Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kunjungan Pak Menteri 5


__ADS_3

Vian pun salut akan keberanian anaknya itu, pak gubernur pun geleng geleng melihat tingkah devan.


" aa ada yang mau tanya boleh." kata pak gubernur


" boleh om." kata devan


" om dulu deh mau tanya, aa sayang enggak sama mamah dan adik, terus om boleh enggak nginap di rumah aa." kata pak gubernur


" aa sayang sama papah dan mamah sama semuanya juga sayang, boleh dong om, om juga kan suka nginap di rumah aa." kata devan


" terus papah atau mamah galak enggak sama aa." kata pak gubernur


" papah sama mamah baik kok, tapi lebih baik papah sih soalnya suka beliin aa mainan, kalau mamah suka enggak boleh." kata devan polos


" terus mamah astrid, mamah dilla dan mamah shinta galak enggak sama aa." kata pak gubernur


" enggak, mereka baik semuanya sama aa." kata devan


" terus kalau papah mau punya mamah baru lagi boleh enggak a." kata pak gubernur


" enggak ah om, aa pusing banyak mamah." kata devan polos, yang ada disana semuanya ketawa


" terus kenapa dulu aa bolehin papah punya mamah baru." kata pak gubernur


" enggak tau ya om, mamah astrid, mamah dilla dan mamah shinta baik jadi aa bolehin papah nikah sama mereka." kata devan


" pak gubernur pengen tau tuh cara nambah isteri." kata pak menteri


" belajar pak." jawab pak gubernur

__ADS_1


" awas aja ya." kata bu athia sambil mengepalkan tangannya


" terus aa sudah bisa apa aja." kata pak menteri


" aa udah bisa nulis, baca, berenang, sama naik kuda." kata devan


" terus bahasa apa yang udah aa bisa selain bahasa indonesia." kata pak menteri


" a lagi belajar bahasa inggris om tapi belum bisa banyak kaya mamah." jawab devan


" aa sukanya apa. Dan kalau besar mau jadi apa" kata pak menteri


" aa suka berenang, naik kuda sama main game. Aa pengen seperti papah. Udah ya semuanya aa cape bicara aja." jawab devan lalu pergi ke tempat duduk vian dan lily


" aa belum salam sama bapak bapak dan ibu." kata lily, devan pun pergi menyalami yang ada disana


" enggak nyangka aa berani ya." kata bu athia


" saya juga enggak nyangka bu, tadi saya test dia aja." kata lily


" bu semuanya di turunin barangnya." kata haris


" iya bawa aja dulu kesini. Untung bawa ya." kata lily, lalu lily, astrid, dilla, shinta, bu sisil, bu athia, bu siska, bu citra, bu kayla dan bu nurlaela memberikan kepada ibu guru paperbag yang berisi kosmetik. Shinta sudah kelelahan lalu duduk disebelah vian dan menyandarkan kepalanya dibahu vian.


" kamu mau makan apa sayang." kata vian


" aku pengen yang segar segar dan rujak pah." jawab shinta


" itu ika lagi belikan makanan, nanti buat aja di rumah ya rujaknya." kata vian, lalu vian menghubungi bu ningsih menanyakan ada buah buahan apa saja di kampung

__ADS_1


" iya pah." jawab shinta. Tak lama rombongan ika datang


" ini perkenalkan kakak kakak kalian, yang menurut saya mereka patut dicontoh, selain bagus dibidang pendidikan mereka juga bisa mendirikan usaha dan berkembang usahanya misalnya saja ka silvi, ka silvia mereka nakanya pak bambang, ka anisa, ka amira anaknya pak menteri UMKM, dan ka nazwa anak saya alhamdulillah mereka sekolah di luarnegeri dan sekarang sedang membangun usaha bersama kak ika dan kak bella adiknya pak vian, ada juga kak nirmala anaknya pak gubernur D, kak kayla anaknya pak menteri sosial, kak lisa anaknya pak bupati P, kak febby anaknya pak gubernur L, dan yang lainnya saya enggak kenal satu satu, kak ika ini direktur utama SPI, kalau engvak salah omzet mereka perbulan sudah diatas 4 milyar. Jadi anak muda bisa berprestasi dan menjadi pengusaha muda, saya aja belum tentu bisa." kata pak menteri pendidikan, mereka pun memberikan salam kesemuanya.


" jadi kalian juga pasti bisa yang terpenting mau belajar." lanjut pak menteri pendidikan


" ini semua berkat bimbingan om vian." kata silvi


" iya sampai orangtuanya dilupain." kata pak gubernur


" enggak dilupain kok, aku kan belajar pak, jangan curhat gitu dong." kata nirmala


" iya sampai enggak mau pulang ke rumah sendiri." kata pak menteri pendidikan


" aku suka pulang kok, lagian aku kan enggak main aja." kata nazwa


" kok begitu pak." kata kepala dinas bingung


" mereka semua ini enggak mau pada pulang pak termasuk anak saya, mereka semuanya maunya menginap di rumah pak vian, sampai pak bambang beli rumah sebelah rumah pak vian anaknya itu enggak mau pulang juga, sampai pak bambang dan ibu juga nginap di rumah pak vian, di rumah pak vian itu seperti asrama, sampai beliau membaut asrama beneran, saya jadinya hampir setiap bulan bahkan seminggu sekali itu ke rumah pak vian karena isteri dan ibu saya pun sama mereka maunya sama sama di rumah pak vian,." kata pak gubernur


" jadi enggak ikhlas nih ngijininnya, ibu bilang sama ibu loh." kata ibu athia


" jangan, bapak bisa diceramahi sama ibu nanti." kata pak gubernur.


" mungkin dari kakak kakak ini ada yang mau disampaikan kepada adik adiknya." kata pak menteri


" assalamualaikum, salam kenal semuanya, saya ika seperti yang kalian dengar tadi saya adiknya pak vian, saya lahir di daerah ini, tapi saya besar di kota B karena waktu itu aa sekolah di kota B, saya beda 11 tahun sama aa, jujur saja saya baru dekat sama aa itu setelah aa nikah. Dulu mana pernah kita mengobrol karena kita juga jarang bertemu karena saya sekolah aa udah kerja. Saya bisa seperti ini karena bimbingan dan kesempatan yang diberikan aa, jadi yang selalu ingat kata kata aa jangan pernah merasa minder, jangan pernah bilang enggak bisa sebelum kita coba, bergaullah dengan orang orang yang bisa mendukung kita dan bisa diajak berdiskusi bukan hanya pas kita lagi ada tapi pas kita sedang kondisi terpuruk pun mereka ada buat kita. Kesempatan kalian sangat terbuka lebar, gunakankanlah media sosial yang kalian miliki dengan bijak. Ingat pergaulan kalian menentukan mada depan kalian jangan sampai terjerumus kepada pergaulan yang enggak enggak, sayangi orang tua kalian yang sudah jerih payah memberikan kehidupan untuk kalian, mencari uang itu susah, cape, saya sekarang merasakan itu, jangan sampai kalian menyesal. Demikian terimakasih semuanya." kata ika


" mungkin saya hanya nambahin aja apa yang kak ika bilang, memang betul pergaulan sangat sangat mempengaruhi kehidupan kita, dulu saya itu ingin terus berada di luar jauh dari orang tua karena saya fikir akan bebas tapi setelah saya bertemu keluarga om vian, saya merasakan kebahagiaan dekat sama orangtua, saudara, dimanapun kalian belajar kalian harus sungguh sungguh tidak ada bedanya kalau kalian enggak sungguh sungguh, sekarang saya belajar bagaimana manfaat silaturahmi, kebersamaan, saya dan yang lainnya sudah seperti saudara setiap hari bersama jalan ke kantor, jalan jalan selalu sama sama, saya lihat di rumah om vian itu setiap hari selalu ada aja orang yang datang silaturahmi, dan saya lihat juga bagaimana perkembangan usaha om vian, pada intinya yang terpenting kita bisa melakukan hal yang baik buat orang lain maka kita akan menerima hal baik itu juga, sedikit cerita saja, saya menyaksikan bagaimana orang orang begitu terpukul, cemas, orang orang berdoa sewaktu dikabarkan pesawat yang om vian tumpangi mengalami kecelakaan, dari doa doa itu mungkin Allah memberikan jalan supaya om vian selamat jadi om vian tidak naik pesawat itu sehingga selamat. Saya melihat orang orang benar benar takut kehilangan coba bayangkan kalau om vian jahat, orang orang mungkin akan tertawa bahagia. Jadi ayo kita sama sama belajar berbuat baik sekecil apapun itu, jangan pernah takut rugi karena menolong orang. Terimakasih banyak." kata silvi

__ADS_1


__ADS_2