Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Semuanya Sama


__ADS_3

Setelah selesai di pabrik Dillas, vian pergi ke dillas cafe, di perjalanan vian menelepon lily menanyakan mau makan siang dimana?.


" mah papah udah selesai di pabrik dillas, ini mau ke dillas cafe, mau makan siang dimana." kata vian


" kata astrid dan dilla ada restoran yang enak, dan mereka mau kesana, nanti kita ketemu disana aja ya, sekalian ajak orangbyang dirumah juga." kata lily


" iya udah papah nanti jemput mereka, nanti jam 12an papah ke restoran itu, kirim aja alamatnya ya." kata vian


" iya pah, nanti aku kirim, sampai ketemu disana, mamah kasih tau kalau udah mau berangkat kesana." kata lily


" iya udah sayank." kata vian, lalu menutup teleponnya. Sampai di cafe vian memesan kopi, lalu duduk di depan sambil menyalakan rokoknya.


" pak maaf ganggu, ada yang mau saya koordinasikan sama bapak," kata dea


" iya boleh, maaf saya sambil ngerokok ya," kata vian


" enggak apa apa pak, begini pak, saya mendapat pertanyaan dari karyawan disini mengenai apakah karyawan dillas cafe ini memiliki hak sama seperti karyawan perusahaan dillas dan LCI, kalau untuk saya, mas pram dan mas bram kan kemarin sudah bapak beritahu tentang kepemilikan rumah di LAD's Residence, nah untuk yang lain bagaimana pak?, terus mengenai fasilitas lainnya juga." kata dea


" saya mohon maaf karena kemarin saya enggak menjelaskan dengan gamblang, saya perlu tekankan disini bahwa saya tidak pernah membeda bedakan karyawan baik itu karyawan di LCI, di Dillas dan perusahaan perusahaan lainnya, termasuk karyawan dillas cafe dan toko buah yang keberadaannya dibawah dillas cafe, karyawan semuanya memiliki hak dan kewajiban yang sama, fasilitas yang saya berikan itu berlaku untuk semuanya, nah untuk lokasinya kenapa berada di dekat perusahaan tertentu, misalnya kenapa perumahan dekat dengan pabrik LCI, klinik juga sama, karena itu semua kebetulan saja kita memperoleh lahan dekat pabrik LCI tidak ada maksud apapun. Gimana kedepannya kalau memang banyak karyawan dillas cafe yang tinggal disana, tinggal dikomunukasikan saja untuk pengadaan mobil antar jemput, kamu buat pengajuan saja, nanti tim L-Trans akan mengakomodir itu, untuk pelayanan kesehatan bisa memanfaatkan mobil ambulance di klinik tersebut. Jadi kalian semuanya sama tidak ada bedanya, bedanya hanya tempat kalian bekerja dan lokasi kerja saja." kata vian


" baik pak, terimakasih atas penjelasannya." kata dea

__ADS_1


" satu hal lagi mumpung saya ada disini dan ini akan sama diberlakukan untuk pemegang ID Card perusahaan dibawah Livi group, saya mau tanya apa karyawan disini sudah memiliki ID card dillas cafe." kata vian


" belum pak." jawab dea


" iya sudah nanti saya akan suruh tim design Livi group untuk membuat design kartunya, jadi kamu tinggal mengirimkan daftar nama karyawan disini dan posisinya saja, fungsi dari ID card ini untuk menunjukan dia bekerja dimana jika sewaktu waktu terjadi suatu masalah dijalan atau dimanapun, manfaat lainnya pemegang ID card ini akan mendapatkan discount sebesar 20% jika pemegang kartu ini belanja produk produk perusahaan livi group, baik nanti yang berkeunjung ke dillas cafe ini atau liburan di livi resort bali, layanan rumah sakit livi atau klinik livi. Saya sekarang sedang membuat programnya supaya bisa terintegrasi semuanya," kata vian


" baik pak, terimakasih, saya akan jelaskan ke karyawan disini." kata dea


" kamu juga kalau ada yang ingin kamu sampaikan langsung saja ke saya takut kalau dilla dan astrid belum mengerti dan harus tanya saya dulu, jadi langaung saja ke saya." kata vian


" baik pak. Terimakasih." kata dea


" untuk karyawan di perusahaan dillas juga sama ya pak yudi, suruh bagian HRD nanti buat data karyawan serta posisinya." kata vian


" jadi nanti semua ID card karyawan Livi group itu sama, iya sudah dea ya makasih banyak atas kerja kalian, saya mau pulang ke jakarta hari ini, saya mau ngajak dulu keluarga makan siang dulu baru siap siap." kata vian


" baik pak, terimakasih." kata dea. Vian pun pergi ke rumah bersama pak wahyudi. Sampai di rumah vian mengajak semuanya untuk pergi ke restoran dimana lily, astrid dan dilla sudah ada disana. Jam 12.40 menit vian dan keluarga sampai di restoran, mereka pun memesan makanan.


" pah gimana tadi di pabrik dillas." kata astrid


" baik, alhamdulillah perkembangan dillas berjalan dengan baik dibawah tanggung jawab pak wahyudi." kata vian

__ADS_1


" asyik tuh, nanti bagi bagi ya devidennya, awas aja enggak bagi, aku tarik lagi izinnya." kata lily


" ngancam nih mbak, tenang mbak mau apa kita beli sama sama." kata astrid


" oh iya nanti ada yang harus ditandatangani kalian untuk pemeindahan status kepemilikan lahan pabrik dillas." kata vian. Lalu vian menyuruh pak wahyudi membaqakan dokumen yang harus ditandatangani dan pemberian hak kuasa kepada pak wahyudi. Selesai makan siang mereka pergi ke mall untuk berbelanja terlebih dahulu, setelah itu kembali ke rumah untuk mempersiapkan kepulangan mereka ke jakarta.


Jam 5 sore mereka berangkat ke bandara, mereka melakukan check in lalu pergi belanja di bandara, vian hanya mengikuti keinginan isteri isterinya dan ibu serta mertuanya. Devan membeli mainan, dia tidak lupa membeli untuk adik adiknya juga dan mereka makan malam di bandara. Jam 6.30 menit mereka masuk ke tempat boarding pass, 15 menit kemudian mereka naik ke pesawat. Jam 7.10 menit pesawat lepas landas menuju jakarta. Jam 8.40 mereka tiba di jakarta, vian dan yang lainnya menunggu bagasi terlebih dahulu lalu pergi ke lobby, vian menelepon pak dede supaya menunggu di lobby. Setelah memasukan semua barang bawaan ke minibus, mereka pun berangkat pulang ke rumah. Jam 9.27 menit mereka tiba di rumah, mereka pergi ke kamarnya masing masing untuk bersih bersih dan ganti pakaian. Pak dede dibantu haris dan orang orang yang ada di rumah menurunkan barang bawaan dari mobil ke rumah. Setelah berganti pakaian vian pamitan pergi ke gazebo, disana ada pak adi dan pak bowo sedang mengobrol, vian membuat kopi lalu menyalakan rokoknya dan mengobrol bersama mereka.


" baru datang a, kok enggak kedengaran kalian datangnya." kata pak adi


" iya pak, bapak kapan pulang." kata vian


" tadi sore, alhamdulillah pematokan lahan baru yang kita beli sudah selesai, dan rencananya mau langsung dibuatkan pagar pembatas, karena patok patok ini sekalian dibuat sebagai pondasi tiang tiang pagar nantinya." kata pak adi


" bagus kalau begitu, jadi enggak kerja dua kali,." kata vian


" kita lagi menunggu rancangan design dari tim L-Pro, dan kita mau mendahulukan pembuatan jembatan penghubung antara lahan yang dibelakang klinik livi dengan lahan disebrangnya terlebih dahulu, jadi nanti bisa kepakai kalau pembangunan di lahan sebrang itu." kata pak bowo


" jembatan ini juga harus menarik juga jangan sampai asal, karena nanti bisa jadi daya tarik pengunjung restoran, sama penetangannya juga harus benar benar, jangan sampai terjadi masalah kedepannya." kata vian


" kemarin opik menyarankan kalau untuk masalah penerangan jalan nanti sumber listriknya dari pembangkit yang dimiliki LA aja, terus sebagian dari pembangkit tenaga surya." kata pak adi

__ADS_1


" bagus kalau begitu, soalnya kalau untuk operasional pabrik dari pembangkit yang ada, masih terlalu riskan resiko." kata vian, lalu menghisap rokoknya. Mereka pun mengobrol membahas perkembangan YPL kedepannya.


__ADS_2