Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Rencana Pembangunan Panti Asuhan


__ADS_3

Jam 4 lily, astrid, dilla dan ibu sisil datang, vian sedang duduk di teras habis mandi dan ganti pakaian.


" pah si aa dimana," kata lily


" tadi tidur sama shinta dan di ajak ke kamarnya." kata vian


" oh, iya sudah kalau begitu, aku bersih bersih dulu ya." kata lily, mereka pun pergi ke kamar, ibu sisil juga pergi ke kamar yang buat tamu. Pak edi dibantu haris menurunkan barang barang paket LCI untuk diberikan ke tamu yang hadir besok. Vian pun pergi ke kamar untuk menyiapkan amplop yang akan diberikan kepada anak anak panti asuhan besok. Setelah itu pergi ke gazebo dan menyuruh indra untuk memasang tenda, indra pun dibantu sama pekerja lainnya untuk memasang tenda.


Sedangkan lily setelah bersih bersih dan ganti pakaian mengecek lilis yang sakit.


" gimana kondisi kamu lis." kata lily


" alhamdulillah bu sudah mendingan, tadi habis berobat ke rumah sakit livi." kata lilis


" syukur kalau kamu sudah mendingan, iya sudah kamu istirahat aja dulu." kata lily


" iya bu, terimakasih banyak." jawab lilis, lily pun pergi ke ruang keluarga, devan bersama shinta dan ibunya.


" eh ada ibu, gimana kabarnya bu." kata lily


" alhamdulillah sehat, nak lily bagaimana." kata ibu anita


" alhamdulillah bu, maaf ya si aa jadi merepotkan shinta dan ibu." kata lily


" enggak kok bu, saya senang jadi ada teman." kata ibu anita


" aa kita mandi dulu ya, lilisnya masih sakit soalnya." kata lily


" iya mah, aa mandi aama mamah shinta aja ya." kata devan


" iya udah kalau begitu, maaf ya shin jadi kamu yang repot." kata lily


" enggak apa apa mbak." kata shinta, lalu membawa devan pergi ke kamarnya.


vian menerima telepon dari hendra bahwa dia sudah menemukan lahan untuk lahan pesawahan dan lahan perumahan. Hendra pun mengirimkan photonya ke vian. Vian mengirimkan photo tersebut kepada opik dan pak daryat supaya besok mereka survey ke lokasi dan sekalian membawa orang legal supaya jaga jaga kalau cocok jadi bisa langsung melakukan transaksi.


" wah kamu lagi seneng kelihatannya, ada apa nih." kata pak bowo


" ini pak, ada yang nawarin lahan pesawahan dan lahan untuk perumahan barusan hendra ngasih kabar, besok opik dan pak daryat disuruh survey kesana." kata vian

__ADS_1


" mudah mudahan ada rezekinya dan jodohnya." kata pak adi


" aamiin." jawab mereka


" setidaknya kita bisa ada pasokan gabah ke pabrik pak." kata vian


" betul itu, kalau kita hanya mengandalkan dari tempat lain akan susah juga, beda harga sedikit pun mereka akan pindah menjualnya." kata pak bowo


" kelihatannya LA yang paling besar ya nilai perusahaannya." lanjut pak bowo


" betul pak, dan modal dipake untuk membeli aset tetap." kata vian


" itu bagus, lagian harga tanahkan enggak bakalan turun." kata pak bowo


" terus itu a, kalau untuk anak anak panti asuhan yang akan sekolah di yayasan kita nanti gimana mekanismenya terutama yang sekolah SD, kalau yang SMP ke atas kan ada asrama." kata pak adi


" untuk sementara palingan antar jemput dulu pak sebelum kita membangun lagi asrama, karena vian akan membangun juga semacam apartemen disana, jadi nanti sekalian beli tanahnya, dan tadi aa dapat informasi bahwa panti asuhan yang biasa kita kunjungi akan kena gusur pembangunan jalan tol, rencana aa sekalian aja panti asuhan tersebut nantinya pindah kesana yang mengelolanya tetap orang orang yang ada sekarang tapi kedepannya di bawah naungan yayasan livi." kata vian


" bagus kalau kamu ada pemikiran kesana." kata pak adi


" bapak sangat setuju rencana kamu." kata pak bowo


" doakan saja semoga ada lahan yang cocok, soalnya lahan untuk perumahan juga sudah mau habis jadi memerlukan lahan baru tapi kalau untuk lahan perumahan sudah ada yang mau jual di samping lahan sekarang tapi yang belakangnya." kata vian


" kalau yang lahan perumahan itu udah dibeli." kata pak bowo


" sudah pak kemarin beda 1 mingguan lah dengan lahan wakaf itu." kata vian


" berapa luasnya." kata pak bowo


" kurang lebih 2 hektar, dan ini ada yang mau jual lagi 2 hektar karena lahan dia akan ke tutup sama perumahan, pak daryat lagi negosiasi." kata vian


" iya sudah kalau begitu, enggak masalah kan panti asuhan ada disana juga, nanti di benteng saja biar tidak menggangu penghuni lainnya." kata pak bowo


" iya sih kalau memang sulit dapat lahan baru, iya sudah di lahan itu saja karena dapat kabar itu panti asuhan harus kosong 6 bulanan lagi." kata vian


" kalau menurut bapak sih disana saja di bangun, kasihan anak anak pantinya. Mau kemana mereka pindah." kata pak adi


" besok kita bicarakan sama pengurus panti dan pak daryat." kata vian

__ADS_1


" paling juga makan tempat 500 meteran, buat 2 bangunan 2 lantai masing masing buat mereka tidur, sama kantor dan untuk tempat bermain anak anak." kata pak bowo


" iya sudah besok kita finalisasi rencana pembangunan panti asuhan." kata vian


setelah magrib mereka pergi ke musholla, selesai sholat mereka pergi ke ruang makan.


" papah aa mau makan udang buatan papah." kata devan


" besok ya papah buatkannya." kata vian


" iya pah, mamah juga mau udang sama ikan asam manis." kata lily


" besok ya, minta dikirim aja dari toko livi bahan bahannya." kata vian


" besok pagi suruh marni ambil di toko." kata lily


tak lama datang pak bambang bersama pak gubernur dan keluarganya, vian mempersilahkan mereka untuk langsung makan.


" ini enaknya hidup pas pasan, pas mau makan sudah disiapkan, gratis lagi." kata pak gubernur


" apalagi saya setiap pulang selalu kesini pak gub. Jadi di rumah enggak pernah masak, mau sarapan kesini juga." kata pak bambang


" maaf loh pak vian, ini isteri ngajak kesini katanya besok ibu astrid sama ibu dilla 4 bulanan." kata pak gubernur


" enggak masalah pak, lagian sudah siap kamar juga." kata vian


" oh iya pak gub. Saya dengar dari panti asuhan yang ada di jalan besar sana bahwa mereka akan kena gusur jalan tol, apa itu benar." lanjut vian


" betul itu pak, proses pembayarannya sedang dilakukan katanya, karena ini proyek swasta, kenapa ada masalah pak." kata pak gubernur


" enggak ada, tapi mereka meminta bantuan ke saya untuk mencari tempat untuk pindah, kemungkinan besar saya akan pindahkan ke lahan baru di belakang perumahan livi residence." kata vian


" saya ikutan deh pak nyumbang beberapa sak semen dan batu batanya." kata pak bambang


" sangat boleh pak, nanti anak anaknya sekolah di yayasan livi, yang besarnya akan di latih dan kemungkinan saya akan tempatkan mereka bekerja di pertanian. Dan mohon doanya juga besok tim LA dan L-Pro mau lihat lokasi lahan untuk lahan pesawahan dan perumahan untuk karyawan LNI di karawang." kata vian


" lahan pesawahan berapa hektar pak yang akan dibeli, atasnama bapak atau LA." kata pak bambang


" informasinya 14 hektar pak, itu untuk aset LA saja, nantinya untuk supply ke penggilingan padi kita, setidaknya kita ada supply tetap." kata vian

__ADS_1


" saya setuju, jadi kita punya cadangan milik kita sendirikata pak bambang.


Mereka pun makan bersama seperti keluarga sendiri tidak ada rasa canggung.


__ADS_2