Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Ngasih Kebebasan Jangan Sampai Kebablasan


__ADS_3

Vian mengecek pemasangan perlengkapan di mess. jam 12.40 menit Vian pamitan untuk pergi ke ruko, vian diantar pak dede memakai motor, sampai disana vian menyuruh pak dede untuk membagikan makanan ke panti asuhan dan minta tolong bantuan shinta untuk membantunya. Vian memesan kopi lalu menyalakan rokoknya, vian memberikan kabar ke lily bahwa dia ada di cafe dan menanyakan mau makan siang dimana.


Jam 12.47 menit, lily, astrid, dilla dan ibu sisil datang, lily mengajak vian ke restoran untuk makan siang, selesai makan lily mengajak ke mall untuk membeli kebutuhan di rumah dan keperluan di mess dan kamar tamu. Sampai di mall lily langsung ke tempat yang menjual barang elektronik, lily mencari mesin cuci yang kapasitasnya besar, tempat masak air panas, setelah membeli mereka ke tempat perabot dapur membeli gelas kopi dan teh, sendok, setelah itu ke tempat yang menjual handuk. Setelah itu pergi berbelanja bulanan sambil membeli keperluan untuk di kamar mandi.


" ini kaya mau membuka hotel saja." kata ibu sisil


" iya bu, sebentar lagi pasti akan banyak berkumpul di rumah." kata lily


" bapak sama ibu benar benar ya, ingin memuliakan tamu sampai seperti ini." kata ibu sisil


" biasa saja bu, oh iya pah kalau peralatan mandi yang sekali pakai itu kita belinya di toko yang biasa hotel pake aja, tapi untuk yang tinggal lama biar mereka beli sendiri aja supaya cocok dengan mereka ya." kata lily


" iya, mamah atur saja." kata vian


" anak anak saya jadi pengen di mess katanya supaya barengan sama yang lainnya, saya jadi benar benar enggak enak sama bapak dan ibu." kata ibu sisil


" enggak apa apa yang terpenting kita masih bisa mantau mereka jangan sampai lepas pemantauan, karena lingkungan sangat mempengaruhi kehidupan mereka." kata vian


" iya bu enggak masalah, kaya dengan siapa saja." kata lily


mereka pun selesai berbelanja, setelah itu mereka pun pulang ke rumah, sesampai di rumah vian pergi melihat lagi ke lokasi mess dan kamar tamu, sekarang tinggal merapihkan saja, jadi sudah siap untuk digunakan, kecuali mess untuk laki laki masih dalam tahap pemasangan perlengkapan. Vian juga melihat ke lokasi penyambungan aliran listrik, setelah itu dia duduk di kursi halaman depan lalu menyalakan rokoknya. Tak lama lily datang menghampiri


" pah jadinya gimana untuk ngasih kejutan buat astrid." kata lily


" iya udah di rumah aja, kita buat di halaman belakang aja besok malam perayaannya, malam ini kasih kue aja." kata vian


" iya udah kalau gitu, jadi besok dia disuruh ikut papah ya." kata lily


" iya, mamah enggak ikut." kata vian


" ikut dong, yang dekor kan enggak usah ditemani." kata lily


" untuk kue malam ini udah dipesan." kata vian


" udah pah tenang aja." kata lily


Karena sudah sore shinta pamitan pulang, vian menyuruh pak dede untuk mengantarkan ke rumahnya karena membawa tas. Vian dan lily pun masuk ke kamar untuk mandi. Setelah magrib vian, lily, astrid dan dilla turun untuk makan malam.


" Ika, bella kalian masih mau tinghal di kamar sekarang atau pindah ke mess." kata vian


" ika pindah aja aa, biar sama sama yang lainnya." kata ika

__ADS_1


" iya mas, bella juga pindah kesana aja." kata bella


" iya udah nanti kalian pilih sendiri kalian mau di kamar mana, kalian buat nyaman sendiri ya." kata vian


" mitha, lusi, sella dan selly juga buat kalian nyaman aja." kata vian


" iya pak." jawab mereka


" kalau silvy dan silvia mau tinggal disana juga boleh pilih, tapi sama kalau mau nyaman kalian sendiri aja," kata vian


" terimakasih om." kata silvy dan silvia girang


" mau di lantai 1 atau 2 silahkan aja, kalian mau tambah apa silahkan yang penting di jaga dan di rawat aja, nanti juga akan ada yang beres beresnya," kata vian


" kita bisa lihat sekarang enggak a. Supaya besok kita bisa beli kekurangnnya." kata ika


" boleh, udah di pasang kok lampunya jadi sudah terang." kata vian


" kalian jangan berbuat hal hal yang enggak enggak disana, jaga kepercayaan vian dan keluarga ini, vian melakukan ini supaya menjaga privisi kalian, jangan nodai kepercayaan itu." kata lily


" iya kak, iya mbak, iya tante." kata ika dan yang lainnya


" kita mengerti, terimakasih." kata mereka lagi


makan malam pun selesai, mereka pun pergi melihat mess, vian tidak mengikuti mereka, vian hanya duduk di kursi depan sambil menyalakan rokoknya, vian hanya memberikan kunci kamar saja.


" wah bagus banget ini kaya kamar hotel bintang 4." kata ika


" kita kan ber 8 nih, jadi mau satu lantai semuanya atau beda beda." kata bella


" biar seru kita satu lantai, ini kan ada tempat nongkrongnya juga." kata silvy


" iya jadi kita bisa bahas kerjaan disini juga." kata ika. Mereka pun memilih lantai 2, dan telah memilih kamarnya masing masing. Orang tua dan mertua vian bersama lily, astrid dan dilla melihat kamar untuk tamu.


" ini sama dengan kamar deluxe." kata pak bowo


" jadi kalau mau merasakan kamar hotel disini aja, bolehkan kita sekali kali menginap disini." kata ibu retno


" boleh dong bu, apa kamar sekarang mau di rubah." kata vian yang datang kesana


" enggak perlu, kamar sekarang aja udah nyaman kok." kata bu retno

__ADS_1


" iya kalau ada yang mau di rubah, ibu tinggal bilang aja." kata vian


" aa ini kunci kamarnya." kata ika


" iya udah kalian ambil kunci kamar masing masing jangan sampai hilang." kata vian


" iya udah kalau begitu, ini kunci kamar lantai bawahnya." kata ika sambil memberikan kunci kamar lantai bawah.


" aa kok ini ada kulkas kecilnya, disana kok enggak ada." kata ika


" tadi kan aa bilang kalau kalian mau beli sendiri, safety box juga kalian beli sendiri, kecuali kalian memang hanya sementara tinggal disana aa beliin." kata vian


" iya deh, tapi boleh kalau kita beli lemari pendingin buat minuman." kata ika


" beli aja, pasang dekat balkon, sengaja sama aa dibuat ada semacam minibar, kalau untuk pemanas air, gelas itu sudah ada." kata vian


" iya udah kalau begitu, nanti ika beli pendingin minuman." kata ika


" kalian bikin nyaman aja sendiri, untuk wifi aa yang pasang." kata vian


" makasih aa." kata ika


" untuk sabun, shampoo, handuk, dan yang lainnya kalian beli sendiri juga ya." kata lily


" siap kak. Besok kita rencana beli." kata ika


" sama buat tempat cucian baju kalian, biar nanti yang nyuci enak, terus untuk jaga jaga barang berharga kalian simpan dengan baik jangan sembarangan." kata lily


" iya kak, terimakasih." kata ika dan yang lainnya


" walaupun kalian sudah terpisah kalian sarapan dan makan malam tetap di rumah, enggak boleh masing masing kecuali setelah itu kalian mau makan lagi silahkan." kata lily


" iya kak, iya mbak, iya tante." kata mereka


" pokoknya bikin senyaman kalian." kata lily


" saya sudah beri kalian fasilitas yang menurut saya udah bagus, tolong kinerja kalian lebih dimaximalkan lagi, toh itu juga buat kalian juga." kata vian


" iya a, kita pasti tidak akan mengecewakan aa deh." kata ika


Mereka terus mengobrol sambil menantikan jam 12 malam karena ingin memberikan kejutan kepada astrid.

__ADS_1


__ADS_2