
Vian dan yang lainnya pun pergi menuju toko buah dillas, disana vian membeli buah buahan dan menyuruh amel untuk dibuatkan parcel. setelah itu mereka pergi ke rumah dilla, diperjalanan mereka berhenti untuk membeli makanan. jam 6 malam mereka sampai di rumahnya dilla, mereka pun menyerahkan makanan dan buah buahan yang dibeli tadi. karena sudah masuk waktu magrib mereka sholat magrib berjamaah dan vian disuruh menjadi imamnya. selesai sholat vian mengobrol dengan orangtua dilla.
Selesai mengobrol sama orang tuanya dilla vian beganti pakaian di kamar dilla, sedangkan dilla dan astrid di kamar orang tua dilla, keluarga astrid pun datang termasuk pamannya astrid yang akan menjadi wali nikahnya.
selesai berganti pakaian vian ke ruang tamu, disana vian pun berkenalan dengan keluarganya astrid, tamu yang di undang pak wanto pun sudah pada datang, tak lama ustadz dan dari pihak KUA yang mengurus pernikahan pun datang. pak wanto dan vian menjelaskan kondisi pernikahan tersebut supaya tidak ada fitnah. pak wanto juga meminta pak RT sebagai saksi nikah. ustadz pun menyuruh memanggil mempelai wanitanya. astrid dan dilla pun keluar bersama. ustadz memulai acara pernikahan tersebut dan memulai menanyakan kepada vian.
" apakah nak vian menikahi nak astrid dan nak dilla karena terpaksa." kata ustadz
" tidak pak ustadz, saya menikahi mereka karena suka sama suka dan saya tidak ingin terjerumus dosa." kata vian
" nak astrid apakah kamu terpaksa atau ada yang memaksa menikah dengan nak vian, dan apakah nak astrid bersedia menerima nak dilla nantinya sebagai istri nak vian juga." kata pak ustadz
" saya menikah dengan mas vian karena suka sama suka dan tidak ada paksaan dari siapapun. saya menerima dilla nanti sebagai istri mas vian." kata astrid
" nak dilla apakah kamu terpaksa atau ada yang memaksa menikah dengan nak vian, dan apakah nak dilla bersedia menerima nak astrid nantinya sebagai istri nak vian juga." kata pak ustadz
" saya menikah dengan mas vian karena suka sama suka dan tidak ada paksaan dari siapapun. saya menerima astrid nanti sebagai istri mas vian juga." kata dilla
" kalau begitu semuanya bisa menyaksikan dan mendengar bahwa pernikahan ini tidak ada paksaan dari siapapun dan atas dasar suka sama suka. untuk maharnya sudah disiapkan." tanya ustadz
" sudah pak ustadz." kata astrid dan dilla memperlihatkan mahanya
" kalau begitu kita bisa memulai acara ijab qobulnya, untuk yang pertama siapa duluan nih." kata pak ustadz sambil tersenyum
" saya pak ustadz." kata astrid
" siapa yang akan menjadi wali nikahnya." kata pak ustadz
" saya Dani hartanto pamannya astrid adik dari almarhum ayahnya." kata pak dani
" untuk saksi siapa." kata pak ustadz
" pak Arif dan pak Dwi." kata pak wanto
" karena syarat penikahan sudah lengkap, kita bisa mulai." kata pak ustad dan menyuruh pak dani untuk membaca ijab qobul
"saya nikahkan keponakan saya Astrid Aprilia Hartanto binti Ishak Hartanto dengan mas kawin emas 9 gram dan uang 7.777.000, dibayar tunai." kata pak dani
"saya terima nikahnya Astrid Aprilia Hartanto binti Ishak Hartanto dengan mas kawin emas 9 gram dan uang 7.777.000, dibayar tunai." kata vian
" bagaimana saksi sah." kata pak ustadz
__ADS_1
" SAH." jawab pak arif dan pak dwi serta tamu yang hadir
setelah itu vian dan astrid menandatangani surat nikah yang diberikan KUA, astrid pun mencium tangan vian dan vian pun memberikan kecupan di kening astrid
" selanjutnya siapa yang menjadi wali nak dilla." kata pak ustadz
" saya pak Wanto Ismail ayah kandung dari dilla." kata pak wanto
pak ustad menyuruh pak wanto untuk membaca ijab qobul
"saya nikahkan putri kandung saya Dilla Adellia Febrianti binti Wanto Ismail dengan mas kawin emas 9 gram dan uang 7.777.000, dibayar tunai." kata pak wanto
"saya terima nikahnya Dilla Adellia Febrianti binti Wanto Ismail dengan mas kawin emas 9 gram dan uang 7.777.000, dibayar tunai." kata vian
" bagaimana saksi sah." kata pak ustadz
" SAH." jawab pak arif dan pak dwi serta tamu yang hadir
vian dan dilla pun menandatangani surat nikah yang diberikan dari KUA, lalu dilla mencium tangan vian, dan vian pun mengecup kening dilla
pak ustadz pun memberikan sedikit wejangan lalu ditutup dengan doa, vian dan astrid pun sungkem kepada ibunya astrid dan pamannya. lalu vian dan dilla sungkem ke bapak dan ibunya dilla. mereka pun berphoto. dan para tamu juga mengucapkan selamat.
" kalian tuh ya benar benar teman, sampai mau berbagi suami juga." kata tetangga dilla yang suka melihat keberadaan astrid
" untuk malam ini kita menginap di hotel pak, karena rumah paling bisa minggu depan di tempatinya." kata vian
" oh kalian udah beli rumah, dimana." kata pak wanto
" di perumahan B pak, besok baru di urus surat suratnya dulu, kita boleh menumpang dulu disinikan pak." kata dilla
" iya boleh, kapan kalian beli rumah disana, itu kan perumahan elit." kata pak wanto
" tadi pagi pak, kata mas vian supaya dekat dengan tempat usaha." kata dilla
" katanya si win juga kerja di tempat kalian." kata pak dani
" iya paman, sebelum cafe jadi dia di toko buah dulu. karena perusahaannya juga baru tadi sore kita tandatangani akta pendiriannya." kata astrid
" paman hanya bisa berdoa semoga rumah tangga kalian sakinah, mawadah, warohmah, dan usaha kalian lancar.aamiin." kata pak dani
" aamiin." kata vian, astrid, dan dilla serta para tamu
__ADS_1
" kalian kan bisa tinggal di rumah ibu dulu nak." kata bu asti
" terimakasih bu, bukannya kita tidak mau tinggal di rumah ibu, tapi biar astrid dan dilla bisa lebih dekat dengan tempat usaha karena saya gak bisa hadir menemani mereka setiap saat, mungkin besok atau lusa saya hatus kembali karena disana sudah di mulai pembangunan sekolah dan pabrik di KBB saya perlu mengaturnya." kata vian
" sekolah apa dan pabrik apa nak." kata vian
" sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan Universitas, Pabrik pengolahan makanan dan minuman, kalau mau coba produknya nanti ada di toko milik ibu yang disana, teman jadi distributor kota ini." kata vian
" wah boleh tuh kita gabung jadi agen atau reseller." kata bibinya astrid
" boleh banget silahkan hubungi aja teman saya,." kata vian
" sudah berapa banyak karyawannya nak." kata pak wanto
" kalau keseluruhan sekarang lebih dari seribu orang pak." kata vian
" kalau yang disini usaha apa." kata pak dani
" yang disini baru toko buah dan cafe, biar astrid dan dilla belajar dulu mengelola perusahaan, kedepannya bisa yang lainnya, tergantung mereka mau usaha apa dan mengelolanya." kata vian
setelah acara tersebut vian, astrid, dan dilla berganti pakaian lalu mengajak yang hadir pergi ke restoran untuk makan malam bersama sebagai bentuk syukuran.
setibanya di restoran mereka pun langsung makan karena sebelumnya sudah reservasi dan makanannya sudah dipesan. selesai makan pak ustadz dan orang dari KUA pamit, pak wanto mengantarkannya, terus para tamu juga berpamitan termasuk ibunya astrid dan keluarga. vian, astrid dan dilla kembali ke rumah orang tua dilla. sesampainya di rumah mengobrol kembali.
" pak, bu, maaf saya jadi merepotkan kalian, tetimakasih banyak atas segalanya, dan mohon maaf kalau besok atau lusa saya gak kesini dulu, lain waktu saya akan mengunjungi bapak ibu." kata vian, vian pun menyerahkan 1 gepok uang 100ribuan.
" ini sudah kewajiban kami sebagai orang tua." kata pak wanto
" karena sudah malam kami pamit dulu pak bu." kata vian
" pak bu kami pamit ya." kata dilla
" om tante terimakasih ya." kata astrid
vian, astrid, dan dilla pun pergi kembali ke hotel, sedangkan pakaian pengantin astrid dan dilla serta jas, kemeja, sepatu di tinggal di rumah dilla. hanya akta nikah yang mereka bawa, vian menyuruh menyimpannya di astrid dan dilla.
" kehidupan baru kita baru dimulai, kalian yang akur ya, dan jalankan usaha dengan benar." kata vian
" iya mas," kata astrid dan dilla
" besok baru kita ke rumah ibu kamu ya." kata vian
__ADS_1
" iya mas." kata astrid
diperjalanan vian membeli makanan ringan, minuman, dan rokok di supermarket. jam 10 malam mereka sampai di hotel, mereka pun pergi ke kamar hotel terlebih dahulu.