
di pagi hari setelah sarapan vian berjalan ke taman dan membuat teh di gazebo, vian menyalakan rokok tapi kepalanya merasa pusing, vian pun mematikan rokoknya lalu berjalan mau pergi ke rumah, akan tetapi baru beberapa langkah vian kehilangan keseimbangannya dan jatuh. indra uang sedang menyiram tanaman melihat kejadian itu lalu pergi menolong vian yang sudah terjatuh. dengan sekuat tenaga indra membopong vian pergi ke rumah. sesapainya di rumah tubuh vian ditidurkan di sofa.
lily dan orangtua dan mertuanya yang masih ada di meja makan kaget. "indra, kenapa bapak?". kata lily.
"tadi pas saya lagi nyiram melihat bapak terjatuh begitu aja, saya langsung saja membawa bapak kesini bu." jawab indra.
pak bowo langsung telepon Dr. syam dokter keluarga "dokter tolong sekarang juga ke rumah anak saya ya. menantu saya pingsan, saya takut kenapa kenapa.". " baik pak saya pergi kesana sekarang juga" jawab dr. syam.
lily memberikan minyak kayu putih ke hidung vian sambil menangis. bu ningsih nyuruh evi membuatkan teh manis hangat.
15 menit kemudian vian pun sadar dari pingsannya, dan menyakan kepada lily yang sedang menangis, "yank kenapa kamu nangis." kata vian.
"papah barusan pingsan, papah kenapa?". jawab lily.
"papah gak tau tadi pusing, lalu papah jatuh, terus kenapa papah disini" jawab vian.
tadi indra yang bopong papah kesini, tak lama dr. syam datang dan langsung memeriksa vian.
" pak vian tidak apa apa mungkin kecapaian saja" kata dr. syam. tapi untuk memastikan lebih baik melakukan pemeriksaan ke rumah sakit lanjut dr. syam. "baik dok." kata lily. lalu dokter syam minta izin pamit pulang.
sedangkan pak adi merasa ada yang janggal akan kejadian itu dia berjalan keluar rumah lalu telepon temannya pak lukman. " hallo man, lagi dimana ".
"lagi di rumah di, tumben kamu telepon pasti ada sesuatu ya." kata pak lukman.
"iya man si vian pingsan tadi jatuh di taman. saya curiga ada sesuatu" kata pak adi.
"saya merasakan itu di, tapi gak kenapa kenapa kan anak kamu tuh, untung aja anak kamu kuat di, kalo gak bisa lewat anak kamu di." jawab pa lukman.
"emang kenapa gitu man?".
"ada orang yang gak suka akan kemajuan usaha anak kamu di, tapi tenang aja anak kamu ada yang jagain. sekarang yang saya rasakan yang jagain anak kamu lagi lenyapin orang yang kirim sesuatu ke anak kamu."
"emang orang mana dia man yang kirim ke anak saya."
__ADS_1
"dia orang sebrang, kamu sekarang lihat di kaki anak kamu apakah ada luka gak, kali ada darah keluar berarti orang yang kirim sudah kalah."
"oke man saya mau lihat, terima kasih ya man."
" sama sama di." lanjut pak lukman.
setelah telepon pak adi masuk ke dalam lalu melihat kondisi vian terutama di kaki vian. supaya tidak membuat orang yang ada disana kaget, pak adi pelan pelan deketin vian dan membawa air putih.
"aa ini minum dulu biar tenggorakan kamu gak kering." kata pak adi.
"iya pak terima kasih." kata vian. vian merasakan ada uang lain dari tatapan bapaknya itu.
pak adi lalu melihat ke kaki vian disana melihat ada darah keluar dari betisnya, "aa itu kenapa kaki kamu kok berdarah.", yang lain juga tercengang dengan ucapan pak adi lalu melihat ke kaki vian.
"iya pah kaki kamu kenapa berdarah, tadi perasaan gak lihat." kata lily.
" gak tau yank. perasaan tadi gak kenapa kenapa." jawab vian.
"pah ayo kita ke rumah sakit aja." kata lily
"gak usah sayank papah gak apa apa kok, pah mungkin kecapaian aja." jawab vian.
"iya nak lily, vian gak apa apa." kata pak adi nenangin.
di luar rumah pak dede yang tadi mendengar pak adi ngobrol sama temennya, dia gak terima bos nya ada orang yang mau nyelakain hidupnya, dia menelepon gurunya.
"ka her, bisa minta tolong gak." kata pak dede
"iya de ada apa kamu tumben telepon saya" kata kak heri.
"tadi pak vian bos saya jatuh pingsan dan dari betisnya keluar darah, saya denger tadi ayahnya telepkn sama temennya bahwa pak vian ada yang mau nyelakain ka.". kata pak dede
"iya saya minta tanghal lahir dan nama orangtuanya bos kamu itu." tegas kak heri.
__ADS_1
"sudah kak, udah saya kirim." jawab pak dede
sebentar saya cek dulu jangan ditutup teleponnya. "iya de bos kamu ada yang kirim dari orang uang mungkin merasa usahanya kesaingan, tapi orang yang kirimnya udah musnah sama yang jagain bos kamu " jelas kak heri. "syukur kalo begitu kak, tadinya saya mau minta tolong kakak untuk hancurin tuh orang, bangsat banget tuh orang, pak vian orang baik gitu mau dicelakain." kata pak dede.
"ya udah kak terimakasih banyak, dan kayanya saya juga harus siap siaga nih." lanjut pak dede.
" iya de, kamu bantu bos kamu itu, dia orang baik." jawab kak heri.
di dalam rumah pak adi menasehati vian, "udah aa kamu tenang aja, orang yang nyelakain kamu udah dibalas sama karuhun kamu, kamu tetap berbuat baik aja sama semua orang, tapi kamu tetap waspada. ". "iya pak, aa tau. terimakasih pak. tapi kalo orang itu sudah noel keluarga vian, vian gak akan tinggal diam". jawab vian dengan tegas.
yang ada disitu bingung dengan apa yang diucapain pak adi kepada vian. akan tetapi mereka diam tidak mempertanyakannya.
"yank papah lapar mau makan, ada apa?". tanya vian
"ini pah ada sop buntut kesukaan papah." jawab lily. mau aku ambilin.
"papah kesana aja." jawab vian.
vian pun makan dengan lahap sampai tambah lagi.
"papah aku gak ngerti dengan apa yang di obrolin kamu sama bapak." tanya lily
"oh itu.... gak apa apa sayank kamu tenang aja, tadi papah ada yang mau nyelakain papah pake mistis gitu. alhamdulillah keluarga kita masih dilindungin Allah." jawab vian. kamu gak usah khawatir ya.. "iya pah." jawab lily.
setelah makan vian pun pergi keluar rumah pengen ngerokok, disana ada pak dede yang lagi ngopi.
" bagaimana pak udah sehat." tanya pak dede
"alhamdulillah pak dede, saya gak apa apa, terimakasih." jawab vian.
saya cuma bingung aja pak, orang sebaik bapak dan sepengetahuan saya bapak gak pernah nyakitin orang, masih ada yang mau nyakitin.
kita berbuat baik terhadap orang belum tentu dipandang sama orang itu baik pula, apalagi kita berbuat jahat. makanya kita jangan pernah mengharapkan penilaian orang, kita hanya berharap penilaian dari Allah aja. vian pun terus menghisap rokoknya sampai habis. lalu masuk lagi ke dalam rumah.
__ADS_1