
Vian pun menyalakan rokoknya menikmati malam dengan ngopi bareng.
" mau tidak mau kalian harus bisa, jangan pernah bilang enggak bisa sebelum kalian melakukannya." kata vian
" betul itu, kalian harus berani." kata pak bambang
" kesempatan itu harus kalian manfaatkan karena akan berbeda, saat waktu kalian kuliah dengan waktu kalian bekerja, bagaimana kalian mengjafapi investor atau konsumen kalau kalian tidak bisa menyakinkan mereka." kata pak menteri UMKM
" selama ini kalain hanya pintar komunikasi melalui media, jadi kalian juga harus bisa pas bertemu tatap muka." kata vian
" pokoknya baik di SPI atau yang lainnya harus bisa, kalian tidak akan terus selama bergantung kepada saya, saya pun tidak bisa selamanya bisa, gimana kalau ada tamu kunjunhan atau konsumen sedangkan saya sedang liburan, masa kalian bilang maaf pak vian sedang liburan jadi kami tidak menerima tamu atau kunjungan." lanjut vian sambil ketawa
" kalian anak muda harus terus belajar walau enggak duduk di bangku kuliah lagi, perluas pengalaman karena dunia yang sebenarnya baru akan kalian mulai, memang tidak ada orang yang sempurna, akan tetapi kalian harus bisa menjalankannya dan mengambil peran disana." kata pak bambang
" saya juga tidak bisa menguasai seluruh bidang, akan tetapi saya belajar untuk bisa memahaminya, dahulu saya bemerja di perusahaan S disana saya di pindahkan dari bagian keuangan ke bagian produksi, awalnya saya kecewa dan mau keluar akan tetapi ada orang baik bilang ke saya, pak vian harusnya bapak bersyukur karena orang lain ingin belajar tetang produksi sampai mengeluarkan uang akan tetapi bapak belajar dan mendapatkan bayaran, dari sana baru saya paham setiap saya dipindahkan ke bagian lain saya menerimanya, silahkan tanya ke pak dede, pak abe, pak opik bagian apa yang saya belum di perusahaan S, marketing, kepala toko, Kepala gudang, sampai jadi sopir expedisi saya pernah lakukan, menyediakan kopi untuk tamu bahkan saya bersih bersih gudang, kantor saya juga pernah lakukan. saya sudah menjadi kepala gudang, sudah enak disana datang ke kantor pergi ke ruangan satpam bikin kopi dan ngerokok sore pulang, tapi ternyata saya masih dibutuhkan di marketing dulu awal omzet saya dari puluhan juta sebulan, naik ke ratusan juta, naik lagi ke milyaran, tanya ke pa dede, setiap akhir bulan itu kalau kekurangan 200 juta atau 300 juta saya bisa dalam 1 hari itu. Saya juga sama seperti kalian enggak bisa ngomong, akan tetapi sekarang alhamdulillah bisa bicara depan forum." kata vian
" iya bapak enak tinggal telepon orderan datang sambil ngerokok dan ngopi, orang gudang kelimpungan sama bagian expedisi." kata pak dede
" yang lebih lucu itu waktu di ritel, kita diserahkan wilayah D untuk di kelola baik ritelnya, agen, dan distributor, dan kita di kasih target 1,5 milyar setahun, eh kita setiap bulan bisa sampai 300 jutaan se bulan, bagian keuangan yang kelimpungan mikirin bagaimana bayar bonus kita, kerjasama ritel pun waktu di pegang pak vian dan saya sama hendra juga naik kita kerjasama sama modern market terkenal di wilayah D sampai bagian produkai yang kelimpungan." kata opik
__ADS_1
" iya saya juga dulu disuruh pegang merk D yang lagi booming sedangkan pak vian disuruh pegang merk K yang baru diluncurkan, kita sampai berebutan barang di bagian packing karena barang sama hanya beda merk aja, saking supaya orderan kita bisa tereksekusi kita sama sama bilang kerjakan dulu merk Ini merk itu nanti dulu kalau kalian mengerjakan merk ini nanti di belikan bakso, saya salut deh dengan gaya pendekatan beliau ini." kata abe
" sayang ya kalau difikir fikir, tapi kalau enggak begini kita juga enggak bakalan bisa seperti ini sekarang, itu sebagai pembelajaran buat saya juga dalam mengelola LA sekarang, jangan sampai pernah menjanjikan sesuatu ke karyawan kalau memang kita enggak akan memenuhinya dan jangan tergoda atau terhasut kalau ada karyawan yang pinter cari muka." kata opik
" kita jangan pernah merasa malu untuk belajar, dan jangan menyepelekan kalau ada masukan atau saran dari karyawan sekalipun dia sebagai office boy, jangan merasa kalian paling benar, paling pintar karena itu yang akan membunuh kalian, menghancurkan kalian." kata vian
" betul pak, jangan pernah kita sampai meremehkan pemikiran orang lain, karena itu mungkin akan betmanfaat suatu saat nanti." kata pak menteri UMKM
" karakter, etika dan akhlak itu yang harus di ajarkan di sekolah sekolah, untuk itu saya setuju dengan konsep pendidikan di YPL, karena sepintar apapun kita kalau kita tidak memiliki akhlak, karakter, dan etika yang baik itu sama saja nol. Makanya persipsi mengenai kepintaran itu hafus kita rubah dari angka menjadi tindakan nyata." kata pak gubernur
" jadi rencana usaha livi kedepnnya kita harus membangun akhlak yang baik, memperlakukan siapapun sama, baik itu distributor besar ataupun kecil, kalau yang sudah besar bagaimana caranya supaya mereka bisa berkembang lagi, kalau masih kecil bagaimana caranya kita membantu mereka supaya menjadi besar, itu kita akan sangat dihargai dan loyalitas mereka akan tinggi." kata vian
" kalian juga harus memberitahukan trend di pasar seperti apa kepada para distributor yang sedang naik apa, jangan sampai mereka diabaikan, perhatian sekecil apapun kepada mereka akan menimbulkan kepercayaan kepada kita meningkat." kata vian
" kenapa di LCI pak dodi dan pak anam enggak ambil ya pah." kata lily
" mereka belum menemukan pangsa pasarnya, coba saja hubungi mereka bagimana cara memasarkannya kasih tau mereka beri mereka gambarnya." kata vian
" itu yang diatributor malaysia SPI dan LNI harus follow up ya. Bahkan LCI juga follow up aja, sayang peluang besar kita. Selanjutnya setelah follow up dia kalian lakukan iklan disana, di sosial media bisa kan target orang yang melihatnya di tujukan ditempat itu." lanjut vian
__ADS_1
" oh iya pak, apakah boleh PBN mengikuti pasarnya LA." kata pak andi
" boleh boleh saja toh tidak sama produknya, malahan saling berkaitan, untuk masuk ke modern trade juga kalian bisa minta kontaknya ke opik, kalaupun ada kesamaan produk kalian jangan sampai saling menjatuhkan produk lainnya. Kita maju bukan untuk menjatuhkan produk yang lain, akan tetapi kita maju dengan kualitas produk kita, keunggulan produk kita apa, kalau bekerja dama dengan kita apa keuntungannya, itu yang lebih baik dari pada sibuk menjatuhkan produk yang lain." kata vian
" kalian harus bersyukur bisa ngobrol seperti ini, ini ilmu yang enggak akan kalian dapatkan diluar sana." kata pak bambang
" gimana perkembangan SPI sekarang." tanya pak menteri UMKM
" alhamdulillah pak, setiap bulan kita mendapatkan kenaikan omzet, bahkan kita agak keteteran di masalah supply." jawab anisa
" bagaimana cara mengatasi kekurang supply itu." tanya vian
" kita sudah mencari perusahaan makloon lainnya om, mudah mudahan minggu depan sudah ready, sekarang kita masih membicarakan kualitas produksi mereka." jawab anisa
" iya a, produk kaoskaki sekarang sedang naik permintaannya, pabrik di KBB dan supply dari pak yana dan pak iwan masih kurang." kata ika
" kalian juga harus mempertahankan trend ini jangan sampai turun lagi sehingga pas mereka menaikan produksinya pesanan kita kepada mereka malahan turun itu yang akan menimbulkan keengganan mereka untuk menaikan jumlah produksi dikala kita membutuhkan supply banyak." kata vian
Karena sudah malam, mereka pun pergi ke kamarnya masing masing untuk istirahat.
__ADS_1