Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Pergi ke Bali


__ADS_3

Makan malam bersama keluarga selesai mereka masuk ke kamar masing masing. karena kecapaian mereka pun tertidur lelap sampai pagi.


setelah sholat subuh vian pergi ke balkon, lily meminta evi untuk dibuatkan teh buat suaminya. vian melihat laporan keuangan setiap perusahaannya, omzet masing masing perusahaan juga mengalami kenaikan di semester pertama ini. vian juga mengecek perencanaan setiap perusahaan.


perusahaan L-Trans dan L- Pro walau perusahaan itu baru mengalami peningkatan omzet setiap bulannya walaupun laba bersihnya masih rendah karena biaya operasional dan peralatan tinggi.


Perusahaan L- Pro sekarang sedang membangun 2 proyek, proyek pertama pembangunan rusun yang pembangunannya menggunakan dana CSR Livi Group dan dana pribadi Vian. proyek kedua proyek pembangunan Perumahan di KBB.


sedangkan pak dede dibantu timnya sedang menjalankan kerjasama dengan travel travel dan menjalankan travel sendiri.


waktunya sarapan vian dan lily turun ke ruang makan, disana sudah berkumpul nenek lily dan orang tua mereka. vian melihat pak bowo yang tidak biasanya.


" pak, kenapa kelihatannya tidak semangat gitu, apa bapak sakit atau ada masalah lain." tanya vian yang membuat orang disana melirik ke pak bowo


" bapak sehat vian, tapi bapak dapat laporan bahwa resort yang di bali akhir akhir ini sepi. karena kehadiran tempat tempat lain. apa kamu bisa bantu untuk bisa meningkatkan pengunjung lagi. " jawab pak bowo


" vian gak bisa langsung kasih masukan kalo belum melihat kondisinya secara langsung, apalagi menurut bapak penurunan pengunjung disebabkan adanya tempat tempat lain. vian harus survey ke tempat tempat itu apa kelebihan mereka sehingga pengunjung pergi kesana." kata vian


" iya ya, kenapa bapak dan tim manajemen sana gak kefikiran untuk survey tempat lain padahal kita mengadakan promo dan iklan." kata pak bowo


" ya sudah kita pergi aja kesana sekalian liburan." kata bu retno


" aku setuju sama ibu, papah melakukan survey, kita liburan udah lama juga kita gak kesana." kata lily


" wah kalo sudah urusan sama ibu ibu pasti repot nih." kata pak bowo


" oh jadi bapak merasa di repotkan aama kita nih." ketus bu retno


" iya kan suami cari duit, istri ngabisin." jawab lily


" iya udah kita pergi ke bali, sebelum lily lahiran." kata vian

__ADS_1


" ya sudah kalo itu keputusan kamu bapak ngikut aja." jawab pak bowo


" jadi kapan vian kita pergi kesana." tanya bu retno


" iya sudah besok kita pergi kesananya." jawab vian


" asyiiiik kita liburan, terimakasih papah sayank." kata lily


" ya sudah kamu list yang ikut, terus untuk tiket pesawatnya biar pak dede dan tim L-Trans menanganinya soalnya L-Trans sudah punya divisi travel." kata vian


setelah mengobrol vian dan lily masuk lagi ke kamar untuk berganti pakaian mau pergi ke butik. vian melihat kondisi devan dan main sebentar sama dia.


jam 10 vian dan lily pergi ke ruko. " pah, beneran mau bantu bapak." tanya lily


" iya sayank. memang kenapa, sebelumnya bapak sudah bicara sama papah mau menggabungkan perusahaan bapak ke Livi Group." jawab vian


" kok bapak gak ngomong sama mamah ya.." kata lily


" maaf ya pah, bapak nambah beban fikiran papah." kata lily sambil meluk vian


" gak lah sayank, papah seneng bisa bantu toh ini juga nanti buat kita juga, setiap permasalah yang ada di keluarga kita pikul bersama dan itu akan memperkuat hubungan keluarga. setiap permasalahan pasti akan ada hasil yang tak terduga." jawab vian


vian menanyakan apakah list yang ikut sudah ada, dan siapa aja yang akan diajak selain keluarga, vian berfikiran bahwa dengan banyak orang yang datang ke sana juga akan membawa dampak terhadap resort mertuanya itu.


sesampainya di ruko seperti biasa di nongkrong di cafe sedangkan lily ke butik. vian menerima telepon dari ika adiknya.


" assalamualaikum a, ika boleh bawa lusi dan mita gak ke balinya." kata ika


" ya sudah, ajak juga murti, terus bilang ke kakak mu ya." jawab vian


" iya a, nanti ika bilang ke kak lily." kata ika

__ADS_1


vian bilang ke lily bahwa dia mau pergi sebentar ke lokasi pembangunan rusun. di lokasi pembangunan vian melihat aktivitas pekerja sedang membuat pondasi untuk 7 lantai setiap lantai terdapat 20 kamar, setiap kamar terdiri 2 kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi.


setelah meninjau lokasi pembangunan vian pulang ke ruko diperjalanan dia mengabari lily. lily ingin ke restoran yang dulu sukai dan vian pernah pingsan disana. setelah sampai di ruko vian menjemput lily di butik lalu pergi ke restoran yang dia mau.


sesampainya disana lily dan vian pesan makanan dan minuman juga. 20 menit makanan dan minuman sufah datang mereka pun. selesai makan mereka langsung pulang ke rumah untuk mempersiapkan barang yang akan di bawa ke bali.


vian menyerahkan data nama nama yang berangkat ke bali termasuk pak dede disuruh ikut juga ke tim L-Trand. tim L-Trans pun melakukan reservasi tiket. keberangkatan ke bali kali ini hampir 20 orang. pak bowo pun sudah koordinasikan dengan pihak resort dan menyerahkan anisa marketing ke email vian.


sampai di rumah vian dan lily langsung masuk kamar untuk amndi dan beganti pakaian, vian pamit ke liky mau ke gazebo untuk ngopi. du gazebo sudah ada bapak dan mertuanya sedang ngopi dan merokok.


" aa udah pulang, darimana hari ini.?" tanya pak adi


" aa dari ruko pak terus tadi lihat pengerjaan proyek pembangunan rusun." jawab vian


" terus gimana lancar pengerjaannya." kata pak bowo


" alhamdulillah pak, sekarang lagi membuat pondasi." jawab vian, lalu dia membuat kopi dan merokok.


" o iya tadi bapak sudah suruh tim untuk kirim ke kamu analisa tim marketing." kata pak bowo


" iya pak terimakasih." jawab vian lalu membuka handphone mengecek email. dari hasil laporan itu vian sudah mengidentifikasi masalahnya.


" kalo ibu ibu pada kemana pak." tanya vian


" dari pagi mereka sibuk beberes nyiapin buat besok pergi, ya gitu kalo mau liburan sibuk ngurusin baju yanv mau di pake." jawab pak adi dan pak bowo


" syukur kalo ibu bahagia pak." kata vian


" bapak juga heran ibu mertua mu itu perasaan dulu juga suka di ajak jalan sama bapak. tapi sekarang beda dia begitu bahagia." kata pak bowo


di malam hari seperti biasa makan malam bersama. vian menyampaikan bahwa besok berangkat pesawat jam 10 pagi. jadi dari sini jam maximal jam 7. selesai makan mereka langsung pada istirahat.

__ADS_1


__ADS_2