
vian meminta pak dede untuk cari tempat makan terlebih dahulu, di perjalanan vian kirim pesan ke lily
" mah udah makan siang mamah lagi dimana." kata vian
" mamah lagi di butik pah, udah tadi pesan di cafe aja, kan nanti mau jalan keluar." jawab lily
" ini papah baru selesai, sekarang lagi cari tempat makan dulu, terus ke kantor LNI sebentar." kata vian
" iya sudah, nanti kalau sudah selesai urusan di kantor LNI kabari mamah ya." kata lily
" iya sayank." jawab vian
" pak di depan ada restoran sunda, mau disana aja." kata pak dede
" iya sudah, kita makan siang dulu." jawab vian
" shin, kamu gak apa makan masakan sunda." tanya vian
" gak apa apa pak, saya bebas makan apa saja." kata shinta
mereka pun sampe di restoran tersebut, vian dan yang lainnya memesan makanan
" kamu hak ada kerjaan yang mendesak kan di kantor." tanya vian
" gak pak, tinggal bikin laporan pertemuan kali ini aja." kata shinta
" pak de, kalau mobil tambahan gimana." kata vian
" sudah ada pak, sedang di service dan ngurus surat suratnya. kalau mobil barunya paling bulan depan karena masih di karoseri." kata pak dede
" bagus kalau sesuai dengan rencana, kalau rencana 1 gagal akan mempengaruhi ke yang lainnya. kalau ada apa kabari saya secepatnya ." kata vian
" baik pak." jawab pak dede
" shin kamu kan sekarang megang LNI sama Livi Group juga, apa kamu keteteran, jika memang kamu gak bisa handle kamu ngomong, nanti kamu pilih mau di LNI atau di Livi Group," kata vian
" masih bisa ke handle pak, iya pak nanti saya akan bicarakan." jawab shinta
" atau kamu sudah ada rencana mau nikah dan gak bekerja lagi." kata vian
" belum pak, pacar aja saya gak ada." kata shinta
" kenapa saya tanya karena saya juga gak mau dalam menjalankan rencana usaha ini keganggu, kedepannya saya mau buka usaha di bidang pendidikan dan uang lainnya." kata vian
" saya mengerti pak, saya belum ada rencana ke arah sana." kata shinta
" masa sih kamu cantik gini gak ada yang mau, jangan jangan kamu pilih pilih dengan standar tinggi." kata vian, mereka mengobrol sambil makan
" gak kok pak." jawab shinta
__ADS_1
" kalau saya masuk standart kamu gak." kata vian
" iya pak." kata shinta sambil mengangguk
" saya kan udah tua shin, apa kamu suka yang tua." kata vian menggoda
" gak kok pak, cuma bapak aja yang masuk kreteria saya. bapak baik, gak sombong, perhatian." kata shinta
" nah lho, bisa jadi ke KUA nih." kata pak dede
" mjnggu depan saya mau ke surabaya, pak dede coba mulai tanya tanya untuk urusan umroh ya. sama persiapkan pasport kalaian." kata vian
" iya pak, kalau kita ngurus izin dulu kemungkinan gak akan kekejar, aaya akan cari travel yang sudah jalan dan bagus kredibilitasnya." kata pak dede
" ke surabaya saya ikut juga pak." kata shinta
" kamu mau ikut, tapi jatahnya cuma 1 kamar di hotelnya gimana." kata vian
" kalau gitu kita harus ngurus ke KUA dulu pak, saya kan gak mau ngeluarin buat bayar kamar hotel." jawab shinta
" iya udah kita urus ke KUA aja dulu gimana." kata vian menggoda
" secepat ini pak, saya kan belum ngomong ke orang tua terus apa ibu ngizinin." kata shinta
" emang kamu mau jadi yang ke 2 gitu." kata vian
" kalau sama bapak saya bersedia." kata shinta polos
" terimakasih pak sudah mengantar saya." kata shinta
" sama sama, saya langsung pulang ya, kalau ada apa apa langsung kabari saya." kata vian
" baik pak, terimakasih." kata shinta
setelah itu vian pergi dan meminta pak dede untuk langsung ke ruko, di perjalanan vian telepon lily
" sayank masih di butik." kata vian
" masih pah, papah dimana?." tanya lily
" papah jalan ke ruko nih." jawab vian
" iya udah sampai ketemu ya." kata lily dan menutup telepon
vian juga menerima pesan dari astrid
" mas lagi ngapain, sekarang lagi dimana?, kok gak ada kabar sih." kata astrid
" mas lagi di jalan baru pulang dari rumah distributor, ini mau ke cafe mau ketemu istri soalnya nanti sore mau ngajak jalan jalan anak anak. kamu udah makan." kata vian
__ADS_1
" udah mas, tadi pulang dari tempat supplier buah buahan aku sama dilla makan, ini baru sampai di cafe." kata astrid
" terus gimana hasilnya, mereka bisa supply." kata vian
" tadi kita ke beberapa supplier dan harga memang bisa bersaing dan kualitasnya juga bagus, mereka siap supply mas nunggu kabar dari kita aja." jawab astrid
" kerja bagus, nanti mas traktir makan dech." kata vian
" mas jadi kesini minggu depan." kata astrid
" mas usahakan ya, mas selesaikan dulu kerjaan disini." kata vian
" iya mas aku akan selalu kehadiran mas." kata astrid
" untuk renovasinya cafenya gimana." tanya vian
" berjalan lancar mas, bahkan lebih cepat dari jadwal kayanya." kata astrid
" syukur kalau begitu jadi bisa cepat menjalankan rencana usaha cafe ini." kata vian
" kira kira apalagi ya yang kurang mas," kata astrid
" kalian coba diskusikan dengan chef, kira kira menu makanan apa yang akan disajikan, setelah itu kamu cari supplier bahannya, sama peralatan yang mereka perlukan untuk memasak dan menyajikannya." kata vian
" iya mas nanti aku sama dilla akan diskusi mungkin sama bella juga." kata astrid
" sama untuk penamaan di menu juga kalian harus fikirkan nama yang bagus dan menarik." kata vian
" oke mas, iya udah dulu ya, aku mau ngobrol sama dilla." kata astrid
setelah seleaai chatan denga astrid vian lalu menelepon pak daryat.
" hallo pak, apakabarnya nih, bapak lagi dimana sekarang." kata vian
" alhamdulillah pak baik, saya di kantor pak lagi buat design buat sekolah TK sama SD." jawab pak daryat
" kalau begitu saya minta ya hasil designnya saya ingin lihat, sama coba cari tanah daerah sana buat sekolah SMP, SMA, SMK dan Universitasnya." kata vian
" saya dapat informasi dari pak agus ada tanah yang akan dijual 2 hektar lebih tapi masuk kedalam kurang lebih 1 km dari perumahan Livi residence, akses jalan kampung kalau jalannya di perbaiki masuk 2 mobil." kata pak daryat
" menurut bapak perlu berapa luas tanah yang dibutuhkan." kata vian
" 2 hektar cukup pak, 1 hektar buat sekolah, 1 hektar untuk universitas, konsep saya di setiap sekolah nanti akan memiliki lapangan olahraga, lapangan upacara, mesjid, laboraturium, perpustakaan, kantin, lahan parkir, dan untuk memisahkan antar sekolah dibuat danau kecil dan taman, di dekat pintu gerbang dibangun klinik pak."
" saya suka konsepnya pak, coba aja pak daryat sama timnya survey tanah yang akan dijual itu, gak apa apa masuk kedalam juga yang penting bisa masuk mobil dan jalannya juga bisa kita bangun." kata vian
" baik pak besok saya akan survey, kalau cocok lahan dan harganya saya akan negosiasikan" kata pak daryat
" bagus pak, saya tunggu kabar baiknya." kata vian, setelah itu vian menutup teleponnya, tak lama vian sampai di ruko, vian memberitahukan bahwa dia sudah ada di cafe kepada lily, vian memesan kopi lalu menyalakan rokoknya.
__ADS_1
40 menit kemudian lily datang menghampiri vian dan mengajak pulang, sesampainya di rumah vian dan lily berganti pakaian lalu mengajak devan, de qinar tentunya dengan lilis dan evi, serta orangtuanya pergi ke mall jalan jalan.