
Setelah selesai makan siang pak menteri mendatangi vian.
" maaf pak vian, apakah kita bisa mengobrol dengan karyawan LA." kata pak menteri tenaga kerja
" oh silahkan pak, nanti bisa diantar pak Opik." jawab vian, vian pun meminta opik untuk mengantar pak menteri, karena dia akan ketemu pak andi dan tim PBN. Pak andi dan Tim PBN datang, vian mempersilahkan mereka untuk makan siang dulu. karena vian merasa enggak enak ke pak menteri tenga kerja, vian pamitan ke pak andi terlebih dahulu, karena dia mau menampingi pak menteri sebentar sambil pak andi dan tim PBN makan.
Di dalam pabrik opik baru menjelaskan proses produksi pengolahan daging.
" pak bagaimana kondisi di pabrik PBN, apa sudah selesai." kata karyawan yang melihat vian datang
" sudah.. Terimakasih ya atas solidaritas kalian," jawab vian
" kita merasa enggak enak saja, toh selama ini kita nyaman nyaman saja. Pokoknya kalau ada yang berani berbuat macam macam kita balas." kata endang
" iya betul. Orang di LA dan PBN banyak karyawan dari daerah ini, kenapa orang luar ikut campur, orang disini saja enggak masalah adanya pabrik LA dan PBN." kata wahyu
" silahkan kalian kerja lagi, kita sudah menyelesaikan permasalahan itu, saya tidak akan selalu ada disini, walapun memang ini usaha saya, tapi ini juga tempat usaha kalian juga, jadi saya titip jaga tempat usaha ini, kembanhkan usaha ini, insyaAllah saya juga enggak akan lupa atas usaha kalian." kata vian
" siap pak." jawab mereka. Vian memperkenalkan pak menteri tenaga kerja sama tim.dari kementerian.
" gimana kalian betah kerja disini." kata pak menteri tenaga kerja
__ADS_1
" betah pak." kata mereka
" apa yang membuat kalian betah bekerja disini." kata pak menteri tenaga kerja
" karena kami diperlakukan secara manusiawi dari gaji kami diatas UMR dan tidak pernah telat, uang lembur menurut kami besar, fasilitas kesehatan disediakan bukan hanya untuk karyawan tapi untuk keluarga juga, kami diberikan kesempatan untuk memiliki rumah dengan tanpa uang muka, cicilannya pun disesuaikan dengan pengahasilan kita, kita merasakan dihargai tenaga kita ini, tidak pernah membedakan karyawan, solidaritas kekeluargaan karyawan sangat tinggi, kalau ada karyawan sakit perusahaan menyuruh berobat dan disuruh istirahat tanpa ada pemotongan." kata endang
" memangnya kamu sudah memiliki rumah, terus dulu sebelum kerja disini kamu tinggal dimana. Terus apa yang membuat rasa solidaritas kalian." kata pak menteri tenaga kerja
" sudah pak alhamdulilllah di perumahan livi regency, dulu saya dan keluarga tinggal di rumah kontrakan. Yang membuat rasa solidaritas kita timbul mungkin karena kita seting bertemu baik di pabrik ataupun di rumah, kami merasa memiliki saudara sendiri, saling membantu satu dengan yang lainnya, tapi memang tidak menutup kemungkinan ada saja orang yang merasa iri atau tidak suka , namanya juga kehidupan, terus dari pihak pimpinan diatas pun tidak membatasi pergaulan, mereka tidak membedakan karyawan, contohnya saja pak vian dan pak opik beliau mau datang ke rumah kami, mendengarkan keluhan atau masukan kami, dan selalu ada dari tim HRD yang mendatangi rumah kami, menanyakan bagaimana keseharian keluarga di rumah, apa memiliki makanan, gimana anak anak kami, pokoknya kami diperhatikan pak." kata endang
" terus ada enggak peraturan perusahaan yang memberatkan kalian." kata pak joko
" saya rasa enggak pak, kita mau cuti ya tinggal menagajukan saja, yang terpenting waktunya tidak sedang banyak pekerjaan, kita pinjam uang juga kalau ada keadaan urgent, perusahaan memfasilitasi melalui bank BLS, dan itu pun tidak memberatkan kita." kata wahyu
" sampai saat ini saya belum menemukan orang yang baik seperti beliau ini, beliau mau memperhatikan kehidupan kami itu sebuah hal yang enggak pernah saya jumpai, sampai beliau menayakan bagaimana kondisi di rumah, apa di rumah ada makanan, saudara saja mungkin tidak akan melakukan hal itu, tapi beliau selaku pemilik perusahaan melakukan itu, liburan mengajak keluarga, sampai sampai isteri saya saja bilang kalau kamu kerja enggak benar dan berbuat macam macam di tempat kerja yang merugikan perusahaan, dia akan mengajukan pisah pak." kata wahyu
" alhamdulillah berkat perusahaan ini terutama pak vian selaku pemilik, mau mengerti kehidupan kita, saya enggak tau sampai kapan saya bisa membahagiakan orang tua, bisa memberikan tempat tinggal yang layak buat mereka kalau saya tidak bekerja disini, kami tau semua bahwa L-Pro adalah perusahaan pak vian juga, makanya beliau bisa mengambil kebijakan seperti itu. Mungkin ini kesempatan baik untuk saya menyampaikan rasa terimakasih saya kepada bapak, mungkin bapak sudah tidak mengingatnya, bapak dulu membantu membiayai pengobatan ayah saya, waktu itu saya sedang bingung harus cari uang dari mana, tapi bapak mau menyapa, mendengar keluahan saya dan bapak memberikan bantuan rasanya sangat luar biasa pak dan itu akan selalu saya ingat budi baik bapak, saya hanya bisa memberikan kinerja terbaik saja, semoga Allah membalas kebaikan bapak dan memberikan kesehatan untuk bapak dan keluarga. Terimakasih sekali lagi." kata salma. Setelah mengobrol dengan karyawan disana opik membawa pak menteri ke bagian lainnya, vian izin untuk tidak mendampingi karena mau ada pertemuan lainnya. Vian pun pergi ke aula, disana pak andi dan tim PBN sudah selesai makannya. vian meminta dibuatkan kopi ke pegawai LA.
" maaf mengganggu waktu bapak ibu, saya mengajak bapak ibu kesini ada yang mau dibicarakan, tadinya mau disana tapi ada kejadian yang membuat saya harus mengatur waktu lagi. Kita santai saja ya, jujur saya juga kaget atas kejadian ini, dan saya pun sedikit cape. Saya ingin mendengar bagaimana perkembangan PBN, apa yang menjadi permasalahan dan solusinya bagaimana, disini ada pak bambang dan pak menteri UMKM mereka juga sebagai pemilik perusahaan PBN, dan pak gubernur, pak bupati serta yang lain tidak ada masalah untuk membuka data juga," kata vian
" sebelumnya saya minta izin nih mumpung di tempat terbuka saya merokok." lanjut vian
__ADS_1
" iya pak silahkan." kata mereka, lalu vian pun meminum kopi dan menyalakan rokoknya.
" alhamdulillah pak semenjak berdiri omzet perusahaan terus tumbuh sekitar 30 % sampai 40% bahkan kalau stok produk kita ada bisa sampai ke 60% terutama stok minyak goreng, keuntungan setiap bulan 25%, tapi kita juga pernah menyentuh di 17% karena waktu itu biaya promosi untuk meningkatkan penjualan. dari data itu permasalahan kita saat ini mengenai supply bahan baku sawit untuk minyak goreng kalau kita mau mengejar kenaikan omzet 60%, dengan kondisi saat ini paling bisa sampai di 40% kenaikannya, solusinya saya sudah mencari kebeberapa teman dulu tapi belum ada jawaban pastinya pak. Makanya saya meminta tolong ke bapak." kata pak andi
" untuk omzet saat ini berapa." tanya vian
" omzet yang tercatat dibagian keuangan bulan ini sebesar 7 milyar pak." kata ibu riska
" produk lainnya bagaimana penjualannya selain minyak goreng." kata vian
" penjualan pertama minyak goreng, kedua mie instant, ketiga beras, mengapa beras kurang karena dipasaran sudah banyak yang menjualnnya dengan kualitas sama dnegan yang kita punya, kenapa minyak goreng bisa tinggi penjualannya sampai bisa menyumpang sekitar 60% omzet walaupun dipasaran banyak karena kita tidak pernah menaikan harga yang drastis, dan menimbun produk, kalau ada diantara grosir yang melakukan hal itu makan kita tidak akan pernah kasih lagi dan jika ketahuan lagi maka akan kirimkan peringatan hingga kita laporkan ke yang berwajib, sehingga kepercayaan kepada produk kita di komsumen miningkat." kata pak damar
" saya sama pak bambang dan pak menteri UMKM sudah bicara mengenai supply bahan baku dan alhamdulillah perusahaan pak bambang yang selama ini supply ke kita akan meningkatkan jumlah pengirimannya entah dari perkebunan mereka atau dari tempat lain, yang kita tau kita membelinya dari perusahaan pak bambang saja, nah apakah dengan meningkatnya supply ini akan menjadi masalah tidak di produksi." kata vian
" dengan kondisi mesin produksi saat ini masih bisa pak kalau hanya peningkatan produksinya di 40% sampai 50%, jika lebih maka kita harus melakukan investasi baru dengan menambah mesin." kata pak Ginanjar
" untuk saat ini saya kira cukup pak, karena kemungkinan baru akan ada tambahan supply di 40%an, tapi kita juga harus jaga jaga peningkatan produksi, apakah masih ada ruang kosong jika ada penambahan mesin." kata pak bambang
" masih pak di tempat saat ini ya, kalau pun akan dilakukan penambahannya besar besaran masih ada lahan kosong disamping gedung sekarang." kata pak ginanjar
" untuk masalah operasional karyawan apa ada penambahan karyawan." kata vian
__ADS_1
" untuk di bagian produksi tidak perlu pak, terkecuali ada penambahan mesin, paling dibagian pengolahan limbah saja pak perlu penambahan personil." kata pak ginanjar
" saya rasa cukup pertemuan ini, jadi sebenarnya saya hanya ingin menyampaikan bahwa kita sudah dapat tambahan supply bahan baku, saya mengumpul bapak dan ibu hanya ingin silaturahmi karena sudah lama dan ingin memastikan bahwa dengan adanya tambahan supply baru ini kita bisa beroperasional tanpa harua melakukan investasi, karwna kalau harus melakukan investasi, kita harus mencari permodalan lagi." kata vian. Setelah itu mereka mengobrol santai. Vian meminum kopinya dan menyalakan lagi rokoknya, vian sudah sedikit rilex.