
Selesai Sholat vian dan yang lainnya pamitan untuk pulang, jam 8, 27 menit mereka sampai di rumah, vian dan yang lainnya pun makan malam bersama di rumah. Lily, astrid dan dilla pun menemani vian makan malam, shinta pun ikut makan malam bersama. Selesai makan vian pamit ke teras depan, sampai disana vian merokok, dilla membawakan minuman kesana lalu dia pamitan untuk istirahat.
Setelah selesai merokok vian masuk ke kamar dan bersih beraih di kamar mandi lalu berganti pakaiannya. mereka mengobrol lalu tidur. Keesokan paginya vian bangun lalu membangunkan isteri isterinya untuk sholat berjamaah. Jam 5.37 menit vian dan lily pergi naik sepeda keliling komplek. Selesai bersepeda mereka kembali ke rumah. Vian duduk di teras depan dan lily membawakan air minum serta susu panas.
" papah hari ini ke yayasan lagi." kata lily
" iya sayank, mau gladi resik untuk acara besok, kalian mau ikut." kata vian
" enggak pah, kita mau beresin kerjaan, besok baru ikut enggak apa apa kan." kata lily
" iya enggak apa apa sayank." kata vian lalu menyalakan rokoknya.
" papah sama mamah habis main sepeda ya." kata devan
" iya aa sayang, aa gimana sudah sembuh." kata vian
" udah pah, tapi aa masih lemes pah." jawab devan
" aa istirahat aja ya. Aa mau makan apa." kata vian
" iya pah. Aa mau udang goreng buatan papah." kata devan
" oke nanti papah buatkan untuk aa." kata vian
" mah tolong tanyain ada udang enggak di rumah, kalau enggak ada minta tolong siapa beli di supermarket." lanjut vian, lily pun pergi ke dalam
" papah, mamah shinta ada ya di kamar." kata devan
" ada, aa coba aja ketuk pintunya." kata vian, devan pun pergi ke kamar shinta
tok..... Tok .... Tok
" assalamualaikum, mah.. mamah shinta." kata devan, shinta pun keluar kamar
" eh ada aa, gimana aa udah sehat." kata shinta
" udah dong mah, tapi aa masih lemas." kata devan
__ADS_1
" aa, mau tiduran sama mamah atau mau main." kata shinta
" main aja deh mah." kata devan lalu mengajak shinta pergi ke halaman, mereka pun sepeda.
" kok aa main sepeda, katanya lemes." kata lily
" supaya aa enggak lemes lagi mah." kata devan
" kok tadi enggak mengajak mamah mainnya, malahan ajak tante shinta." kata lily
" takut mamahnya cape habis naik sepeda sama papah." kata devan
" bisa aja aa jawabnya. Makasih ya shin udah mau jagain aa." kata lily
" sama sama mbak." jawab shinta, vian pergi ke dapur mau masak udang goreng untuk devan, setelah itu mereka pun sarapan.
" mas nadhine tanya kapan mereka harus kesini." kata bella
" iya sudah hari ini aja, nanti biar pak dede belikan tiketnya dan menyuruh anak L-Trans untuk menjemput, kirimkan aja ktp mereka ke pak dede " kata vian
" iya udah kalau begitu, terimakasih ya mas." kata bella. Vian pun menghubungi pak anam, vian meminta beliau untuk siap siap dan meminta KTPnya untuk dipesankan tiket pesawat.
" pah makasih ya sudah mau mengurus teman teman bella." kata astrid yang baru datang menemui vian bersama dilla.
" sama sama sayank, toh mereka juga sudah berkontribusi ke perusahaan." kata vian
" pah bapak enggak apa apa disini terus," kata dilla
" enggak apa apa, memangnya kenapa, untuk dillas biar karyawan saja yang menjalankan." kata vian
" tapi aku enggak enak pah." kata dilla
" papah yang enggak enak kalau bapak terus bekerja, iya sudah pindah saja kesini, beraktivitas disini mengurus yayasan sama bapak dan pak bowo, ibu juga bisa sama sama mengurus restoran." kata vian
" rumah disana biar di kontrakan saja, nanti ari sama bimo kuliah di livi saja sama adiknya shinta." lanjut vian
" iya nanti aku bicara sama bapak dan ibu." kata dilla
__ADS_1
" kalian jangan merasa enggak enakan, ini juga rumah kalian juga berarti rumah bapak dan ibu juga." kata vian
" iya pah, terimakasih." kata astrid dan dilla
" gimana kesehatan kalian dan dede bayi." kata vian
" alhamdulillah pah sehat." kata mereka
" jaga makan dan kondisi kalian ya." kata vian
" iya pah." jawab mereka, setelah itu vian mengajak astrid dan dilla masuk ke rumah lalu pergi ke kamar. Astrid dan dilla ingin berhubungan badan, vian pun melayani mereka, setelah mendapatkan puncaknya vian mencium kening astrid dan dilla lalu pergi mandi. Selesai mandi vian memakai baju yang sudah disiapkan astrid. Vian pun pamitan kepada mereka berdua dan pergi ke bawah lagi dan duduk di teras depan. Dia menyalakan rokoknya dan meminta dibuatkan kopi untuk dia dan pak dede karena disana pak dede sudah menunggu, pak dede pun mengirimkan tiket pesawat. Vian juga mengirimkan tiket pesawat ke pak anam dan keluarganya lalu mengirimkan ke nadhine dan memberikan nomor kontak yang akan jemput, vian juga menjelaskan kepada pak anam dan nadhine bahwa nanti akan ada keluarga dan distributor yang barengan dijemputnya.
" terimakasih pak de ya." kata vian
" sama sama pak." kata pak dede
" pah mau di pesankan makanan untuk makan malam." kata lily yang datang kesana bersama de qinar
" iya sayank, sekalian aja buat beberapa hari jum'at sarapan dan makan malam, hari sabtu sarapan, makan siang, makan malam, hari minggu juga sama porsinya saja untuk jum'at malam, hari sabtu dan minggu lebih banyak. Kalau mamah repot minta bantuan shinta aja." kata vian
" iya pah." kata lily
" terimakasih ya sayank." kata vian
Jam 10.17 menit vian pamitan ke lily, astrid dan dilla serta keluarga lainnya, pak adi, pak bowo dan pak wanto sudah berangkat duluan. Vian, shinta dan pak dede pun berangkat ke yayasan pendidikan livi untuk Gladi resik peresmian YPL. Sampai disana sudah terpasang tenda dan yang lainnya, vian mengobrol dengan bayu membahas sejauh mana persiapannya. Ada juga dari pihak Bhabinkantibmas dan Babinsa yang memantau lokasi peresmian.
" terimakasih pak sudah bersedia datang dan mohon kedepannya bantuannya juga." kata vian
" sama sama pak, ini sudah tanggungjawab kami." kata pak heri dan pak Akili bhabinkatibmas dan babinsa daerah sana. Vian pun mengajak mereka untuk pergi ngopi di restoran.
" kalau bapak bapak lain waktu ingin ngopi atau makan datang saja kesini pak." kata vian
" siap pak, terimakasih banyak." kata mereka, mereka mengobrol di kursi luar restoran sambil merokok. Vian menyuruh shinta supaya koordinasi dengan hilda mengenai makanan untuk besok. Karena besok hari jum'at makan siang akan dilakukan di restoran tersebut dan yang dilokasi peresmian hanya snack saja.
" bapak pemilik restoran ini." kata pak heri
" alhamdulillah pak, YPL, perumahan Livi residence termasuk restoran ini dibawah manajemen saya." kata vian
__ADS_1
" oh iya saya juga sedang membangun panti asuhan desebelah YPL, mohon bantuannya untuk bisa mengawasi anak anak kedepannya jangan sampai mereka terbawa arus negatif." lanjut vian
" siap pak." jawab mereka, tak lama kopi sudah disajikan, vian mempersilahkan mereka untuk meminumnya. Vian mengobrol sama pak heri dan pak akili mengemai keamanan daerah sana.