
sesampainya dirumah mereka pergi ke kamar. menidurkan devan, vian pergi ke balkon untuk santai. tak lama telepon vian berbunyi
" Hallo pak, selamat sore." kata murti
"iya bu murti, ada apa?" tanya vian
"ini pak, kemarin pak yacob datang kesini bersama preman, mengacak acak kantor, dia bilang mau ketemu bapak besok, kalo gak dia mau bakar ini kantor." kata bu murti
" security gak bisa cegah mereka," tanya vian
" gak pak, mereka babak belur di hantam preman itu." kata bu murti
"ya sudah besok saya kesana, tapi security yang terluka suruh berobat yaaa... dan ini jangan sampai ibu tau." kata vian
"menurut saya bapak gak harus kesini pak, biar saya koordinasi dengan pihak polisi," kata murti
" kejadian ini karena saya, jadi saya harus menyelesaikannya." kata vian
tak setelah vian menutup telepon, lily mendatangi vian.
"telepon dari siapa pah?" selidik lily
"telepon dari murti, dia bilang papah harus kesana besok." jawab vian sambil memperlihatkan siapa yang telepon barusan.
"kenapa papah kaya khawatir gitu?" tanya lily
"iya.. dengan perkembangan BLS, pah khawatir akan kelematan kamu dan keluarga kita." jawab vian
"o iya bapak gimana ya udah dapat belum tenaga pengawalan."lanjut vian
"o iya iya kita jadi lupa itu." jawab lily.
"ya sudah papah tanya bapa kalo begitu." kata vian
vian pun pergi menemui pak bowo yang berada di taman.
" pak maaf ganggu, saya mau tanya tentang tenaga pengawalan itu." tanya vian
__ADS_1
"oh iya bapak juga lupa ngasih tau kamu, besok mereka akan kesini. emang ada apa?" jawab pak bowo
"barusan murti telepon pak, yacob datang kekantor memebawa preman nyarian saya, dan mereka menghancurkan kantor dan melukai security disana. murti bilang kalo saya besok gak ada disana, mereka akan ngancurin kantor lagi." jawab vian
" apa.. berani sekali si jacob melakukan itu. terus kamu mau kesana." tanya pak bowo
" iya pak saya akan kesana, bagaimanapun mereka mencari saya. saya khawatir kalo gak pergi kesana akan seenaknya kedepannya dan akan mencelakai lily pak. tapi saya harap bapak jangan kasih tau lily dulu ya." jawab vian
di malam hari seperti biasa mereka makan malam bersama. di saat itu ika mau menyampaikan informasi yang terjadi di kantor BlS tadi. " aa tadi di kantor ada.....". kata ika yang langsung di potong oleh vian supaya ika gak melanjutkan omonongannya. " iya aa udah tau, tadi bu murti telepon aa." jawab vian. ika yang menegerti akan situasinya dia lalu diam dan melanjutkan makannya.
"ka ada apa tadi di kantor.?" tanya lily curiga
"tadi di BLS ada nasabah yang ingin mengaajukan pinjaman diatas limit biasa kita kasih. jadi papah diminta untuk kesana besok membicarakan hal itu." jawab vian berbohong
"iya kak.. begitu." jawab ika
" oh.. gitu." jawab lily
disana yang mengetahui kejadian sebenarnya hanya ika, vian, dan pak bowo. pak bowo tau kenapa vian berbohong kepada lily, karena dia ingin melindungi anak semata wayangnya itu.
di malam hari vian bermimpi di datangi seorang kakek berjubah putih, " cu kamu jangan khawatir seperti ini, saatnya kamu menunjukan kekuatan mu." kata kakek itu
setelah sarapan vian pun izin pamit untuk pergi ke kantor BLS. pak bowo menelepon pihak tenaga pengawalan supaya lekas datang.
1 jam kemudian vian sampai di kantor BLS di antar pak dede, vian melihat ada beberapa pot bunga yang hancur disana. mendengar vian sudah datang bu murti langsung menemui vian,
" pak saya sudah koordinasi dengan pihak berwajib, sebentar lagi mereka akan kesini." kata murti
" ya sudah, nanti saya akan bicara sama mereka, oh iya minta tolong buat saya kopi ya bawa kesini." jawab vian
"baik pak, apa gak sebaiknya bapak ke ruqng bapak saja." tanya murti
"gak, saya akan tunggu disini." jawab vian
tak lama dari pihak berwajib datang, mereka pun melihat TKP dan diperlihatkan rekaman CCTV. vian di perkenalkan bu murti ke komandan yang datang. vian menjelaskan bahwa dia berencana menghadapi mereka terlebih dahulu supaya orang orang itu bertindak dan akan membuktikan bahwa mereka bersalah. pihak berwajib pun menyetujui hal itu, tapi komandan itu mengingatkan akan keselamatan vian. pihak berwajib yang datang tidak memakai seragam, mereka pun mengobrol santai sambil ngopi dan merokok.
**************
__ADS_1
disisi lain di rumah pak bowo dan pak adi yqng mendengar akan insiden di BLS cemas. tak lama pak selamat masuk memberikan kabar bahwa ada tamu buat pak bowo. pak bowo pergi keluar untuk melihatnya. diluar sudah ada 5 orang yang berperawakan sangar. setelah itu pak bowo masuk ke dalam dan pamitan ke istrinya. " bu, bapak dan pak adi ada urusan keluar." kata pak bowo.
setelah pamitan pak bowo, pak adi dan 5 pengawal tadi berangkat ke kantor BLS, melihat ada ke anehan dari tindakan pak bowo lily menanyakan kepada ibunya. " bu, bapak mau kemana, kok seperti buru buru begitu." kata lily
" ibu gak tau, ibu juga heran bapak biasanya gak seperti itu." jawab bu retno.
lily melihat bahwa ika gak pergi ke kantor, " ka, kok gak ke kantor, atau ika ada urusan kampus." tanya lily.
" gak kak, hari ini kantor diliburkan sama bu murti." jawab ika
" diliburkan," kata lily. langsung dia telepon bu murti, menanyakan kenapa kantor diliburkan sedangkan vian pergi kesana.
" bu murti kenapa kantor BLS diliburkan ada apa." tanya lily
"iya bu kemarin ada kejadian yang membuat kantor sedikit rusak, dan hari ini orang orang itu akan datang lagi." jawab murti
"siapa orang orang itu, apakah bapak ada disana." lanjut lily
" orang orang itu para preman bu. bapak ada disini bu sedang ngobrol sama pihak keamanan," jawab murti.
setelah itu lily menutup telepon lalu pergi ke kamar ganti pakaian dan menitipkan devan ke lilis dan ibunya. lalu dia meminta edi mengantarnya ke kantor BLS.
*********************
di kantor BLS, vian dan dari pihak keamanan masih tetap mengobrol, vian melihat ke tempat parkir datang 4 buah mobil dan dari 4 mobil itu turun sekitar 20 orang preman menuju ke kantor BLS, vian melihat disitu ada yacob.
tuh kawan kawan orang yang saya cari muncul. itu dia bajingan, pengecut dan kata kata kebun binatang lainnya keluar.
vian pun berdiri dan menuju mereka, vian fikir kalo terjadi keributan jangan sampai merusak kantor.
" ada apa ini." kata vian
" dasar bajingan, gak tau di untung, hajar kawan kawan." kata yacob
vian sudah konsentrasi dari awal dan terus melangkah kesana, pihak keamanan juga sudah siap siap.
5 orang preman langsung mengarahkan pukulan ke arah vian, tapi vian sedikitpun tidak mengelak, vian konsentrasi ke 5 orang maju menyerangnya. sekitar 1 meteran vian. vian menghentakan tangannya dan 5 orang yang menyerang tadi terpelanting, vian mendesak mereka sambil menghantamkan pukulannya sehingga yang 5 orang tadi terjatuh dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
__ADS_1
15 orang preman tersisa kaget lalu mereka serempak maju. tak lama datang 2 mobil, turun pak adi dan pak bowo serta 5 orang pengawalan, tanpa disuruh mereka maju melawan 15 orang yang mau menyerang vian. tapi mereka kaget ke 15 orang yang menyerang vian jatuh tersungkur sebelum mengenai tubuh vian.