
Selesai makan vian pamitan lalu pergi ke villa, dia mengambil rokoknya lalu pergi ke saung dan minum teh yang tadi dia bawa lalu menyalakan rokoknya, tak lama endris datang.
" maaf nih baru datang bro, sama tadi saya enggak pamit ke kamu habisnya kamu sibuk." kata endris
" enggak masalah, iya udah makan dulu sana." kata vian
" kebetulan banget lagi lapar, iya udah saya makan dulu." kata endris dan pergi ke aula untuk makan
" gimana pak jadi membeli lahan yang tadi saya dan bapak survey." kata opik
" kalau memang enggak ada masalah di status kepemilikan inyaAllah jadi pik, oh iya itu klinik kan akan saya suruh pak daryat membangun lagi supaya ada ruang rawat inap minimal 14 ruangan lah, dan tadi juga bapak bilang akses menuju lahan itu melalui klinik itu, disana masih ada ruang kosong minta bangun kan ke pak daryat toko swalayan nanti isinya produk produk LA dan PBN, pengelolanya koperasi karyawan LA dan PBN kamu koordinasikan saja sama pak Andi, jadi toko yang di depan pabrik kita ini jadikan sebagai ruangan R&D saja." kata vian
" baik pak, terus gimana kalau saya juga minta pak daryat membangun semacam pujasera pak, nanti yang nempati itu keluarga karyawan yang memiliki keahlian memasak dan sebagian lagi warga sekitar. Dan katanya waktu itu bapak juga mau bangun restoran pak." kata opik
" makasih pik udah mengingatkan, saya benar benar lupa tuh, lahan yang pinggir sungai itu ya untuk restoran,." kata vian
" betul pak, kemarin waktu membangun tambahn villa dan asrama disini, pak daryat tanya kelanjutan itu, tapi belum dilaksanakan karena belum ada intruksi dari bapak katanya." kata opik
" iya nanti saya telepon pak daryat kalau begitu sekalian pembangunan ruangbrawat inap dan mungkin nanti lahan parkir juga untuk bus, kalau kedepannya ada kunjungan industri ke Pabrik LA ini." kata vian. Tak lama ibu ibu lewat kesana.
" ibu maaf sebentar ada yang mau saya tanyakan." kata vian
" iya a, ada apa." kata bu ningsih
" itu soal restoran yang dulu direncanakan di bangun di depan itu, apa mau dilanjut atau bagaimana." kata vian
__ADS_1
" tadinya ibu juga mau tanya masalah itu ke kamu a, tapi kelihatannya kamu sibuk dari kemarin apalagi tadi pagi ada kejadian. Ibu juga mau tanya ke kamu kenapa kok belum dibangun restorannya." kata bu ningsih
" kita sih nunggu kamu aja vian membangun restoran itu, kalau sudah ada ibu akan mencari koki dan pelayan serta yang akan bertanggung jawab disitu." kata bu retno
" iya udah kalau gitu, insyaAllah dibangun bu, sekalian membangun ruang rawat inap klinik dan swalayan. Maaf ya bu vian lupa." kata vian
" iya enggak apa apa, kita ngerti kok kesibukan kamu." kata bu retno lalu mereka pun pergi. Vian langsung menelepon pak daryat.
" assalamualaikum pak, maaf saya mengganggu malam malam nih." kata vian
" waalaikumsalam pak, apakabarnya nih, enggak apa apa pak, saya juga lagi santai nih, ada yang bisa saya bantu." kata pak daryat
" alhamdulillah baik pak, saya sekarang lagi di pabrik LA barusanan saya ngobrol sama opik, jadi saya inget untuk pembangunan rumah makan itu, kalau enghak salah dulu bapak sudah memberikan designnya ke saya dan saya juga setuju tapi saya belum mengkomfirmasi balik untuk pengerjaannya saja. Jadi sekarang saya mau komfirmasi pembangunan rumah makan itu pak, dan tambahan lagi untuk klinik dibangunkan ruangan rawat inap minimal 14 kamar, tambah ada ruang IGD dan ruangan operasi mungkin ya karena untuk ruangan pemeriksaan sudah ada itu bisa bapak tanyakan ke dokter chandra. Terus nanti juga bangun swalayan ukurannya 10m x 12m, sama, lahan parkir yang muat untuk 4 bus posisinya sepertinya dipaling ujung lahan, bangunkan juga untuk pujasera yang masuk 7 pedagang, bapak nanti kooordinasi saja sama opik gimana bagusnya, dan siapkan juga space untuk akses 2 mobil masuk ke lahan belakangnya karena mudah mudah jadi transaksi pembelian lahan yang di belakang itu nanti akan dibangun sekolah TK dan SD terus sebarang sungainya persih lahan dibelakang klinik yang ada sekarang juga akan dibangun SMP, SMA, SMK dan Univeraitas sama seperti yang ada sekarang. Besok insyaAllah transaksinya mudah mudahan saja lancar. kenapa saya bilang itu supaya bapak bisa membuat disignnya dan mengatur untuk bangunan yang saya bilang tadi." kata vian
" baik pak saya nanti akan koordinasikan sama pak opik, dan kemungkinan besok saya kesana, sama saya juga mau melaporkan bahwa hasil survey tim L-Pro mengenai pembangunan sekolah SMK dan puskesmas di kecamatan C sudah ada dikantor pak, tim nanti akan membuat design dan RABnya." kata pak daryat
" iya pak enggak apa apa." kata pak daryat. Lalu menutup teleponnya.
" pak vian ini masih sibuk aja ya," kata pak menteri tenaga kerja
" biasa saja pak, ini koordinasi saja mengenai pembangunan ruangan rawat inap klinik yang ada di sebarang ini, dan mau bangun rumah makan, sama swalayan koperasi karyawan, pujasera untuk keluarga karyawan dan warga yang mau dan memiliki keahlian dalam memasak, serta mudah mudahan jadi besok pembelian lahan untuk pembangunan YPL di belakang klinik." kata vian
" tadi juga pak daryat dari L-Pro bilang bahwa hasil survey sekolah SMK dan Puskesmas di kecamatan C sudah masuk tinggal mengolahnya saja baik design dan RABnya." lanjut vian
" kunjungan kerja kali ini kita enggak salah, mengenai pendidikan, sosial, UMKM, tenaga kerja ada semua di rencana pak vian." kata pak menteri UMKM
__ADS_1
" betul pak, pantas saja karyawan di PBN dan LA mereka betah orang dimanjakan sama bosnya." kata pak menteri tenaga kerja
" saya enggak tau bilang apa pak vian, bapak sudah mau membantu daerah yang saya pimpin ini sama pak bupati KBB, tanpa bantuan livi group semua itu mungkin hanya akan masuk ke perencanaan saja, untuk exsekusinya entah kapan." kata pak gubernur
" terus status lahan yang dibelakang klinik gimana pak." kata pak bupati
" insyaAllah besok pagi di cek sama tim legal LA pak, kalau enggak masalah siang sudah bisa dilakukan transaksi." kata vian
" saya rasa daerah ini akan maju kedepannya." kata pak menteri sosial
" bukan hanya itu pak, bisa bisa satu desa ini menjadi hak milik livi group." kata pak bambang
" aamiin." kata mereka
" mau minum apa nih bapak bapak, kopi, susu, air putih, teh." kata vian
" kalau ke tempat pak vian itu yang mantaap ya susu panas." kata pak bambang
" susu panas aja." kata mereka
" biar puas bisa langsung dari sumbernya." kata pak gubernur
" bisa aja nih pak gubernur.. Pas di sedot saya di tendang sama sapinya." kata pak bambang. Mereka pun tertawa.
" hanya disini saya bisa tertawa lepas, bahagia banget rasanya apalagi susananya mendukung, kebersamaan dan kekeluarganya itu yang membuat tambah bahagia, pantas saja kata pak menteri UMKM, akhirnya saya bisa merasakannya sendiri, dan saya lihat anak dan isteri saya pun langsung klop gitu, biasanya mereka itu jaga image dan enggak mudah untuk bergaul." kata pak menteri tenaga kerja
__ADS_1
" makanya itu kita rayakan kebersamaan dengan anggota baru ini. Kita lepaskan beban pekerjaan, kita happy happy malam ini." kata pak bambang. Mereka mengobrol di saung karena baru selesai makan.