Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Obrolan Santai Tapi Berbobot


__ADS_3

Mereka mengobrol sambil menikmati jagung bakar dan susu panas. Para ibu pamitan masuk ke dalam rumah, mereka mau mengobrol disana biar lebih nyaman. Vian mohon izin untuk sambil merokok.


" oh iya pak gub, nanti tim dari rumah sakit akan melakukan kerjasama dengan dinas sosial, karena khawatir juga ada oknum orang yang sebenarnya mampu mengajukan surat keterangan tidak mampu untuk di rawat di rumah sakit livi, karena saya juga memberitahukan ke tim bahwa SKTM ini harus diverifikasi selanjutnya, kenapa dengan dinas sosial karena saya ingin nanti yang mengeksekusi ke pasien tersebut dari dinas, misalnya dengan memasang stiker, cat rumahnya bahwa orang ini tidak mampu, kalau hasil verifikasi menyatakan lain dengan kenyataannya, misalnya pakai SKTM tapi memiliki rumah type 45, punya mobil, kita harus kasih efek jera. Saya ingin merubah pola fikir masyarakat." kata vian


" betul itu pak jangan sampai punya pola fikir pengemis, ingin dikasihani, saya setuju silahkan saja langsung datang ke kantor dinsos, nanti juga saya akan sampaikan." kata pak gubernur B


" terimakasih pak." kata vian


" apa pernah kejadian di rumah sakit bapak seperti itu." kata pak roni


" ada pak, bukannya kita mau mengabaikan rasa kemanusiaan, tapi kalau kita diamkan hal itu terjadi berarti kita juga salah ikut membenarkan mereka melakukan hal tersebut. Rumah bagus, punya mobil, motor 2." kata vian


" o iya pak vian waktu itu kakek pemulung sekarang dimana," kata pak gubernur B


" kakek Braja sekarang tinggal di perumahan livi residence saya bangunkan rumah dibelakang villa, disana beliau mengurus villa. Kalau yang lainnya kerja di Cafe dan toko frozen food, dan anaknya sekarang sudah kelas 5 atau 6 SD, mereka tinggalnya di rusun." kata vian


" wah ini harus dikasih penghargaan dari pemerintah pak bambang." kata pak eko


" ini sudah kewajiban saya pak, kebetulan saja saya mampu untuk bisa berbagi." kata vian


" pak vian kalau terjun ke politik saya rasa elektabilitasnya bagus." kata pak roni


" saya di larang sama isteri isteri saya, mereka protes sekarang saja waktu buat mereka katanya sudah berkurang apalagi kalau seperti bapak bapak ini." kata vian


" kok isteri isteri memang isteri bapak berapa." kata pak eko


" nambah lagi yang akan iri nih." kata pak gubernur D


" oh iya sudah single identitas belum nih pak gub." kata pak bambang


" sudah pak, saya cek langsung ke dinas kependudukan." kata pak gubernur B


" itu yang tadi ngobrol sama isteri saya sama isteri isteri pak gubernur ini. Yang pakai bajunya sama kaya kembar." kata pak bambang. Pak eko dan pak roni merenung memikirkan kejadian tadi.


" oh isteri pak vian 3 orang, luar biasa cantik cantik, yang paling penting akur. Gimana caranya pak." kata pak roni

__ADS_1


" ini para gubernur kita juga sedang menunggu itu pak sebenarnya." kata pak bambang


" bisa saja pak bambang ini, bapak saja duluan pak test, kalau berhasil kita ikutin deh." kata pak gubernur L


" yang baru kena virus itu isteri sama anak anak saya aja, baru kenal minta gabung di perusahaan pak vian, anak saya juga sama dulu ditawari gak mau eh baru kenal keluarga pak vian mereka langsung minta gabung juga, yang parahnya isteri saya pengen beli rumah dekat sini, setelah beli mereka gak mau pada pulang, lihat tadi anak anak saya mereka mau nginap disini." kata pak bambang


" kalau begitu sama isteri saya dikirain mengizinkan nikah lagi, eh malahan mibta gabung juga sama ibu lily dan yang lainnya, alasannya biar ada aktivitas." kata pak gubernur D. Mereka pun tertawa


" sama kalau gitu iateri saya juga." kata pak gubernur B


" kita lihat aja isteri pak gubernur L, apa minta hal itu atau bahkan mengizinkan untuk...." kata pak bambang


" ini obrolan santai tapi berbobot, fikiran saya terbuka untik mengoptimalkan dinas dinas." kata pak gubernur L


" kalau bisa pak gubernur bisa mendapatkan laporan kebutuhan warga daerahnya masing masing apa saja, supply yang sudah ada berapa, biasanya supply dari daerah mana," kata vian


" baik pak saya akan koordinasikan dengan dinas dinas terkait." kata para gubernur


" oh iya pak vian jadi boleh warga yang tidak mampu dari daerah saya ke rumah sakit livi." kata pak gubernur D


" jadi langsung bawa surat SKTMnya atau bagaimana." kata pak gubernur D


" pasien datang saja langsung ke rumah sakit apalagi sudah kritis, nanti pihak rumah sakit akan meminta penanggung jawab melakukan pendaftaran, pasien tetap akan di titangani, nah disana tinggal bilang pakai SKTM." kata vian


" itu yang menandatangi harus sampai kecamatan kah, atau cukup RW setempat." kata pak gubernur D


" sebenarnya cukup sampai RW saja karena mereka yang lebih tau kondisi warganya." kata vian


" baik kalau begitu, nanti akan saya sampaikan ke kepala daerah yang dekat dengan rumah sakit livi." kata pak gubernur D.


Karena waktu sudah malam pak eko dan pak roni pamitan pulang duluan, vian menawarkan kopi kepada mereka, tapi mereka lebih suka minum susu dan air putih saja, jadi vian membuat kopi untuk diri sendiri setelah itu dia menyalakan rokoknya.


" sepertinya kita harus sampaikan ke para gubernur yang lain terutama yang ada di pulau ini tetantang sinergi pangan." kata pak gubernur B


" saya setuju pak, tapi andai mereka gak mau pun kita kita ini harus jalan." kata pak gubernur L

__ADS_1


" terus tadi ada rapat mengenai apa." kata pak bambang


" hampir sama dengan apa yang sedang kita obrolkan ini, tapi kebanyakan masih dalam tahap wacana. Kalau ini kita udah siap untuk exsekusi." kata pak gubernur D


" itu kelemahan kita, selalu masalah birokrasi, yang paling pentingkan implementasinya di masyarakat." kata pak bambang


" itu bukan rahasia umum lagi, tapi sudah jadi makanan sehari hari." kata pak gubernur B


" yang paling penting kita tidak melanggar hukum dan merugikan negara, saya dukung kalau rencana ini bapak bapak akan jalankan karena ini akan masyarakat merasakan dampaknya." kata pak bambang


" saya rasa kalau 3 daerah ini jalan saja, itu akan membawa dampak luar biasa, para petani di daerah akan merasakan hasilnya, akan tetapi di awal mereka pasti akan sedikit protes apalagi hasil pertanian mereka turun harganya dan para bandar akan bergerak. Untuk itu perlunya penyuluhan, memberikan pemahaman kepada mereka." kata vian


" untuk itu saya perlu bantuan bapak untuk menjelaskan kepada mereka." kata pak gubernur L


" bapak lakukan saja dulu pendataan yang tadi disampaikan, jadi saya bisa menganalisanya." kata vian


" oh iya pak, saya minta nomor kontak bapak, biar saya bisa berkomunikasi dan minta masukannya." kata pak gubernur L. Vian pun memberikan nomor kontaknya ke pak gubernur


" bapak kalau ke surabaya tinggal dimana." kata pak gubernur L


" saya ada rumah di perumahan C pak, kebetulan dekat dengan perusahaan Dillas." kata vian


" kalau begitu kabar kabar kalau bapak ke surabaya." kata pak gubernur L


" InsyaAllah pak." jawab vian


" ini jagungnya enak banget, saya jadi ketagihan." kata pak gubernur L


" di surabaya saya ada di Dillas Cafe, jagungnya dari kota M." kata vian


" lokasi cafenya dimana pak." kata pak gubernur L


" di jl. xxxxxxxxxxx. dekat perumahan C, kampus A." kata vian


" nanti bisa di tambah bandrek atau bajigur minuman khas tambah ubi. Mantap itu pak." kata pak gubernur D.

__ADS_1


" iya ya, bolehbtuh masukannya, konsepnya makanan dan minuman Jadoel." kata vian.


__ADS_2