Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Membicarakan Aqiqah de avin dan de Alea


__ADS_3

Selesai makan astrid dan dilla pergi ke kamar bersama ibu zahra dan nurlaela serta ibu ibu lainnya. Sedangkan yang bapak bapak mengobrol disana. Vian pun menyalakan rokoknya, dan duduk menjauh dari yang lain.


" pak vian saya lihat di depan ada minyak goreng, mie instant, tepung terigu dan beras, itu produk dari PBN bukan." kata pak bambang


" iya pak itu dari PBN baru tadi datang." kata vian


" boleh dong nanti saya mencobanya ya. Dikira saya itu tadi untuk cara aqiqah de avin dan de alea." kata pak bambang


" boleh dong pak, nanti ambil saja." kata vian


" terimakasih pak, nanti saya juga akan tawarkan ke teman teman juga, kalau mereka mau beli ada dimana pak." kata vian


" saya belum tau apa di swalayan sudah ada atau belum tapi kalau di livi store insyaAllah ada pak." kata vian


" baik kalau begitu, nanti saya tawarkan." kata pak bambang


" ini yang nama usaha luar biasa, persiapannya begitu matang dan terkelola dengan rapih, saya beruntung bisa bergabung di PBN dan untung saya bisa mengenal pak vian ya." kata pak menteri UMKM


" jangan sampai terlibat saja pak, khawatir nanti bapak kena penyelidikan." kata vian mengingatkan


" insyaAllah pak, terimakasih sudah mengingatkan." kata pak menteri UMKM. Tak lama pak menteri pendidikan datang bersama isterinya,


" kok pada sepi kemana yang lainnya nih pak." kata pak menteri pendidikan


" ibu ibunya sedang menengok bayi pak di kamar, ayo pak, ibu makan malam dulu." kata vian


" terimakasih pak, kalau begitu saya pergi ke dalam dulu ya." kata ibu citra


" silahkan bu, mereka ada di kamar nanti minta tolong orang orang yang ada di rumah saja ya." kata vian


" iya pak, terimakasih banyak." kata ibu citra


" sudah pada kumpul aja nih, pak gubernur D enggak datang." kata pak menteri pendidikan


" enggak katanya pak, beliau ada kerjaan, tapi isteri dan ibunya pak gubernur sudah ada didalam tadi sore mereka datang." kata vian


" jadi kapan pak mau mengadakan aqiqah putra dan putrinya." kata pak gubernur B


" insyaAllah minggu depan pak pas hari ke 7." jawab vian


" berarti motong 3 kambing dong ya pak." kata pak gubernur B


" mau 10 juga tinggal ambil aja di kandang, enggak perlu repot repot. Nanti sekalian kambing guling aja pak disini." kata pak bambang

__ADS_1


" iya ya, tinggal ambil di kandang aja saya baru sadar." kata pak gubernur B


" tinggal nunggu hasil dari bu shinta nih." kata pak menteri UMKM


" doakan saja pak, supaya ada hasil." kata vian


" enak pak vian tuh enggak perlu menunggu mie abis 1 karton, sudah ada penggantinya." kata pak bambang


" bukannya bapak dulu juga sama mencari pengganti duluan." kata pak menteri UMKM


" jangan kencang kencang, itu rahasia para lelaki." kata pak bambang


jam 9an vian menyuruh indra untuk membuat pembakaran jagung dan meminta dibuatkan kopi dan susu panas.


" vian coba undang ustad yang sedang top untuk acara aqiqah de avin dan de alea." kata pak bowo


" saya enggak ada koneksi kesana pak, mungkin pak menteri dan pak gubernur ada yang mengenal atau ada koneksi ke ustad ustad." kata vian


" saya ada ustad B, kalau pak vian mau nanti saya coba hubungi beliau." kata pak gubernur B


" boleh pak, untuk minggu depan ya pak." kata vian


" oke, saya usahakan ya pak." kata pak gubernur B


" seperti sama siapa aja pak, kita kan keluarga wajar dong saling membantu." kata pak gubernur B


" terimakasih pak." kata vian


mereka pun menikmati jagung bakar sama susu panas, hanya vian yang minum kopi.


" oh iya untuk pembangunan panti asuhan kita bersaudara sekarang sudah 80%an sama fasiltas pendukung lainnya." kata vian


" semoga saja akan membawa kebahagiaan dan keberkahan untuk kita semua, semoga anak anak panti kedepannya pun bisa menjadi anak anak yang sukses." kata pak menteri pendidikan


" aamiin." jawab mereka


" saya sangat salut sama pemikiran pak vian, beda dengan yang lain terkadang kita hanya bisa menyalahkan tapi pak vian pemikirannya itu bagaimana solusinya, karena kita tidak bisa hanya menyalahkan saja karena itu bukan solusi. Yang dibutuhkan kerja nyata bagaimana anak anak yatim piatu ini bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak, makan yang bergizi, mendapatkan pendidikan yang bagus." kata pak menteri pendidikan


" itu dia pak, kita harus bisa merubah pola fikir kita, anak anak itu tidak bersalah, mungkin orang tua dan keluarganya pun tidak ingin melakukan itu, semua orang memiliki hak untuk bahagia termasuk mereka, hidup di jalanan pun sebenarnya bukan keinginan mereka tapi keadaan yang membuat mereka seperti itu.saya pernah bertanya pada anak anak jalanan mereka mau hidup seperti kita kita ini, tapi gimana karena kondisi mereka, jangankan untuk sekolah untuk makan aja sulit." kata pak bambang


" nah kalau sudah urusan dengan perut, mereka akan melakukan segala hal termasuk mencuri, merampok, mencopet. Itu yang harus kita kendalikan dati awal, kepedulian kita sangat dinantikan." kata vian


" betul pak, buktinya yang tadinya kita sangat sulit mengusir para penghuni rumah rumah liar, tapi dengan kita membangunkan tempat untuk mereka dan menunjukan kepada mereka bahwa itu untuk mereka, mereka dengan sukarela pindah sendiri." kata pak gubernur B

__ADS_1


" kalau kita mau melakukan hal seperti itu, jadi kita harus mencarikan solusinya terlebih dahulu, memberikan pengertian, insyaAllah mereka pun bisa mengerti dan memahami." kata pak bambang


tak lama ibu ibu pada datang ke taman, lily meminta jagung bakar di ikuti yang lainnya juga


" oh iya kok saya enggak melihat anak anak ya, pada kemana mereka." kata pak menteri UMKM


" mereka masih di kantor SPI pak, kemungkinan sebentar lagi mereka datang, katanya mereka sedang ada proyek produk baru." kata vian


" oh gitu, bagus kalau begitu." kata pak menteri UMKM, benar saja tak lama anak anak gadis pada datang, mereka memberikan salam lalu meminta dibakarkan jagung.


" dari mana aja nih, jam segini baru pulang, jangan jangan pada keluyuran." kata pak bambang


" bapak ini suuzon aja sih, kita habis membicarakan produk baru SPI yang sebentar lagi akan diluncurkan." kata silvy


" memangnya produk apa yang akan diluncurkan." kata pak menteri UMKM


" rahasia pak, tunggu tanggal mainnya ya, mudah mudahan saja akan laku dipasaran." kata anisa


" kita akan memaskan produk ini juga keluar negeri pak, terutama negara tetangga kita dan negara negara muslim lainnya." kata amira


" nak memangnya kalian enggak akan ke luar negeri lagi." kata pak menteri UMKM


" enggak pak, aku udah senang disini, palingan nanti lah kita kesana beres beres barangnya sekalian kita liburan." kata anisa


" oh iya om, de avin dan de alea udah pulang." kata silvy


" udah tadi sore, oh iya nanti mau minta bantuannya ya kepada semuanya acara aqiqah de avin dan de alea," kata vian


" siap om, oh iya undang ustadz terkenal aja om, nanti kita kasih hampers SPI sekalian untuk promosi." kata silvy


" iya om udah minta bantuan pak gubernur B untuk mengundang ustadz B." kata vian


" wah itu bagus, bisa kita manfaatkan juga untuk promosi." kata silvy


" oh iya nanti kita semua ngobrol ya kalau ada waktu, kita bertukar fikiran dalam hal manjemen bisnis dan mengelola perusahaan." kata vian


" ide bagus tuh a, kapan." kata ika


" akhir pekan ini bisa juga, mudah mudahan aa enggak ke luar kota." kata vian


" siap om, saya suka nih diskusi." kata anisa


mereka pun lanjut mengobrol sambil menikmati jagung bakar.

__ADS_1


__ADS_2