
setelah melakukan perjalanan kurang lebih 4 jam, jam 8 malam vian dan keluarga sampai di rumah. mereka langsung masuk ke kamar masing masing untuk bersih bersih dan istirahat karena makan malam sudah mereka lakukan di perjalanan tadi.
keesokan harinya vian pamit setelah sarapan mau melakukan kunjungan untuk evaluasi dan rencana kerja ke PT. BLS, PT. LNI, PT. L-Trans.
di PT. BLS vian meminta muthi untuk memanggil setiap devisi untuk melakukan rapat. hasil evaluasi kinerja PT. BLS masih mengalami pertumbuhan sebesar 5% kantor cabang BLS hanya 2% dari hasil evaluasi tersebut vian menyuruh untuk memperkuat digital aset perusahaan dengan membentuk tim digital di bawah supervisi tim penhembangan usaha
selesai melakukan rapat di PT. BLS, vian menuju ke PT. LNI disana juga vianelakikan hal yang sama, growth PT LNI hanya 10%, vian merasa ada yang salah dengan pertumbuhan tersebut harusnya bisa lebih dari 25% karena sudah memiliki pabrik sendiri. vian menyuruh untuk membuat tim digital baik marketing online ataupun iklan akan tetapi harus mempertimbangkan keberadaan para distributor dan agen jangan sampai merusak hubungan kerjasama. vian menyarankan untuk mengadakan distributor gathering tujuannya adalah untuk mengetahui keinginan para distributor dan saran produk, serta memberikan reward kepada mereka.
untuk pengembangan produk vian menyarankan untuk memakai metode ATM (amati, Tiru, modifikasi).
setelah rapat shinta menanyakan kepada vian mau makan siang apa.
" pak maaf, bapak mau makan siang apa?"
" saya pergi ke kantin saja gak apa apa."
vian didampingi shinta pergi ke kantin. melihat di kantin ada bos mereka para karyawan masih heran padahalan sebelim sebelumnya vian sudah pernah ngopi disana. vian meminta shinta untuk memesankan bakso dan menyerahkan uangnya, sambil menunggu pesanan datang vian pun menyalakan sebatang rokok.
vian menelepon lily dan menanyakan mau makan siang apa.
" hallo mah, udah makan siang belum?"
" belum pah. papah ini dimana.?"
" papah baru selesai rapat di LNI. terus mamah mau makan apa."
" di rumah aja pah, evi dan bi narsih sudah masak kok. papah langsung pulang atau bagaimana."
" papah ke L-Trans dulu sambil lewat pulang."
" ya sudah kalau gitu, hati hati."
__ADS_1
vian pun menutup telepon lalu makan bakso yang tadi sudah di pesan. vian juga menerima ucapan terimakasih dari karyawan yang menerima fasilitas perumahan dari livi group. selesai makan vian pamitan ke shinta mau melanjutkan ke l-Trans.
di L-Trans juga vian sama melakukan pengecekan laporan dan mengevaluasi pertumbuhan perusahaan dan perencanaan kedepannya. vian menyuruh pak dede juga membentuk tim digital.
semua pencapaian selama ini. vian menyadari bahwa semua usahanya tidak akan pernah berjalan kalau tidak di dukung tim yang solid dan loyalitas terhadap perusahaan untuk itu dia berusaha memberikan yang terbaik juga buat timnya.
" terimakasih banyak pak atas kepercayaan yang diberikan kepada saya." kata pak dede
" kaya sama siapa aja, saya tau pak dede bisa, selama ini pak dede belum ada kesempatannya aja." jawab vian
" saya juga mau menyampaikan ucapan terimakasih dari teman teman L-Trans, dan mereka menanyakan kepada saya apakah boleh mengambil perumahan di Livi residence?" tanya pak dede
" pak dede tanya siapa saja yang memerlukan rumah nanti tanyakan stok yang masih ada ke pak daryat, kalo kurang nanti saya suruh bangun lagi, karena ada kemungkinan dari BlS dan LNI juga masih ada, soalnya yang awal kan ada peraturan untuk karyawan yang mau ambil, supaya tidak menjadi kecemburuan peraturan itu akan saya sampaikan ke BLS dan LNI juga ." jawab vian
vian pun memberikan intruksi ke muthi dan shinta untuk menyampaikan hal tersebut ke para karyawan. vian menghubungi pak daryat menanyakan stok perumahan yang masih kosong dan lahan yang masih tersedia disana.
selesai mengobrol vian pun pamit untuk pulang ke rumah. setiba di rumah vian langsung ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian. setelah itu menghampiri lily yang sedang istirahat. mengusap perut yang sebentar lagi akan lahiran. lily pun terbangun.
" iya sayank gak apa apa, istirahat saja." jawab vian sambil mengecup kening sang istri
" papah udah makan." kata lily
" udah tadi makan bakso di Kantin LNI." jawab vian
" kenapa gak makan nasi, ya udah kita makan dulu." kata lily
" udah kenyang lihat kamu juga." jawab vian sambil memeluk lily lagi dan mengusap usap perutnya sambil berucap "de sebentar lagi akan hadir di tengah tengah kita."
" udah ah nanti keterusan lagi." kata lily menggoda
" biarkan aja kan iatrinya sendiri. lagian papah pengen nengok dede." jawab vian sambil ******* bibir lily
__ADS_1
mereka pun saling membalas ciuaman itu dan permainan itu gak sampai sebatas ciuman bibir saja. gejolak hasrat mereka akhirnya disalurkan bersama. vian mengecup kening sang istri yang kelihatan kelelahan.
" tuh kan sebelum kamu keluar de, papah pengen nengok kamu dulu di perut mamah." kata lily
" iya dong. makasih ya sayank." kata vian dan mengecup kembalu kening sang istri. mereka pun mandi dan berganti pakaian
setelah magrib vian dan lily pergi ke bawah untuk makan malam.
" ly kapan kamu akan melahirkan." tanya bu retno
" kalo sesuai HPL 2 hari lagi bu. tapi ini lily merasa sudah mules mules." jawab lily
" ya sudah kita ke rumah sakit aja ya." kata vian. vian pun telepon pak edi untuk datang ke rumah dan siap siap pergi ke rumah sakit, vian pun telepon ke dr. silvy
" malam dokter, maaf mengganggu, istri saya sudah merasa mules mules nih." kata vian
" ya sudah pak, saya akan langsung ke rumah sakit dan mempersiapkan tindakan." jawab dr. silvi
vian pun membawa sang istri ke rumah sakit, jam 8 malam mereka sampai di rumah sakit lalu diperiksa dr. anita.
" bagimana dok kondisi istri saya." kata vian
" alhamdulillah kondisi ibu dan anaknya sehat. mungkin besok pagi akan kita lakukan tindakanya. sekarang ibu boleh makan maximal jam 11 ya, lalu ibu puasa." jawab dr. anita.
lily pun dibawa ke ruangan yang memang sudah disiapkan sebelumnya. orang tua mereka pun hadir di ruangan tersebut. vian memberitahukan bahwa besok jam 6an akan dilakukan tindakan. vian meminta mereka untuk pulang saja ke rumah karena devan masih di tinggal di rumah. vian meminta edi untuk membelikan makanan dan buah buahan. orang tua mereka pun kembali ke rumah dan besok pagi akan datang lagi. vian meminta evi untuk tetap di rumah sakit
" pah kita akan kehadiran anak lagi." kata lily
" iya sayank, terimakasih ya, mamah istirahat dulu." jawab vian dan mengecup kening lily.
vian gak bisa tidur dan gak tenang walau ini anak ke 2 mereka. lalu menyuruh evi untuk menunggu di ruangan itu dan berpesan kalo ada apa apa telepon langsung. vian pergi ke bawah ia ingin ngopi dan ngerokok.
__ADS_1