Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Panggilan Melalui Tangan saya


__ADS_3

Vian kembali ketempat duduknya, acara pun dilanjutkan dengan pengesahan para wisudawan. Satu per satu mereka di panggil ke panggung. Vian, pak gubernur dan pak walikota pun mengobrol.


" terimakasih pak masukannya buat kami, apa yang tadi pak vian bicarakan akan kami teruskan ke dinas terkait." kata pak gubernur


" sama sama pak, mudah mudahan bisa berguna dan akan muncul para pengusaha lainnya di daerah ini." kata vian


" saya harap kedepannya pak vian bisa membantu kami juga, karena tidak semua pengusaha yang mau membagi ilmunya, dan para pemula itu akan tertarik kalau yang memberikan ilmu tersebut sudah terbukti." kata pak gubernur


" InsyaAllah pak, kita koordinasikan saja masalah waktunya, bukannya saya sok sibuk tapi bagaimana saya juga harus menjaga supaya dapur saya tetap mengepul. Karena akhir pekan depan saya harus ke daerah D, pa gubernur meminta saya menjadi narasumber juga. Siang Ini saya mau ke bali mau melihat perkembangan resort disana." kata vian


" iya nanti saya suruh para kepala dinas membuat acara sesuai dengan waktu bapak." kata pak gubernur


" kalau begitu pak buat aja acara dari dinas daerah dan nanti para dinas kota kabupaten mengikutinya." kata pak walikota


" iya sudah bagus kalau begitu, jadi sekalian ya." kata pak gubernur


" list untuk umroh sudah saya kirim pak, isteri saya jadi tersenyum kembali. Ngomong ngomong selain peletakan batu pertama sama acara ini, ada acara apalagi." lanjut pak gubernur


" siap pak, kemarin saya mengantar keluarga mertua membuat pasport, alhamdulillah sudah jadi kemarin dibantu pak walikota." kata vian


" syukur kalau begitu, kalau ada apa apa hubungi saya saja atau pak walikota pak." kata pak gubernur.


" terimakasih banyak pak." kata vian


" ngomong ngomong yang akan pergi umroh berapa banyak pak." kata pak walikota


" awalnya sekitar 80 orang, sekarang mungkin sudah 100 orang lebih," kata vian


" wah banyak juga ya," kata pak gubernur


" kapan dong kita bisa ngobrol santai pak." kata walikota


" 2 minggu kedepan kayanya saya kosong pak, jadi untuk acara seminar bisa saja dilaksanakan di waktu itu. Saya akan koaongkan waktunya." kata vian


" kalau begitu saya harus cepat koordinasikan nih." kata pak gubernur.


" di komunikasikan saja dulu pak, nanti kabari saya." kata vian


" bukan tidak mau mengobrol lagi tapi saya ada acara lain, walau akhir pekan tetap saja ada kerjaan." kata pak gubernur


" iya saya juga pak, nanti kita mengobrol lagi." kata pak walikota


" iya saya juga mau ke bandara." kata vian. Mereka pun bersalaman dan berpamitan. Vian mengantar mereka keluar ruang acara, vian pun memperkenalkan ibu asti ke pak gubernur. Karena acara sudah selesai Vian, bella dan ibu asti pun pergi, vian menyuruh pak wahyudi untuk mencari tempat makan, bella mendapat telepon dari temannya menanyakan keberadaannya. Kata mereka orang tua mereka mau berterimakasih kepada vian. Bella pun menyampaikannya kepada vian.


" iya sudah ketemu di restoran saja, sambil merayakan wisuda kalian," kata vian. Bella pun mengabari ke temannya supaya ke restoran.


37 menit perjalanan mereka sampai di restoran, vian menyuruh mereka memesan makanan termasuk pak wahyudi.


" terimakasih nak, ibu bangga sama kamu, ibu jadi pusat perhatian orang orang loh." kata ibu asti


" sama sama bu, toh memang kenyataannya seperti itu, biar ibu terkenal." kata vian sambil tersenyum

__ADS_1


" iya mas, aku juga sampai dilihatin teman teman. Mereka kelihatan iri sama aku. Ada juga yang langsung dekatin aku." kata bella


" wah bu siap siap kita melepas bella." kata vian


" iya kalau memang sudah waktunya, ibu hatus melepasnya." kata ibu asti


" mas sama ibu apa sih." kata bella


tak lama teman teman bella dan orang tua mereka datang, vian mempersilahkan mereka untuk memesan makanan.


" terimakasih pak, sudah menerima anak saya bekerja di tempat bapak. terimakasih juga sudah mengajak anak kami pergi ibadah umroh." kata bapaknya sella


" iya pak terimakasih banyak, kalau enggak di ajak bapak umroh mana mungkin kita mampu pergi kesana." kata bapak yang lainnya


" maaf sebelumnya pak, apa bapak dan ibu sudah pernah pergi kesana." kata vian


" belum pak, kami ingin tapi belum dipanggil saja dan biayanya juga belum tau dari mana." kata bapaknya selly


" iya sudah kalau begitu bapak sama ibu berangkat saja sekalian, bagaimana." kata vian


" kami pengen pak, tapi kami belum memiliki uangnya." kata bapaknya Nadhine


" iya udah besok senin bapak sama ibu pergi ke kantor imigrasi untuk membuat pasport, kalian bawa orang tua kalian ya, nanti biar ibu winda membatunya siapkan saja persyaratannya, nanti kalian kasih ke ibu winda saya akan kasih kontaknya ke kamu." kata vian


" bapak sama ibu sekarang membawa KTP, kalau boleh saya pinjam mau di photo. Buat di daftarkan ke travel sekalian sama pak gubernur. Dan saya kasih ke orang imigrasi." kata vian


" bawa pak, tapi biayanya bagaimana." kata bapaknya sella


" serius ini pak, kami di ajak pergi umroh juga." kata mereka


" iya pak, maafkan saya dikira aaya bapak sama ibu pernah kesana jadi tidak mengajak bapak ibu." kata vian


" enggak apa apa pak. kami jadi enggak enak terus merepotkan bapak, kami enggak tau harus membalasnya seperti apa." kata bapaknya erni


" ini panggilan dari Allah melalui tangan saya, Doakan saya saja pak supaya sehat dan dimudahkan segala urusan saya baik dunia maupun akhirat." kata vian


" itu pasti pak, terimakasih banyak." kata orang tua teman temannya bella. Mereka pun langsung sujud syukur


" senin ajak orang tua kalian ya ke kantor imigrasi, kecuali sella dan selly karena besok udah ke jakarta, jadi Nadhine kamu bantu ya." kata vian


" baik pak." kata nadhine


" kalau nanti sudah selesai kamu kirim ke jakarta, nanti saya kirimkan alamatnya. Kamu bisa nyetir enggak." kata vian


" bisa pak, waktu masih memiliki mobil saya suka pakai mobil." kata nadhine


" bagus kalau begitu, nanti pakai aja mobil yang putih, kuncinya minta ke bella." kata vian


" iya pak, terimakasih banyak." kata nadhine


mereka pun makan makanan yang sudah dihidangkan sesuai dengan pesanan mereka masing masing.

__ADS_1


" oh iya mas, kita boleh menginap di rumah enggak, biar besok kita bisa ke bandara barengan." kata bella


" sok aja, tapi awas aja kalian bawa laki laki kesana apalagi menginap disana." kata vian


" tenang aja mas, kita ini para jomblo kok." kata bella.


" bukan masalah jomblonya, karena dengan kejadian tadi saya rasa banyak yang akan mengincar kalian, yang ingin jadi pacar kalian, memanfaatkan kalian, yang jelas kalian harus hati hati, harus pandai dalam memilih teman ataupun pasangan." kata vian


" iya mas, kita tau kok." kata bella


" iya pak, kita akan hati hati." kata yang lainnya


" kalian juga jangan sombong, jangan merasa bahwa kalian sudah mendapatkan penghasilan, pergunakan uang yang kalian dapatkan itu dengan baik, beri kebahagiaan pada orang tua kalian." kata vian


" iya pak, kita tau sekarang bagaimana susahnya mendapatkan uang." kata sella


" saya percaya kepada kalian, jadi jangan kecewakan kepercayaan saya dan orang tua kalian." kata vian


" iya pak, terimakasih." jawab mereka


Setelah itu vian menelepon ibu winda, memberitahukan bahwa hari senin ada 10 orang yang akan membuat pasport.


" siang bu, maaf mengganggu waktu liburannya nih, mumpung saya ingat, hari senin bisa enggak ya ada yang mau membuat lagi pasport." kata vian


" enggak apa apa pak, bisa pak, saya minta kelengkapan persyaratannya saja, senin pagi jam 8an di dillas cafe bagimana." kata ibu winda


" baik bu, tapi nanti yang menemui ibu itu Nadhine, nanti saya kasih nomor kontaknya. Untuk biayanya saya minta nomor rekening ibu saja ya, karena saya sebentar lagi mau pergi." kata vian


" oh baik kalau begitu pak, nanti saya kirimkan nomor rekeningnya." kata ibu winda


" terimakasih bu ya atas bantuannya." kata vian


" sama sama pak." kata ibu winda lalu menutup teleponnya


" jangan lupa senin besok ya ke kantor imigrasi, tapi senin pagi jam 8an nadhine ketemu sama orang dari kantor imigrasi di dillas cafe menyerahkan berkasnya lalu siangnya ke kantor imigrasi, nanti untuk pasportnya kamu janjian aja dimana." kata vian


" baik pak." kata nadhine


" nanti habis ini bapak dan ibu siapkan berkasnya lalu photo copy dan aslinya hari senin di bawa ke kantor imigrasi." kata vian


" baik pak." jawab mereka


" pasport yang udah jadi bella kamu bawa ke jakarta ya, mas takut hilang, nanti yang ini biar dikirim saja." kata vian


" iya mas." kata bella


" iya pak nanti sama aku dikirim." kata nadhine


" terimakasih ya, nanti bapak ibu dan kalian pergi ke jakarta 1 minggu sebelum keberangkatan, siapkan saja barang barang secukupnya, jangan fikirin ongkos ke jakarta dan kehidupan disana, biar nanti saya yang aturkan." kata vian


" baik pak, terimakasih banyak." kata mereka

__ADS_1


vian pun pergi membayar pesanan, setelah itu vian pamitan kepada mereka semua lalu pulang ke rumah.


__ADS_2