
setelah bangun pagi vian dan lily mandi bersama lalu sholat subuh bareng. vian meminta di buatkan teh kepada lily lalu vian pergi ke balkon. di balkon vian merokok dan tak lama evi datang memberikan secangkir teh manis hangat.
tak lama lily datang ke balkon dan duduk di sebelah vian. lily masih khawatir akan kondisi suaminya itu.
"pah aku khawatir papah kenapa kenapa." kata lily
"sudah mamah gak usah khawatir ya, lagian bapak kan mau cariin tenaga pengawal." jawab vian sambil memeluk dan mencium kening istrinya itu. vian ingin memberikan energi positif supaya lily tidak khawatir akan kondisinya. vian takut istrinya itu sakit.
"iya pah, aku merasa lebih tenang sekarang." jawab lily.
akhirnya mereka pun turun ke meja makan untuk sarapan. disana vian memberi tahu ke keluarganya bahwa hari ini ada orang yang mau bantuin pak selamet dan pak indra. pak riki namanya yang kemarin mijit jelasnya.
lily pun telepon catering biasa untuk memesan makanan buat acara pengajian nanti. setelah sarapan vian dan lily berjalan ke taman, disana sudah ada pak dede, pak riki, pak selamet dan pak indra. "pagi pak bu." kata mereka. "pagi juga, kalian udah pada sarapan belum." kata vian. "sudah pak." jawab mereka. "ya sudah kalo begitu, oh iya pak riki koordinasi saja sama pak selamet dan pak indra ya, apa yang harus bapak kerjakan." lanjut vian. "baik pak, ini juga saya lagi diberitahukan sama mereka." jawab riki
"oh iya pak de, gimana temannya bisa datang gak." tanya vian
"InsyaAllah katanya dia mau hadir." jawab pak dede.
"alhamdulillah kalo begitu." kata vian, ya sudah kalo begitu nanti kita bicara lagi, saya masih mau jalan jalan sama ibu.
vian dan lily pun berjalan berkeliling di taman, memberi makan ikan dan pergi ke kebun. pah lihat strowberinya sudah pada matang, aku pengen memetiknya dan membuat jus strowberi nanti. "iya ayo kita petik." jawab vian. mereka pun memetik buah strowberi setelah dirasa cukup mereka kembali ke rumah.
"vi, tolong bersihkan buah strowberi ini ya. nanti siangan kamu buatkan jus.. ya." kata lily
" baik bu." jawab evi.
vian dan lily sarapan bersama keluarganya.
__ADS_1
"aa bapak izin mau ke rumah pak lukman dulu ya." kata pak adi.
"iya pak pergi sama pak dede aja ya pak." jawab vian
vian dan lily pun pergi ke kamar melihat devan. devan lagi dimandikan lilis. vian pun beranjak ke balkon dan membawa laptop untuk memeriksa kerjaan. lalu dia telepon opik
" pik, gimana kabarnya?, gimana ada masalah gak di sana." tanya vian
" alhamdulillah pak baik, bapak sendiri bagaimana, saya mendengar kemarin bapa jatuh pingsan. bapak tenang saja pekerjaan disini alhamdulillah baik dan berjalan dengan lancar pak." jawab opik.
" saya gak apa apa...pik, alhamdulillah kalo begitu, terimakasih." jawab vian
setelah telepon opik, vian telepon hendra di LNI
" dra, gimana kabarnya?, gimana ada masalah gak di sana." tanya vian
" saya gak apa apa...dra, alhamdulillah kalo begitu, terimakasih atas perhatiannya. o iya dra kalo gak sibuk ajak teman teman lain untuk datang ke rumah hari, saya akan mengadakan pengajian habis dzuhur sekalian makan siang bersama " jawab vian. vian sudah menebak perkataan hendra, hendra tau dia pingsan karena apa.
" iya pak insyaAllah saya dan teman teman kesana." jawab hendra
jam 11.30 orang orang yang di undang sudah pada hadir termasuk ustadz yang akan memimpin acara. vian membawa mereka untuk berkeliling di taman melihat kolam dan kebun. pas dzuhur mereka bergegas ke musholla untuk melakukan sholat berjamaah. setelah sholat vian membawa mereka ke ruang tamu.
vian memberikan sambutan mengucapkan terima kasih atas kehadirannya. setelah vian memberikan sambutan ustazd pun memberikan ceramah dan memimpin doa.
lalu mereka pun makan bersama. " pak ini temen saya kak heri." kata pak dede memperkenalkan heri
" oh iya. salam kenal pak heri." jawab vian
__ADS_1
"salam kenal juga pak. saya sudah mendengar bapak dari pak dede. oh iya pak kalo ada waktu dan bapak berkenan bisa kita mengobrol" kata heri
"oh iya hayo nanti kita di gazebo aja ya kita ngobrolnya biar bisa ngopi sama ngerokok." jawab vian
setelah tamu dan teman teman vian pulang, vian mengajak pak heri dan pak dede untuk pergi ke gazebo.
di gazebo vian membuat kopi buat pak heri, pak dede dan buat dia. sambil ngopi dan merokok vian memulai obrolan
" gimana pak heri, apa yang mau bapak obrolinsama saya," kata vian
"oh iya pak, kemarin saya mendengar dari pak dede bahwa bapak pingsan, setelah saya cek, saya merasakan bahwa itu ada kiriman yang ingin mencelakakan bapak. untung bapak kuat dan dikelilingi orang orang hebat. jika bapak berkenan saya akan membantu bapak membuat orang orang itu sadar." kata pak heri.
"terimakasih banyak akan niat baik pak heri," jawab vian
"saya merasa gak habis fikir saja pak, orang sebaik bapak masih ada yang mau mencelakakan bapak. setelah mendengar dari pak dede saya emosi tadinya mau langsung saya kerjakan tapi saya fikir harus izin dulu ke bapak." kata pak heri.
"pak heri bisa saja lagian kita baru ketemu bagaimana bapak bisa tau saya orang baik seperti bapak katakan."jawab vian
"saya banyak mendengar cerita dari pak dede dan saya juga merasakan itu pak." jawab heri
"iya silahkan aja kalo memang pak heri tidak keberatan membantu saya, saya sangat berterima kasih." jawab vian
"itu udah kewajiban saya pak, apalagi bapak sudah memperlakukan pak dede seperti keluarga bapak, saya sangat senang dan terharu, apalagi sampai membelikan rumah buat dia." kata pak heri.
setelah bicara pak heri langsung duduk bersila memejamkan mata, dan dia seperti minta izin, lalu pak heri bicara sambil nunjuk : "kamu udah berani ngeganggu saudara saya, saya bisa habisin kamu, untung saudara saya baik dan membiarkan kamu hidup, tapi kalo kamu masih melakukannya jangan salahkan saya untuk menghabisi kamu." setelah itu pak heri pun sadar dan meminjm kopi sambil menyalakan rokok.
Belagu bener orang sebrang ini macam macam ke orang tanah pajajaran. kita akan menerima siapapun dengan tangan terbuka, tapi kalo niatnya jelek kita juga gak bisa ditindas dan kita pasti ngelawan.
__ADS_1
setelah selesai pak heri izin pulang, dan dia menyampaikan bahwa kalo ada apa apa dia siap membantu. vian pun mengucapkan terimakasih. "pak de tolong antar pak heri ya. makasih" ujar vian.