
vian mengajak keluarganya untuk pulang ke rumah karena sudah sore juga. Vian pun memanggil devan supaya sudah mainnya dan siap siap untuk pulang. Setelah siap semuanya vian pun kembali pulang ke rumah. Jam 3.17 menit vian dan yang lainnya sampai di rumah, vian, lily dan shinta langsungbpergi ke kamar untuk mandi dan ganti pakaian.
Sehabis sholat magrib vian dan para isterinya makan malam bersama, selesai makan vian pergi ke gazebo di ikuti pak adi, pak bowo, dan pak wanto, vian menyalakan rokoknya lalu mengobrol dengan bapak dan bapak mertuanya.
" alhamdulillah ya panti asuhan akhirnya bisa ditempati, insyaAllah membawa keberkahan untuk kita semua." kata pak adi
" aamiin." jawab mereka
" bangunan pantinya sangat bagus ditunjang fasilitas lainnya, kok kamu kefikiran sih membuat kandang ayam dan kolam ikan." kata pak bowo
" saya berfikiran bahwa itu akan sangat diperlukan untuk anak anak disana, jadi enggak usah khawatir lagi soal lauk pauknya, mau sayuran mereka tinggal petik di kebun, mau ayam atau telur tinggal ambil di kandang, begitu pula mau ikan tinghal ambil di kolam, tinggal bagaimana mereka mengolah itu semua." kata vian
" bagus juga femikiran kamu nak, jadi mereka di tuntut untuk mandiri, mengandalkan kondisi disana dan itu juga kalau memang dikembangkan akan menjadi sumber pendapatan panti itu sendiri." kata pak wanto
" saya ingin melihat apakah mereka sanggung menjalankan itu semua, kalau mereka hanya bisa mendampingi anak anak saja, saya akan menyuruh orang dari yayasan sosial livi untuk turun tangan mengelola panti tersebut." kata vian
" betul itu pak, kita harus juga mengubah pola fikir mereka supaya mereka bisa memikirkan bagaimana panti bisa menghasilkan uang, karena kalau hanya terus terusan menunggu sumbangan dari orang lain itu akan buruk untuk kedepannya." kata pak bowo
" kita harus menumbuhkan femikiran bagaimana caranya supaya bisa menjadi seorang pengusaha." kata vian
Jam 8.27 menit pak bambang, pak menteri UMKM, dan pak gubernur, vian meminta indra supaya membuat pembakaran jagung, setelah ada yang matang pak menteri UMKM video call dengan pak menteri Sosial.
" ini pak jagung bakarnya." kata pak menteri UMKM
" bapak sedang di rumah pak vian ya, tuh kan enggak ngajak ngajak saya." kata pak menteri sosial
" maaf saya datang kesini mau jemput isteri saja. Eh disini sudah disiapkan jagung bakar." kata pak menteri UMKM
" iya sudah besok malam kesana ya, saya ingin berlunjung ke rumahnya pak vian." kata pak menteri sosial
" saya tunggu loh pak." kata vian
__ADS_1
" bahwa isteri juga supaya bisa gabung dwngan iaterinya pak vian, pak bambang, pak gubernur, dan isteri saya juga, tapi jangan kaget ya kalau datang kesini." kata pak menteri UMKM
" waduh kaget kenapa pak." kata pak menteri sosil
" kaget karena isterinya enggak mau pulang, ini kita kesini datang untuk menjemputnya." kata pak menteri UMKM
" dan siap siap aja pak menteri setiap akhir pekan minta datang kesini." kata pak gubernur
" sama 1 lagi.. Pasti bapak akan tambah kaget." kata pak bambang
" iya sudah kirimkan alamatnya ya pak, besok malam kita berkumpul lagi." kata pak bambang
karena sudah malam mereka pun masuk ke kamarnya masing masing
Di dalam kamar lily sedang menunggu kehadiran vian, vian dan lily pun melakukan permainan, shinta pun ikut melakukan permainan tersebut. Setelah selesai perang mereka pun istirahat
Keesokan paginya vian seperti biasa berolahraga naik sepeda keliling komplek perumahan. setelah dirasa cukup olahraganya vian kembali ke rumah dan membuat susu panas lalu duduk di teras halaman depan rumah. Vian pun pergi ke kamar untuk bersih bersih lalu pergi sarapan bersama isterinya.
" sudah pak, semalam mereka pindahannya " jawab vian
" apa perlu kita kirim makanan dulu untuk mereka dari restoran." kata bu retno
" enggak usah bu, saya sudah siapkan dan dikirim bahan pokok kesana sekalian, jadi mereka sudah bisa mengolah itu semua." kata vian
" iya sudah kalau begitu, jangan sampai mereka kelaparan saja, tapi kalau kamu sudah menyiapkan itu semua kita jadi tenang." kata bu retno
" itu ayam sama ikan juga kan untuk mereka ya." kata bu ningsih
" iya bu, mereka tinggal pelihara dan manfaatkan saja yang ada disana, kalau memang mereka bisa itu juga akan menjadi pemasukan untuk panti." kata vian
" tapi kita mengontrol pengelolaan panti itu kan." kata bu retno
__ADS_1
" iya bu, kita mengontrol pengelolaan panti asuhan itu melalui yayasan sosial livi. Nanti juga bantuan bantuan dari luar akan masuk dulu melalui yayasan sosial livi ini, jadi kita juga bisa menyalurkan ke tempat lainnya juga." kata vian
" iya bagus kalau begitu, karena tempat lain juga pasti membutuhkan bantuan, kalau kita hanya memperhatikan ke panti asuhan itu kita enggak adil dengan panti asuhan atau yayasan lainnya." kata bu retno
" nanti dana CSR livi group pun akan masuk ke yayasan sosial livi, kedepannya anak anak yang kurang mampu dan memiliki prestasi akan dibantu oleh yayasan sosial livi ini berupa beasiswa dan kehidupan keluarganya pun bisa kita bantu untuk membuka usaha jadi bekesinambungan dan tidak terpaku pada satu masalah saja, kita juga bisa melakukan bantuan sosial kemanusiaan lainnya." kata vian
" bapak setuju, kita bisa membantu membangun rumah rumah yang sudah rusak, mesjid, dan lainnya." kata pak bowo
" betul pak, jadi nanti di yayasan sosial livi ini juga akan dibentuk beberapa divisi untuk menangani permasalahan permasalahan yang ada di masyarakat, dan dana yang masuk dan pengelolaan dananya harus transfaran kaeena menyangkut dana masyarakat juga." kata vian
" jadi saya harap bapak ibu, dan yang lainnya jika memang sudah berpenghasilan setiap bulan kalian keluarkan minimal 2,5% dari penghasilan yang kalian dapatkan untuk membantu saudara saudara kita yang membutuhkan melalui yayasan sosial livi ini," lanjut vian
" insyaAllah." jawab mereka
" karena rezeki yang kita dapatkan itu ada hak orang lain juga disana, jadi jangan sampai kita memakan rezekimorang lain itu," kata vian
" ini sungguh luar biasa, sambil sarapan saja bisa mengobrol hal hal positif, oh iya pak vian, katanya pak menteri sosial ingin berkunjung nanti malam, apa bisa." kata pak menteri UMKM
" iya silahkan saja pak, saya enghak ada acara kemana mana kok." kata vian
" baik kalau begitu saya akan sampaikan ke beliau." kata pak menteri UMKM
" iya sudah mamah pesan makanan berarti ya untuk makan malam nanti." kata lily
" iya. Dan minta jagung juga untuk jagung bakar ke livi store sama dagingnya sekalian." kata vian
" kayanya lebih baik ambil langsung dari LA aja pah, soalnya air minum juga sudah habis." kata lily
" iya sudah kalau begitu, papah telepon opik minta dikirim siang ini suoaya malam sampai disini." kata vian, vian pun langsung telepon opik supaya mengirim jagung, daging, dan air minum kemasan. Vian juga menyuruh supaya sore sudah sampai di rumahnya.
Pak bambang, Pak menteri UMKM, dan pak Gubernur pamitan untuk bekerja, vian pun pergi ke gazebo, disana vian menyalakan rokoknya, menikmati suasana pagi sambil melihat devan bermain di taman.
__ADS_1