Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Indahnya Kebersamaan 4


__ADS_3

Selesai sarapan vian dan keluarga pergi mengantar bu rina membawa kendaraannya. astrid dan dilla pun mengirimkan alamat villa kepada orangtuanya dan menyuruh mereka berkumpul dulu di rumahnya baru nanti naik mobil rental dari sana mereka nanti ketemu di villa jam 12an.


Pakdhe narto dan budhe soimah juga sudah datang kekediaman bu julaeha karena ingin bareng perginya. vian dan ketiga istrinya pergi ke auoermarket dekat rumah bu julaeha untuk membeli makanan dan minuman serta keperluan lainnya termasuk buat devan dan de qinar untuk bekal selama di villa dan perjalanan. vian pun membeli beberapa bungkus rokok lagi. Neneknya lily ikut ke minibus, jam setengah delapan mereka pun berangkat ke bromo, pak wahyudi karena dia tau jalan dia yang menjadi sopir. diperjalanan devan mengajak astrid dan dilla untuk menggambar, sedangkan lily baru memberikan ASI kepada de qinar lalu dia menggoda devan


" aa sekarang kita mau antar mamah astrid sama mamah dilla pulang lho." kata lily


" gak ah sekarang kita mau jalan jalan." jawab devan


" habis jalan jalan mamah astrid sama dilla pulang." kata lily


" iya gak apa apa nanti habis kerjaannya selesai bakalan ke rumah aa." kata devan


" kalau gak gimana." kata lily


" pasti mamah astrid dan mamah dilla nemuin aa. iya kan mah." kata devan


" iya aa sayang." kata astrid dan dilla


" tuh kan mamah astrid sama mamah dilla sayang aa." kata devan


" memang mamah gak sayang aa gitu." kata lily


" iya sayang dong." kata devan


habis menggoda devan lily ikut bernyanyi bersama ika dan bella


" sayank nenek, bapak dan ibu kasih minum atau cemilan gitu." kata vian


" biar sama ika sama bella aja a." kata ika, mereka berdua pun pergi ke depan sambil membawa minuman dan cemilan, ika dan bella pun memberikan minuman ke lilis, evi, haris, putra, pak dede dan pak wahyudi. ika juga menawarkan apa mau minuman hangat.


" bapak kopi ka." kata pak adi


" saya juga sama." kata pak bowo

__ADS_1


" ibu dan nenek teh aja." kata bu retno


" ibu juga teh aja." kata bu ningsih


" teh lilis sama evi mau minum apa." kata ika


" biar saya saja teh ika." kata lilis. lilis pun ikut ika dan bella ke belakang. ika dan bella membuat kopi dan teh lalu mengantarnya ke depan.


" kak ika kalau ini ruangan apa." tanya bella


" ini kamar mandi, kalau kamu mau BAB atau pipis bisa." kata ika sambil membuka ruangan tersebut


" enak banget mobilnya, kursinya nyaman bisa jadi tempat tidur, ada tempat masak, ada karaoke." kata bella, mereka pun duduk di kursi kosong disana


" ini hadiah ulang tahun kak lily dari aa." kata ika


" pantesan kemarin mas vian beliin rumah sama mobil buat mbak sama kak dilla." kata bella


" baik banget ya kakak kamu." kata bella


" kadang baik kadang juga nyebelin tapi dulu sih, aku juga salut sama aa, kata ibu aa waktu SMP kesekolah jalan kaki sampai 1 jaman lewatin bukit, pesawahan, terus pas pindah ke kota waktu SMA dia selalu di ejek dan hina bahkan sama gurunya." kata ika


" aku sama aa dekat itu pas aa udah punya perusahaan LNI dan nikah sama kak lily aja, dulu aku ngobrol aja jarang." lanjut ika


" kok bisa gitu." kata bella


" umur aku sama aa beda 11 tahunan, aku gede aa udah kerja jadi jarang ketemu, kadang aa tidur sama kakek kalau gak dia ada acara." kata ika


" banyak dong dulu cewek mas vian." kata bella


" gak pernah kelihatan aa bawa cewek, dan cewek yang dikenalin sama keluarga ada teh elis karyawan di BLS sekarang dulu mereka pacaran waktu mereka di investama sebelum ganti BLS, teh elis meninggalkan aa karena dia menerima lamaran mantannya yang berada, lalu kak lily yang dikenalin sama keluarga." kata ika


" aa tuh kalau udah sayang, dia akan perjuangkan walau mungkin aa pernah disakiti, aku juga kadang suka melihat aa memberikan uang ke teh elis kalau aa ke kantor BLS, karena aa tau kondisi keluarga teh elis sekarang gimana." lanjut ika

__ADS_1


" mba lily tau." kata bella


" aa suka cerita sama kak lily, beberapa kali teh elis juga minta balikan mau dijadikan istri, tapi aa gak mau, eh malahan sekarang punya 2 istri, pada akur lagi." kata ika


" aku jadi iri sama mba, walau tadinya aku juga gak setuju mba nikah sama mas vian karena mas vian kan udah punya istri. emang sekarang kak ika tinggal sama mas vian." kata bella


" bapak, ibu, aku, dan orangtua kak lily tinggal di rumah aa. aa ngajak keluarganya supaya kumpul." kata ika


" memang gede rumah itu." kata bella


" tanahnya lebih dari 2000 meter, ada kolam renang, kebun hidroponik, kolam ikan, kandang burung aja ada 100 meteran si aa mau melihara burung, pavilion buat meeting kalau banyak tamu buat tidur, musholla. makanya nanti kamu kesana ya." kata ika


" berarti 4 kali rumah yang baru dibeli dong. InsyaAllah kak, nanti aku bakalan kesana, indahnya kebersamaan di keluarga ini." kata bella


setelah mengobrol mereka kembali ke belakang disana astrid dan bella sedang bernyanyi sama lily, karena devan baru tidur, sedangkan vian sedang minum kopi dan merokok, vian benar benar merancang mobil itu supaya dia bisa nyaman.


setelah mereka menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam, mereka akhirnya sampai di villa, vian, lily, astrid dan dilla turun duluan untuk melakukan check in villa dan hotel, vian menyuruh orang tua, mertuanya dan nenek lily, serta lilis dan evi untuk masuk villa, sedangkan keluarga pakdhe narto, budhe soimah, bu rina, ika dan bella ke hotel. setidaknya hampir semuanya vian sewa di tempat tersebut, lily pun memberitahukan kalau sudah memasukan barang untuk makan siang bersama di restoran disana. putra, haris, pak dede membantu lilis dan evi mengangkut barang ke dalam villa.


" sayang tanya ibu sudah dimana." kata vian


" iya mas aku hubungi." kata astrid lalu dia menelepon ibunya


" 5 menitan lagi sampai katanya, tadi kena macet." kata astrid


devan dan de qinar pun bangun, lilis membawa devan untuk cuci muka. sedangkan de qinar juga diganti popoknya lalu lily memberikan ASI, vian dan ketiga istrinya menempati kamar utama. astrid dan dilla pun membereskan barang bawaan. vian memberikan kunci kamar hotel kepada haris dan pak dede.


tak lama datang mobil rental yang ditumpangi ibu astrid dan orang tua dilla. vian menyambut mereka


" bapak, ibu selamat datang, gimana tadi dijalan." kata vian lalu mencium tangan mereka, adik astrid dan dilla pun menyalami vian


" alhamdulillah nak, dimana astrid dan bella." kata bu asti


" astrid dan dilla sedang membereskan kamar, bella juga sama. kita masuk aja dulu ya" kata vian, vian pun menanyakan apakah mobil rental sudah dibayar kepada sopir, setelah tau sudah vian memberikan tips buat sang sopir, setelah itu mobil tersebut kembali pulang. vian membawa mertuanya itu masuk ke ruang tamu di villa.

__ADS_1


__ADS_2