
Setelah vian pergi, mereka sekeluarga ngobrol
" Kata vian nanti siang kita makan di restoran W ya, sekalian merayakan ulang tahun Dilla." kata lily
" Asyiiik tuh." kata bu retno
" kita diajak juga kan." kata ika
" semuanya kita pergi kesana, termasuk bi narsih, mirna, indra." kata lily
" harus pake minibus dong kalau begitu." kata bu retno
" iya nanti lily kasih tau vian," kata lily
" aa udah pergi ya kak." kata ika
" iya.3 dia kan ada Peresmian Rumah Sakit, emang kenapa." kata lily
" Sekarang jam 10an ada wawancara untuk karyawan SPI kak, Kakak bisa bantu gak untuk mewawancarai mereka, ika kan belum pernah." kata ika
" kakak juga belum biasa, coba aja kirim pesan ke vian." kata lily
" iya deh kak, ika kirim pesan ke aa." kata ika
" kalian harus mulai belajar, jangan terus mengandalkan vian." kata pak bowo
" iya pak." jawab lily dan ika
****************
__ADS_1
Vian telah sampai di rumah sakit, vian di sambut Dr. Chandra dan manajemen rumah sakit, di depan rumah sakit sudah berjejer karangan bunga ucapan selamat baik dari perusahaan livi group atau rekan bisnis. Dr. Chandra membawa ke depan rumah sakit untuk membuka kain penutup nama rumah sakit, " dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim Rumah Sakit ini secara resmi dibawah kepemilikan Livi Group." kata vian. vian pun membuka kain tersebut, acara Peresmian Rumah sakit diadakan secara sederhana dan biasa karena takut mengganggu pasien. selesai dari sana vian di ajak Dr.Chandra ke Aula untuk memberikan arahan kepada karyawan kecuali yang sedang menjalankan tugas.
Dr.Chandra mempersilahkan waktu kepada vian untuk memberikan sambutan secara resmi.
" Selamat pagi semuanya, semoga kita selalu diberikan kesehatan dan dimudahkan segala urusan kita, aamiin. dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa per hari ini rumah sakit Livi mulai beroperasi, untuk itu saya berharap kepada Dokter, suster dan yang lainnya bisa memberikan pelayanan terbaik dan InsyaAllah kami akan memberikan yang terbaik juga untuk semuanya. utamakan kepentingan pasien, layani terlebih dahulu pasiennya baru urusan yang lainnya menyusul. kalau ada masalah segera informasikan kepada Dr.Chandra atau ke saya langsung boleh, ada masalah pribadi juga kalau memang saya bisa bantu insyaAllah, dan bagi karyawan dan suster ataupun Dokter yang mempunyai niat bekerja atau mengabdi di rumah sakit ini selamanya dan belum memiliki rumah saya akan fasilitasi di perumahan Livi Residence dengan cara mencicil setiap bulannya tanpa DP, besaran cicilnya bisa didiskusikan daripada bapak ibu terus mengontrak." kata vian
" terimakasih pak." jawab mereka
" barangkali ada yang mau ditanyakan silahkan." lanjut vian
" Apa benar seperti itu pak." kata salah satu suster
" silahkan ibu datang ke livi residence dan tanya kepada pemilik rumah disana karena penghuni disana adalah karyawan Livi Group biar bisa lebih yakin, disana sekarang sedang di bangun sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan Universitas Livi, kalau karyawan disini membutuhkan antar jemput bisa juga kita siapkan kendaraannya atau bisa ikut dengan bus ke perusahaan lain." kata vian
" terimakasih pak atas perhatiannya." kata mereka
" Bapak ibu yang berminat silahkan membuat daftar di kantor L-Pro kalau memang unitnya kurang biar tim L-pro membangunkan unitnya. bapak ibu biar sekalian survey." kata vian
" ini usulan sangat bagus." kata yang ada disana
" kalian diskusikan saja dan jangan hal ini juga menjadi sebuah masalah, dan saya menambahkan bagi karyawan yang mengambil perumahan di livi residence syaratnya karyawan tersebut berkelakuan baik, dan jika di tengah perjalanan ada masalah, rumah akan kami ambil kembali dan uang yang masuk akan dikembalikan setelah dipotong biaya biaya, saya berharap bapak ibu teman teman semua bisa betah dan memberikan kinerja yang terbaik buat rumah sakit ini." kata vian
" mungkin itu yang bisa saya sampaikan, mohon maaf dan terimakasih." lanjut vian
" silahkan pak vian untuk potong tumpeng." kata Dr. Chandra. vian pun motong tumpeng lalu memberikan tumpeng tersebut ke Dr.Chandra " Selamat bekerja dokter, semoga usaha kita ini di berkahi Allah.". "Aamiin.".
Vian membaca pesan dari lily dan ika, vian memberitahukan mereka untuk bertemu di Ruko. setelah itu dia pamit ke Dr.Chandra dan yang lainnya lalu pergi ke ruko, sesampainya di ruko vian meminta pak dede untuk menyiapkan minibus untuk pergi ke Restoran lalu masuk ke kantor SPI, di kantor sudah ada lily, astrid, dilla, ika, bella, lusi dan mitha.
" yang mau wawancara siapa." kata vian
__ADS_1
" eh papah udah datang, gimana tadi disana." kata lily
" alhamdulillah lancar, tinggal pembenahan dan perbaikan serta menambah fasilitas." kata vian
" yang datang cuma 15 orang a, sekarang lagi test tertulis." kata ika
" yang udah suruh langsung wawancara aja." kata vian
" iya a, nanti ika panggil." kata ika, tak lama ada yang mau wawancara, vian pun langsung melakukan wawancara. wawancara pun telah semuanya ada yang sebentar ada juga yang lama. vian memberikan berkas lamaran ke ika untuk di follow up lebih lanjut ada 7 orang yang masuk kualifikasi sesuai kerjaan yang mereka lamar. hasil wawancara vian sama dengan hasil psikotest. vian menyuruh ika memberi kabar mereka dan awal bulan sudah mulai bekerja.
" ka lihat orang yang mau jadi marketing online di sosial media mereka, aktif atau gak,." kata vian
" baik aa nanti kita cek." kata ika
" pah kok wawancaranya gak sama, ada yang cepet ada juga yang lama." kata lily
" itu tergantung dia cantik atau gak." jawab vian
" serius papah." kata lily
" tergantung dia bisa memahami apa yang akan dia kerjakan dan pandangan dia kedepannya," kata vian
" kan pertanyaan papah sama." kata lily
" bisa dilihat dari jawaban dan penjelasan mereka." kata vian
" pah udah bilang pak dede bawa minibus untuk ke restoran W." kata lily
" udah, jadi papah pulang bawa mobil tadi pak dede di jemput karyawan L-Trans." kata vian
__ADS_1
" papah ke cafe dulu ya, mau ngopi." lanjut vian, lalu pergi ke cafe bersama lily, astrid dan dilla, mereka bertiga pergi ke butik, sedangkan vian ke cafe lalu memesan kopi dan menyalakan rokoknya. vian menyuruh pak edi untung pulang aja.
tak lama lily, astrid dan dilla datang ke cafe lalu mengajak vian pulang ke rumah, sampai di rumah vian memberitahukan kepada keluarganya untuk sholat terlebih dahulu baru pergi.