kalau sekolah." kata bu ningsih


" syukur kalau ibu tidak keberatan." kata vian, lalu vian, lily, pak adi, dan pak bowo menandatangani akta pendirian yayasan. setelah selesai raka izin pamit pulang. akhirnya pembentukan yayasan pun selesai. setelah raka pulang vian memperlihatkan design bangunan sekolah dan universitas


" mamah akan menyuruh teman teman untuk bisa gabung di yayasan livi ini." kata lily


" makasih ya mah, soalnya kita pasti perlu banyak guru dan dosen, staf adiministrasi baik di yayasan dan kantor sekolah. kita juga harus cari kepala sekolah." kata vian


" iya pah, nanti untuk jurusan SMK dan universitas bisa mengikuti bidang usaha Livi group misalnya jurusan perbankan syariah, design grafis, pertanian, peternakan, arsitektur." kata lily


" bagus tuh idenya, jadi itu juga akan menjadi senjata marketing." kata vian


" kapan mulai pembangunannya." kata pak bowo


" sekarang masih mengurus perizinannya pak, mudah mudahan minggu depannya sudah mulai. vian juga mau minta tolong bantuannya ke bapak untuk bisa mengawasi pembangunannya karena vian harus ngurus yang lainnya bahkan harus keluar kota." kata vian


" bapak dan bapak mu akan sering kesana sekalian ajak devan main kesana, kapan kamu mau ke surabaya.?" kata pak bowo


" tetimakasih pak, kemungkinan besok siang vian perginya soalnya pak anam sudah menanyakan untuk pengembangan usahanya, pak dodi alhamdulillah sudah jalan. biar vian juga bisa fokus di yayasan." kata vian


" bapak salut sama kerja keras dan pemikiran kamu, rencana kedepannya apalagi yang mau kamu ingin kerjakan." kata pak bowo

__ADS_1


" pengen masuk ke dunia kesehatan pak, bangun rumah sakit, oh iya sekalian juga minta tolong tanya ke teman bapak yang menjadi dokter untuk di klinik." kata vian


" iya nanti bapak tanyakan, kayanya enak ngobrolnya di gazebo." kata pak bowo, mereka langsung pergi kesana, sedangkan lily, ibu dan ibu mertuanya pergi ke kamar.


vian menelepon pak dede untuk membelikan tiket pesawat siang ke surabaya perginya saja. vian lalu mengirim pesan ke astrid.


" lagi apa, udah makan belum." kata vian


" udah mas, ini lagi tiduran aja. mas sendiri udah makan." kata astrid


" udah tadi, lagi ngopi, o iya besok kamu bisa jemput." kata vian


" pasti bisa dong, jadi mas besok kesini." kata astrid


" iya, mas pesan tiket jam 3an." kata vian


" iya udah besok mas kabari lagi aja tepatnya ya." kata astrid


" iya mas kabari." kata vian


" papah besok pergi ya, papah pengen cepat selesai." kata vian


" iya pah gak apa apa, lagian kan yang yayasan juga mendadak." kata lily


" iya kalau diundur undur nanti momentnya gak tepat, mumpung ada kesempatan." kata vian


" iya pah, semoga lancar semuanya ya." kata lily lalu memeluk vian dan mereka pun saling bermesraan sehingga hubungan intim suami istri pun terjadi dengan diakhiri puncak dari hubungan itu.


" makasih sayank." kata vian lalu mencium kening lily


" sama sama pah, aku sangat bahagia. ini bekal buat papah." kata lily. mereka pun berpelukan kembali dibawah selimut dan tidur dengan pulas.


keesokan paginya vian dan lily mengajak anak anaknya main di taman. de qinar sudah bisa tertawa jika melihat kelucuan di depannya. vian pun terus menggoda anaknya itu lalu bermain dengan devan, selesai bermain vian mengajak devan untuk mandi pagi. lily pun memandikan de qinar. vian telah berganti pakaian casual yang disiapkan lily.


" pah ini pakaian untuk papah selama di surabaya ya." kata lily sambil menunjuk tas vian yang akan dibawa pergi.


" makasih sayank. maaf ya papah tinggal dulu." kata vian

__ADS_1


" iya pah baik baik disana dan hati hati." kata lily dan memeluk suaminya itu


" iya sayang mamah juga jangan cape cape ya." kata vian sambil mengelus rambut lily lalu mencium keningnya.


" ya udah kita sarapan dulu aja, kalau gini terus nanti pengen lagi." ajak lily.


tak lama telepon vian berbunyi lalu mengangkatnya setelah tau siapa yang telepon


" iya pak de, ada apa." kata vian


" ini pak tiket yang jam 2an sudah penuh, saya sudah pesan yang jam 11an bagaimana." kata pak dede


" iya udah gak apa apa. pak dede kesini jam 9an dan antar saya ke bandara ya." kata vian


" baik pak, saya akan kesana." kata pak dede


" terima kasih ya." kata vian lalu menutup telepon pak dede


" kenapa pah." kata lily


" tiket yang jam 2an sudah penuh dan pak dede pesan tiket jam 11an." kata vian


" untung aja mamah udah siapin semuanya." kata lily


" iya sayank makasih ya, tadinya papah nunggu kabar dari pak daryat dan raka dan bisa ambil keputusan. takut ada yang harus di tandatangani" kata vian


" iya udah habis gimana lagi." kata lily sambil menyiapkan sarapan buat vian


" o iya pak, kalau ada rumah sakit yang bisa diakuisi boleh juga. supaya kita gak dari nol." kata vian


" iya nanti akan bapak tanyakan barangkali ada rjmah sakit yang sedang memerlukan suntikan dana dan kita bisa ambil alih." kata pak bowo


" iya pak terimakasih. kalau pun gak ada kita cari lahan untuk pembangunan rumah sakit tersebut." kata vian


selesai sarapan vian pergi ke teras depan menunggu pak dede. lily menyuruh lilis untuk mengambil tas vian di kamar. sambil menunggu vian pun merokok dan meminum teh hangat, selama ini vian jarang duduk disana. jam 9 lewat pak dede datang lalu menyerahkan print out tiket lalu memanaskan mobil


vian pamitan kepada keluarganya, memangku devan, lalu lily mencium tangan vian dan vian pun mencium kening lily dan memeluknya sebentar, lalu vian naik mobil dan menyuruh pak dede bergegas pergi kebandara.

__ADS_1


__ADS_2