
Setelah masuk ke dalam kamar, lily baru selesai menidurkan de qinar. Vian pun duduk di sofa
" kalian darimana sih, gak ajak ajak." kata lily
" dari gazebo mbak, tadi habis ngobrol sama pak bambang." jawab astrid, dia pun duduk di sebelah vian, dilla pun sama duduk disebelah vian
" o iya mah, besok malam pak gubernur dan pak bambang juga mau ke rumah." kata vian
" seriusan, harus pesan makanan dong, o iya pah suruh opik kirim jagung dan daging untuk BBQ karena di rumah tinggal sedikit." kata lily
Vian pun mengirim pesan ke opik suruh mengirim jagung dan daging untuk BBQ ke rumah.
" sama besok ingetin ya minta dibuatkan bumbu jagung bakar ke mas Pram." kata vian
" iya mas, besok aku pesenin dan ambil setelah pulang dari pabrik." kata astrid
" trid, dill besok kita main ke rumah orang tua kalian dong aku pengen tau." kata lily
" iya udah pagi aja ke rumah astrid dulu, lalu ke rumah aku, terus ke pabrik sebentar." kata dilla
" iya, mas belum pernah datang lagi kesana." kata astrid
" iya sudah besok kita kesana." kata vian
" tiket pesawat sudah dipesan pah. Kalian juga ikut ke jakarta lagi kan" kata lily
" udah tadi, sekalian sama pak bambang juga." kata vian, lalu mengirim pesan ke pak dede untuk menjemput pake minibus jaga jaga takut pak bambang langsung pergi ke rumah.
" iya mba kita ikut ke jakarta, mau beresin produk LAD's di toko." kata astrid
" bagus itu, biar aku gak kerja sendiri disana." kata lily, lalu duduk di pangkuan vian dan mencium pipi dan bibir vian. Vian pun membalas ciuman tersebut, astrid dan dilla pun mencium pipi vian lalu membuka kaos vian, vian pun mengajak mereka ke kasur, lily, astrid dan dilla membuka baju mereka, lily langsung menciumi vian dan memberikan mahkotanya untuk dimainkan mulut vian. astrid dan dilla membuka celana vian lalu memainkan pusaka vian, mereka saling memainkan bukitnya. Lily sudah gak tahan lalu memasukan mahkotanya ke pusaka vian, astrid memeluk lily dan memainkan bukitnya. Sedangkan dilla memberikan bukitnya ke mulut vian, vian pun memainkan jari jarinya di mahkota dilla, lily yang sudah gak kuat lalu mengejang, setelah puas dia tiduran di sebelah vian, astrid mengambil alih pusaka vian dan memasukannya ke mahkotanya, dilla memberikan mahkotanya ke mulut vian dan tangan dia memainkan bukit kembar astrid.
" uuuuuh aku gak tahan lagi mas." kata astrid lalu dia juga mengejang setelah itu dia pun berbaring di sebelah vian.
Dilla melepas mahkotanya yang sedang dimainkan mulut vian dan memasukannya ke pusaka vian.
__ADS_1
" mas enak... Terus mas...." kata dilla, vian merubah posisinya lalu menidurkan dilla dan menciumi bibirnya.
" mas enak banget.. aku gak tahan mas." kata dilla, dia pun mengejang, vian mencium dilla lalu mencabut pusakanya dan memasukan ke astrid. Vian pun menciumi bibir dan bukit astrid
" mas ampun.. Aku gak tahan kalau dibeginikan.." kata astrid
" tahan sayang. Mas juga mau keluar." kata vian. Lalu mempercepat permainannya. Akhirnya vian mencapai puncaknya bersamaan dengan menegangnya tubuh astrid. Vian pun menciumi mereka bertiga." makasih ya.". Mereka pun tidur berpelukan di bawah selimut.
Di pagi hari sebelum subuh vian terbangun karena ingin buang air kecil, disaat bersamaan dilla pun terbangun karena sama ingin buang air kecil. Vian yang tadinya mau mandi melihat tubuh dilla, pusakanya pun bangun.
" sayang kita main lagi yu." kata vian
" iya mas, aku pengen rahim ku disiram mas." kata dilla., mereka pun berciuman vian membawa dilla ke kasur lalu memasukan pusakanya ke dalam mahkota dilla. Tangan vian pun memainkan bukit kembar dilla
" mas, aku gak tahan." kata dilla
" sebentar sayang biar kita barengan." kata vian dan langsung mempercepat permainanya dan disaat tubuh dilla menegang vian pun mencapai puncaknya. Vian memeluk dilla dan mengecup keningnya. Setelah istirahat sebentar dia pun pergi mandi, selesai vian dilla pun mandi, vian membangunkan astrid dan lily untuk mandi. setelah mereka mandi semua dan suara azan subuh sudah berlalu vian dan ketiga istrinya sholat berjamaah. Setelah itu Lily dan dilla kembali tiduran
" mas mau dibuatkan apa" kata astrid
" aku pengen di peluk mas tidurnya." kata astrid lalu dia pergi ke dapur dan membuat susu panas dan membawanya ke kamar. Lalu tiduran di pangkuan vian, lalu dia mengelus pusaka vian
" kamu mau sayang." kata vian
" iya mas, aku pengen." kata astrid lalu membuka celana vian dan memainkan pusakanya. Tangan vian pun memainkan bukit astrid dan mahkotanya. Astrid pun bangkit lalu mengarahkan pusaka vian ke dalam mahkotanya. Vian pun memainkan bukit astrid dan mencium bibirnya.
" mas aku udah mau sampai." kata astrid
" tahan sebentar sayang, kita sama sama ya." kata vian lalu menidurkan astrid di sofa lalu mempercepat permainan. Tubuh astrid pun menegang dan vian terus memainkan pusakanya dan akhirnya vian pun menyiram rahim astrid. Vian lalu mengecup kening astrid
" gimana sayang, kamu puas." kata vian
" aku puas mas, semoga di rahim aku cepat tumbuh keturunan kita." jawab astrid lalu memeluk erat vian. Lama mereka berpelukan. Setelah itu vian mandi lagi lalu berpakaian dan pamit pergi ke gazebo sambil membawa susu yang dibuat astrid tadi. Setelah vian pergi Astrid mandi lagi, Setelah berpakaian dia pergi ke gazebo lalu duduk disebelah vian, tak lama pak bambang datang bersama ibu sisil.
" bapak mau dibuatkan apa, kopi, teh atau susu." kata astrid
__ADS_1
" biar sama saya saja bu astrid, tapi tunjukan tempatnya ya" kata ibu sisil. Astrid pun pergi bersama ibu sisil ke dapur.
" ibu lily sama ibu dilla kemana bu." kata ibu sisil
" tadi habis subuh mereka tiduran lagi bu." jawab astrid
mereka berdua pun kembali ke gazebo, dengan membawa susu panas untuk pak bambang. Vian dan pak bambang pun mengobrol, tak lama lily dan dilla datang mengajak astrid pergi mencari sarapan.
" mobil yang itu kan dibawa pak wahyudi, kalian bisa bawa mobil yang baru." kata vian, lalu vian menelepon pak yudi menanyakan posisinya
" gak bisa mas." kata astrid
" sebentar lagi pak yudi datang kok, biar dia antar kalaian." kata vian
" saya ikut bu." kata ibu sisil
" boleh bu, biar kita gak salah beli juga." kata lily
mereka pun pergi ke mencari sarapan. Devan yang baru bangun datang ke gazebo
" pah sepeda aa mana." kata devan
" tanya lilis dong sayang." kata vian, devan pun masuk lagi ke rumah mencari lilis.
" pak vian pagi ini rencananya kemana." kata pak bambang
" saya mau berkunjung ke rumah mertua pak, setelah itu ke pabrik, lalu nanti ke bandara." kata vian
" iya sudah nanti kita ketemu di bandara saja ya. Saya titip istri, semalam dia bilang gak mau ikut saya." kata pak bambang
" iya pak gak apa apa. Kelihatan mereka sudah akrab." kata vian
" padahal istri saya itu susah untuk cepat akrab, tapi gak tau sama ibu lily, bu astrid dan bu dilla dia bisa cepat akrab." kata pak bambang
Tak lama lily, astrid, dilla dan ibu sisil datang, dan menyuruh vian dan pak bambang untuk sarapan.
__ADS_1