Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Obrolan yang bermakna


__ADS_3

Vian membuat kopi sendiri, lalu duduk di kursi taman dekat gazebo, vian meminum kopi lalu menyalakan rokoknya, lily mengajak ibu ibu gabung sama anak anak SPI, susana malam menjadi lebih meriah. Mereka menikmati malam itu sambil makan jagung bakar.


" ini jagung dari pabrik LA ya pak." kata pak menteri Tenaga Kerja


" iya pak menteri dari sana, ini baru datang tadi sore." kata vian. tak lama putra datang mengantar pak gubernur D bersama isteri dan ibunya.


" udah asyik nih.. Maaf telat tadi menghadiri acara dulu. Ada pak gubernur L juga nih." kata pak gubernur D


" biasa pak udah lama enggak silaturahmi kesini sambil mengantar pak walikota nih, katanya beliau mau berkunjung ke rumah pak vian." kata pak gubernur L


" ayo pak gub, ibu makan dulu." kata vian


" terimakasih nak, tadi sudah makan, tapi ibu mau makan jagung aja." kata ibunya pak gubernur D


" ini ibu sama isteri tercinta ngajak kesini, katanya belum merayakan wisudanya mala, jadi kita datang kesini, habisnya anak itu setelah wisuda pengen kesini aja." kata pak gubernur D


" maaf ya mala, om tadi lupa ngasih selamat juga ke kamu... Selamat atas wisudanya, semoga manfaat ilmunya." kata vian


" terimakasih om, ini juga kita sedang merayakan sama febby, vina dan fenny, ini juga sedang nunggu lisa, bianca dan nabila mereka masih dijalan katanya macet." kata nirmala. Tak lama putra datang membawa pak bupati P bersama keluarganya serta temannya lisa


" maaf nih saya datang malam malam, tadi jalanan macet, mungkin karena mau berakhirnya masa liburan anak anak sekolah." kata pak bupati P, lisa dan temannya bergabung dengan anak anak SPI lainnya


" selamat ya buat kalian yang sudah diwisuda, terus belajar jangan mentang mentang udah diwisuda berhenti belajar." kata vian


" terimakasih om." kata mereka


" saya mengucapkan terimakasih banyak kepada ayah dan ibu, om dan tante serta keluarga om vian lainnya, saya juga mengucapkan terimakasih ke kak ika dan kakak kakak lainnya yang udah banyak membantu saya dalam menyelesaikan study ini, tanpa bimbingan dan bantuan kakak kakak saya mungkin akan kesulitan dalam menyelesaikan study ini, terimakasih banyak." kata febby


" kita rayakan wisuda kalian ini, jujur saja saya iri karena dulu aku benar benar mengerjakan skripsi sendiri, tapi kalian beruntung banget disini kalian mendapat dukungan." kata anisa


" iya kak nisa, aku juga enggak menyangka bisa secepat ini menyelesaikan kuliah, awalnya aku merasa kesulitan tapi berkat dukungan dan bimbingan kakak kakak semuanya aku bisa." kata nirmala


" kita kan bersaudara, wajar dong kita saling mendukung." kata silvi.


" di sekolah atau di kampus hanya sebentar waktunya, lingkungan anak anak yang sangat berpengaruh selain di rumah masing masing, susana seperti ini mendorong anak anak menunjukan kemampuan mereka dan mereka bisa berkreasi." kata pak menteri pendidikan

__ADS_1


" gimana nabilla jadi mau magang disini." kata pak gubernur L


" jadi pak, aku merasa nyaman apalagi dibantu sama kakak kakak disini, aku mau mengajukan dulu surat magangnya ke kampus." kata nabilla


" kamu koordinasi saja sama kak ika gimana gimananya, kamu udah tau kan dimana kamu akan tinggal nantinya, jadi jangan kaget aja, fasilitas disana tidak sebagus di rumah kamu." kata vian


" malahan ini lebih bagus dari kamar aku di rumah om." kata nabilla


" pokoknya kamu bikin nyaman sendiri aja, karena kenyamanan itu kamu sendiri yang membuatnya. Kalau ada apa apa kamu obrolkan aja ya." kata vian


" iya om, terimakasih." kata Nabilla


" ini nama nabilla ada 2 orang, yang 1 kita panggil Nabil yang 1 lagi kita panggil Billa aja ya." kata ika


" iya kak aku suka dipanggil Billa sama teman teman." kata nabilla


" nanti febby dan lisa sama teman temannya bantu di produk bundling sama LCI ya, kalau mala tetap di sosmednya. Kalian nanti tinggal tanda tangan aja perjanjian kerja supaya kita sama sama enak." kata ika


" baik kak." kata mereka


" obrolan sederhana tapi saya lihat anak anak bisa melakukan inovasi, kolaborasi dalam memasarkan produk, buktinya saja tadi penjualan bisa mencapai milayaran, ini yang harus digali dari anak muda. Nanti kalian bisa kan kalau saya ajak untuk mengisi seminar seminar untuk memberikan contoh yang baik untuk yang lainnya." kata pak menteri UMKM


" siap om, atur jadwal aja." kata mereka


" yang penting jelas aja bayarannya pak." kata amira


" kenapa kamu bisa langsung mau untuk tinggal disini, magang disini, biasanya kamu kan pilih pilih." kata bu wulan


" aku merasa nyaman aja bu, kakak kakak disini baik baik mau nerima aku dan aku punya banyak teman yang seumuran jadinya." kata nabilla


" ya ibu bakalan sepi dong di rumah." kata bu wulan


" oh iya kak, bolehkan nanti kuta kita pakai kantor LCI." kata ika


" boleh aja yang terpenting itu dipakai untuk kepentingan LCI juga." kata lily

__ADS_1


" iya kak, karena di kantor SPI sudah penuh, nanti tim kolaborasi SPI dan LCI masalah bundling produk itu aku suruh di kantor LCI aja sebagai kantornya, tapi setiap saat kita lakukan koordinasi." kata ika


" iya tante saya optimis penjualan produk bundling ini akan terus meningkat soalnya segmentasi pasarnya hampir sama dengan SPI." kata anisa


" atur aja sama kalian gimana baiknya, kakak bisa pakai kantor butik livi juga." kata lily


" siap kak, kalau begitu." kata ika


" vian, BBB belum punya kantor nih gimana, soalnya kan biat koordinasi setiap restoran." kata bu retno


" itu di gedung livi group ada ruangan kosong yang ibu bisa manfaatkan untuk kantor, kalau enggak villa yang di livi residence juga bisa ibu pakai kok atau di ruko yang di depan livi residence bisa dipakai juga kalau memang mau dijadikan kantor BBB." kata vian


" iya udah kalau begitu nanti akan kita bicarakan mau dimananya." kata bu retno


" asyik banget ya keluarga pak vian ini, saling mendukung satu dengan yang lainnya." kata pak walikota


" harus dong pak, kita harus sama sama menjalankan kehidupan ini." kata bu retno


" seperti ini kalau di keluarga pak vian, disetiap kesempatan bisa dijadikan obrolan yang bisa menghasilkan pundi pundi uang." kata pak bambang


" iya pak, saya perhatikan memang seperti itu." kata pak walikota.


" pah antar ke kamar dulu ya, aku mau istirahat." kata shinta, lalu shinta pamitan ke semuanya, vian pun mengantarkan shinta ke kamar, setelah minum susu dan air putih shinta berbaring di kasur.


" iya udah ya sayang, papah ke taman lagi enggak enak meninggal tamu." kata vian


" iya pah. Maaf ya aku istirahat duluan." kata shinta


" enggak apa apa sayang, kamu istirahat aja, kalau ada apa apa langsung telepon papah." kata vian lalu mencium kening dan bibir shinta. Setelah itu vian kembali ke taman.


" kita belum mempersiapkan kelahiran shinta loh pah," kata lily


" iya ya, untung kamu sayank mengingatkan." kata vian


" kalau untuk perlengkapan bayinya kan bisa pakai bekas de qinar, tapi kita harus membeli pakaian dan yang lainnya, sebagian kan bisa dari LNI." kata lily

__ADS_1


" iya, besok deh kita belanja sekalian untuk keperluan rumah." kata vian. Mereka pun menikmati suasana malam itu penuh dengan kegembiraan.


__ADS_2