Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
mengungkapkan yang terjadi


__ADS_3

setelah sudah siap vian dan pak bowo pergi ke tempat oleh oleh, selesai belanja mereka melanjutkan ke bandara untuk pulang. kurang dari 2 jam perjalan di pesawat, mereka sudah tiba di bandara. disana sudah di jemput pak edi, bagasi sudah dimasukan ke mobil mereka langsung pulang ke rumah.


1 jam setengah perjalanan dari bandara ke rumah akhirnya mereka sampai. disana sudah di sambut lily, dan keluarga lainnya. vian izin untuk mandi terlebih dahulu dan berganti pakaian. disaat mau turun ke bawah untik makan siang bersama ada notifikasi pesan.


" sudah sampai rumah pak, saya sudah mengjndurkan diri dari tempat kerja itu, dan sekatang siap siap mau pulang ke surabaya." pesan dari astrid


" ini baru sampai dan mau makan siang sama keluarga." jawab vian


" syukur kalau sudah sampai di rumah. salam buat ibu." jawab astrid


" terimakasih, hati hati ya." kata vian


" oh iya terimakasih." jawab astrid


vian pun menghapus pesan dari astrid lalu pergi ke bawah untuk makan siang bersama.


" gimana pah urusan di balinya selesai." kata lily


" alhamdulillah, livi group memiliki saham 40%, bapak 25%, kamu 10%, sisanya teman teman bapak." jawab vian


" kok aku ada saham juga disana." kata lily


" memang sebelumnya kamu megang saham disana." jawab pak bowo


" kok aku gak pernah dapat devidennya sih." kata lily


" kamu beli mobil, beli rumah uangbudah dijual itu dari mana." kata pak bowo


" oh kirain uang bapak. makasih ya pak." kata lily


" iya, kamu kan anak bapak satu satunya dan nanti juga semuanya buat kamu. atau buat aa dan baby qinar" kata pak bowo


" wah papah kalo dong sama aa sama dede qinar." kata vian becanda


" iya kan yang kita punya juga buat mereka bukan." kata lily


" iya. buat siapa lagi. kalo bukan buat anak anak." jawab vian


setelah makan vian pergi sholat dan santai di gazebo sambil membawa laptop untuk mengecek laporan. tak lama devan datang mengajak main. vian pun bermain bola bersama devan setelah lama vian istirahat kembali di gazebo. vian mengecek handphonenya ternyata ada pesan masuk


" saya sudah dibandara." pesan astrid


" ya sudah, hati hati, salam sama keluarga kamu." jawab vian

__ADS_1


" iya terimakasih. nanti aku sampaikan ada salam dari menantunya." jawab astrid


" aku mau ke rumah ketemu istri dan anak ya. hati hati." kata vian. vian langsung menghapus pesannya.


vian pun pergi ke rumah dan mandi lagi karena habis main sama devan. di kamar sudah ada lily


" kok keringat gitu sih pah, habis ngapain." kata lily


" habis main bola sama aa." jawab vian, vian pun pergi ke kamar mandi, setelah itu ganti pakaian yang sudah disiapkan lily. mereka pun ngobrol di kasur


" pah besok mamah ke butik ya, mau cek, doalnya udah hampir 2 bulan mamah gak kesana." kata lily


" iya sudah gak apa apa, lagian deket juga dan stok asi di freezer juga ada kan." jawab vian


" ada dong. papah besok mau kemana.?" tanya lily


" belum ada rencana paling juga ke cafe sama cek toko lihat penjualan produk LA." jawab vian


" ya sudah besok bareng ya." kata lily


" iya sayank, o iya mah, mamah tau kan si astrid karyawan di resort itu yang pegang digitalnya." kata vian


" oh iya, yang photo photo kita itu kan, emanh kenapa pah.?" tanya lily


" terus masalahnya kenapa." kata lily


" dia bilang ibunya sakit kangker payudara perlu biaya jadi sepulang dari resort dia langsung kerja lagi di tempat lain." kata vian


" emang keluarga kemana." kata lily


" ayahnya sudah meninggal, dia anak pertama adik adiknya masih sekolah jadi dia tulang punggung keluarga." jawab vian


" terus papah bantu dia." kata lily


" iya papah bantu dia, dan papah bilang supaya dia berhenti dati kerjaan tambahan itu, nanti papah kasih tambahan, kalo gak lepas kerja di resort." kata vian


" pantesan waktu itu juga photonya semangat gitu tapi kelihatan murung dan cape, tapi bagus profesional, mamah juga lupa kasih dia uang. alhamdulillah kalo papah sudah bantu, kasian dia berjuang sendiri buat keluarganya, dia sudah pulang buat berobat ibunya itu." kata lily


" tadi dia pulang dan bapak juga mengijinkan dan dari perusahaan juga katanya mau ngasih." kata vian


" syukur kalo sudah ada solusinya. mudah mudahan ibu dia gak apa apa cepat sehat lagi." kata lily


" dia juga kemarin nawarin toko di kota dia surabaya, kata ada 2 toko peninggalan ayahnya sekarang disewakan. papah bilang harus di survey dulu dan apa perlu LNI atau LA buka cabang disana harus di analisa," kata vian

__ADS_1


" coba aja survey kalo gak suruh dia jadi distributor kita aja. sayang juga kalo dijual gitu itu kan peninggalan ayahnya." jawab lily


" kematin dia bilang mau kirim dulu photo sama alamatnya. jadi kita juga bisa analisa dari sini dulu daerahnya." kata vian.


mereka pun tidur tiduran di kasur, vian memeluk lily, vian mengungkapkan apa yang terjadi kemarin tapi tentunya tidak seluruhnya dia bilang... melihat lily tertidur vian melepaskan pelukannya dan pergi ke balkon untuk santai. tak lama ada notifikasi pesan masuk


" saya sudah sampai rumah. salam dari ibu dan terimakasih katanya." pesan asrid


" alhamdulillah kalo udah sampe rumah," jawab vian


" sama chat sama bapak gak apa apa ini. bapak lagi apa." kata astrid


" gak apa apa, istri lagi tidur." jawab vian


"oh takut aja ganggu bapak dan nanti ibu marah." kata astrid


" terus kapan mau bawa ibu kamu ke rumah sakit." kata vian


" nanti habis magrib kayanya. biar cepat diambil tindakan." kata astrid


" iya sudah kabari aja kalo memang perlu sesuatu." kata vian


" iya pak, terimakasih banyak." jawab astrid


" iya udah kamu istirahat dulu." kata vian


" ini lagi istirahat." jawab astrid


" o iya saya minta photo toko kamu itu dan alamatnya ya." kata vian


" iya pak, nanti saya suruh adik untuk kesana ambil photonya." jawab astrid


setelah chatan sama astrid vian pun masuk karena udah sore dan membangunkan lily


" yank udah sore, bangun." kata vian


" aduh maaf pah, mamah ketiduran." jawab lily sambil menggisik matanya


" gak apa apa sayank, kamu pasti cape ngurus dede qinar. karena sore aja papah bangunan, katanya gak bagus kalo tidur sore." kata vian


" iya pah. mamah mandi dulu ya." jawab lily sambil beranjak pergi ke kamar mandi


setelah magrib vian dan lily pergi ke ruang makan untjk makan malam bersama keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2