
setelah urusan di LNI selesai, vian pergi pulang, jam 2 siang mereka sampai rumah. sebelum beranjak ke dalam, vian mengajak pak dede untuk macing di kolam taman.
vian pun masuk ke dalam rumah dan langsung ke kamar mau ganti baju. tapi disana lily gak ada. yang ada cuma devan sama lilis.
" lis, ibu kemana kok gak ada." tanya vian
" ibu tadi ke bawah katanya mau jus." jawab lilis
"oh ya sudah.. terima kasih." jawab vian
vian pun bergegas ke bawah mencari lily. lily keluar dari dapur
"eh pah udah pulang." tanya lily
"udah dari tadi, mamah dari mana?" jawab vian
"mamah pengen jus, jadi mamah ke dapur bikin jus." jawab lily.
oh.....ya udah aku ke kolam ya mau mancing sama pak dede. vian pun pergi ke taman disana udah ada pak dede, pak riki, dan pak indra.
"pak de, udah dapat belum.? oh iya indra saya minta tolong buatkan kopi." kata vian
"baik pak." jawab indra
vian pun mengambil pancingan lalu memberi umpan dan melemparkan ke kolam. vian mjnum kopi dan merokok, tak lama pancingan vian di makan ikan. vian pun menarik keluar dari kolam. vian mengisi umpan lagi dan melempar ke kolam... tak lama umpan dimakan lagi ikan. vian pun menarik tali pancingan. wah saya udah dapat 2 ekor nih.. saya pengen di asam manis ah.. vian pun menghentikan mancingnya dia cuma melihat pak dede, pak riki, dan indra mancing..
"pak ini ikan yang saya pancing." kata pak dede
"ya udah kalian bawa pulang aja masak di rumah kalian. kalo kalian mau ambil aja mau tiap hari juga gak apa apa" jawab vian
"terima kasih pak." jawan pak dede dan pak riki.
pak dede dan kalian saya pamit masuk dulu ya..mau bersihin ikan, mau saya masak... baik pak silahkan.
"wah bener bener ya pak vian itu baik banget, gak beda bedakan kita." kata riki
"iya, makanya kamu harus rajin, jujur, kalo ada apa apa lebih baik kamu ngomong." kata pak dede
"iya pak de." jawab riki
vian pergi ke dapur dan membersihkan ikan disana, setelah bersih dia masukan ke kulkas. setelah selesai vian menuju ke kamar untuk mandi.. setelah mandi vian pergi ke mushola menunggu magrib. setelah sholat magrib vian pergi ke dapur untuk masak ikan asam manis.
vian menggoreng ikan dan membuat saus asam manis. menatanya ke dalam piring lalu di bawa ke meja makan. disana sudah ada lily, orang tua dan mertuanya.
"kok kamu masak sih pah, emang kamu bisa masak gitu." kata lily
"cobain aja dulu baru komentar ya." jawab vian
lily pun mencoba ikan asam manis buatan vian
"wah enak pah, beneran ini masakan papah, jangan jangan evi yang masak." tanya lily
"bapak bu yang masak." kata evi yang kebetulan lagi ada di meja makan
__ADS_1
"wah bener enak nih ikan asam manisnya. gak nyangka kamu bisa masak vian" kata bu retno.
"siapa dulu... vian gitu lho..." jawab vian bangga.
"o iya sayank, pak..... bu.... besok vian mau suvey pabrik di karawang, tadi ada orang yang datang ke kantor LNI, nawarin pabriknya tapi sama vian cuma mau ambil 80% aja kepemilikannya. karena vian rasa masih perlu orang orang lama disana untuk menjalakan operasionalnya." kata vian.
"kok dia bisa langsung datang ke kantor LNI." tanya pak bowo
"itu hikmah dibalik bencana kemarin pak." jawab vian
"maksudnya gimana bapak gak mengerti." kata pak bowo
"si pemilik pabrik itu pak chandra dia orang sebrang yang kemarin mau nyelakain vian pak. dia tadi datang setelah rapat direksi, dan tim pengembangan usaha, kebetulan tim pengembangan menyarankan LNI untuk main di Produk Popok, nah pabrik si pak chandra ini memproduksi popok, tadi dia minta maaf dan dia mengakui kesalahannya " jawab vian menjelaskan
"pah, papah harus hati hati kalo begitu." kata lily khawatir.
"iya sayank, tadi sama papah acam dia, dan besok kesananya papah sama tim kok." jawab vian menenangkan kekhawatiran istrinya.
"oh kali begitu mamah tenang. tapi papah juga tetap hati hati dan waspada ya." jawab lily.
"iya sayank."jawab vian
setelah makan vian, pak bowo, dan pak adi pergi ke mushola untuk melaksanakan sholat isya, selesai sholat vian langsung ke kamar untuk istirahat. di kamar sudah ada lily yang habis sholat. mereka pun tertidur berpelukan.
pagi hari setelah sarapan vian pamit pergi...
"pah hati hati ya." kata lily sambil mencium tangan vian
"pak de hati hati ya, jaga bapak." kata lily
"iya bu, saya akan jagain bapa. kami pamit bu." jawab pak dede.
mereka pun pergi ke kantor LNI. disana sudah di tunggu. Hendra, Raka, Shinta, andriyani, dan andi.
" ya udah kita berangkat, bu an dan shinta bareng saya aja." kata vian
mereka pun pergi ke karawang untuk survey pabrik
1 jam kemudian mereka sampai di lokasi yang diberikan pak chandra, mereka pun turun dari mobil.
"pak de ikut ya." kata vian
"baik pak."jawab pak dede
mereka pun disambut pak chandra sama karyawan disana.
"selamat datang pak vian dan tim LNI di perusahaan kami." kata pak chandra
"terimakasih pak atas sambutan baiknya." jawab vian
"silahkan pak, kita ngobrolnya di ruangan meeting saja." ajak pak chandra.
"baik pak, silahkan duluan." jawab vian
__ADS_1
mereka pun tiba di ruangan meeting, pak chandra pun mengenalkan siapa saja yang ada disana.
"seperti yang kemarin kita bicarakan di kantor LNI. ini silahkan pak baca dokumen perusahaan kami." kata pak chandra sambil menyerahkan dokumen.
vian membagikan dokumen ke masing masing PIC, legal ke raka, operasional ke hendra, keuangan ke andriyani.
setelah mempelajari semuanya mereka memberikan laporan kepada vian bahwa dokumen yang ada valid.
"oke pak chandra, kami telah mempelajarinya, untuk itu kami setuju membeli 80% perusahaan ini." kata vian.
"terima kasih banyak pak vian, kami juga setuju akan apa yang bapak persyaratkan kemarin kepada saya." kata pak chandra
"untuk pembayarannya biar bagian keuangan kami yang melakukan transaksinya. tapi sebelum itu saya mohon izin untuk bisa melihat aset disini terlebih dahulu." kata vian
"baik pak, mari kita lihat." jawab pak chandra
vian dan yang lainnya berkeliling melihat aset yang di miliki perusahaan S termasuk mesin mesin produksi. setelah berkeliling mereka pun kembali ke ruangan tadi.
"bu an gimana untuk pembayarannya bisa dilakukan sekarang." kata vian
"bisa pak saya sudah koordinasikan dengan bank kemarin. sebentar lagi akan komfirmasi ke bapak" jawab bu andriyani.
tak lama handphone vian berbunyi, setelah melihat siapa yang telepon vian mengangkatnya.
"siang pak, saya dari bank C mau komfirmasi, apa benar bapak mau melakukan transaksi ke rekening perusahaan S. dengan total 24M," kata pegawai bank
"iya benar pak, saya lagi melakukan transaksi pembelian pabrik." jawab vian
" baik pak kami akan proses, mohon tunggu sebentar. oke pak transaksi sudah selesai dilakukan" kata pegawai bank.
" baik pak, terimakasih." jawab vian
"pak chandra silahkan bapak cek apakah uangnya sudah masuk ke rekening perusahaan bapak." kata vian
"sebentar pak saya akan tanyakan ke bagian keuangan kami. iya pak sudah masuk ke rekening kami" jawab pak chandra,
"Raka silahkan atur perjanjian jual beli ini, sama siapkan juga untuk perubahan namanya. untuk yang 20% kepemilikan kamu tanyakan ke pak chandra" kata vian
" baik pak saya kerjakan. oh iya pak untuk nama perusahaan nya apa" jawab raka
"kamu cek PT. Livi Supply Indonesia (LSI). untuk susanan pengurusnya nanti kita bahas lagi. yang terpenting akad jual belinya saja sekarang." jawab vian.
"baik pak kalo begitu." jawab raka
"baik kalo begitu pak chandra, saya mohon ijin pamit pulang, tapi saya akan tinggal kan tim saya berada disini untuk mengurus segala sesuatunya." kata vian.
"iya pak terimakasih banyak, semoga perusahaan kita ini akan lebih maju lagi." jawab pak chandra.
"pak raka, pak andi, dan pak hendra kalian tinggal disini dulu ya. kalian urus segala sesuatunya. kalo ada apa apa segera kabarin saya"kata vian
"baik pak, kami laksanakan." jawab mereka
vian pun pamitan ke semuanya. lalu pulang ke kantor LNI.
__ADS_1